FF Chapter | My Prince is You #3

SeoKyu MinYul

Title : My Prince is You..

Lenght : 3 of ?

Cast :

# Seohyun

# Kyuhyun

# Yuri

# Minho

# Others

— Before —

“Ye oppa, wae gurae?” tanya Seohyun. Ia sebisa mungkin menutupi rasa canggungnya tapi Kyuhyun dengan jelas dapat menangkap sikap seohyun itu.

“Ani. Hanya saja ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” jawab Minho seadanya. Namja itu tersenyum, senyum yang selalu membuat jantung Seohyun berdegup lebih kencang. Tapi entah sejak kapan saat melihat senyum itu Seohyun hanya bisa menanggapinya dengan senyum tipis.

“Tentang apa?” tanya Seohyun lagi-lagi seakan tak ada bahan pembicaraan yang ingin ia katakan.

— Chapter 3 –

“Kita pergi ke café diujung jalan sini bagaimana? Berbicara disini tidak enak.” Ajak Minho.

Seohyun yang sudah dapat menangkap maksud Minho hanya mengangguk pelan. Tidak ada alasan untuk menolak, belum lagi Kyuhyun yang juga menahannya. Minho membalasnya dengan senyuman lalu berjalan mendahului Seohyun. Gadis itu hanya menghela nafas berat dan panjangnya sebelum akhirnya mengikuti Minho dan meminta Kyuhyun untuk mengikutinya.

**my prince is you**

Minho dan Seohyun duduk berhadapan yang dibatasi dengan sebuah meja bundar. Diatas meja itu sudah terdapat dua minuman yang dipesan saat mereka sampai tempat itu. Café yang berada diujung jalan dekat dengan kampus mereka.

“Kau baik-baik saja kan?” tanya Minho yang masih terus memikirkan sikap Seohyun sebelumnya dan teringat cerita kekasihnya, Yuri. Sampai detik ini pun ia masih merasa sikap Seohyun dingin karena sedikit berbicara.

“Aku baik-baik saja oppa..” jawab Seohyun membohongi dirinya sendiri. Ia menyeruput minuman hangatnya untuk menghindari tatapan Minho.

“Jeongmallo?” tanya Minho lagi yang seakan belum puas dengan jawaban Seohyun.

“Ah ne oppa, ada apa kau mencariku?” pertanyaan yang sudah sejak tadi ingin gadis itu katakan. Semata-mata hanya untuk meninggalkan tempat itu sesegera mungkin. Rasanya ingin berteriak sekencang mungkin setelahnya.

Minho tertawa kecil mengingat apa yang ingin ia ceritakan. “Kau sudah tau kan tentang pertunangan Yuri?” tanyanya tanpa tau perasaan seohyun sesungguhnya.

“Aku tau. Chukaeyo oppa~” ucap Seohyun tanpa menunggu Minho menjelaskan lebih lagi. Ia sadar mungkin takkan sanggup mendengar Minho menceritakan tentang gadis lain apalagi soal pertunangan. Sesuatu yang benar-benar tak ingin ia dengar. Hanya meninggalkan tempat itu sesegera mungkin, itu yang ia inginkan.

“Mwo? Kau sudah mengetahuinya? Yuri bilang ia belum mengatakan apapun padamu.” Minho terlihat sedikit bingung ketika mendengar ucapan selamat dari Seohyun.

“Semoga kalian berbahagia.” Ucap Seohyun lagi. Rasanya sakit membohongi diri sendiri. Haruskah ia mendoakan orang yang dicintainya berbahagia dengan orang lain bukan dengan dirinya?

Sementara itu diluar Café, terlihat seorang namja sesekali menengok memperhatikan dua orang manusia melalui kaca jendela. Bisa dikatakan ia mencemaskan salah satu dari dua orang itu. Memainkan kunci mobil yang sedari tadi ada pada genggamannya menghilangkan kejenuhan.

“Ne oppa. Kau hati-hati dijalan.” Mendengar suara itu, ia langsung sigap menghampiri Seohyun yang saat ini sudah berada didepan pintu Café bersama dengan Minho. Ikut membungkukkan badan saat Minho hendak meninggalkan café.

“Kau hati-hati membawa mobilnya. Jangan sampai terjadi apa-apa pada Seohyun.” Minho menepuk pelan pundak Kyuhyun yang sudah berdiri disamping Seohyun. Gadis itu hanya tersenyum tipis menanggapinya.

“Ne..” Jawab Kyuhyun singkat sambil membungkukkan badannya lagi.

“Baiklah.. annyeong.” Pamitnya dan perlahan mulai meninggalkan café itu. Sementara Seohyun masih mematung memperhatikan tubuh Minho yang berjalan menjauhinya hingga tak terlihat lagi bayangannya.

“Kita pulang sekarang nona?” tanya Kyuhyun membuyarkan lamunan Seohyun. Gadis itu tersentak dan terkejut melihat Kyuhyun disampingnya seakan baru menyadari kehadiran namja itu disitu.

“Mwo? Ah ne, kita pulang.” singkat Seohyun yang langsung berjalan menuju mobil tanpa berbicara apapun lagi. Kyuhyun mengangguk lalu mengikuti langkah Seohyun tanpa berbicara juga.

**my prince is you**

    MINYUL MINHO YURI

Yuri memperhatikan dirinya yang menggunakan gaun warna cream mini didalam kaca. Renda-renda menghiasi bagian atas gaunnya. Gaun itu terlihat sangat cantik pada tubuh langsing Yuri. Siapapun yang melihatnya pasti akan iri gaun secantik itu melekat pada tubuhnya. Gadis itu selalu tersenyum menandakan kebahagiannya kini.

“Sampai kapan harus terus berkaca? Kau ini sudah cantik.” Seorang namja tiba-tiba muncul dikamarnya dan memeluk pinggang rampingnya dari belakang. Gadis itu tak memasang wajah terkejutnya merasakan tangan kekar itu mengalungi tubuhnya. Ia justru melemparkan senyum melalui kaca dihadapannya. Dilihatnya Minho menggenakan jas hitam yang menutupi kemeja putihnya. Terlihat sangat pas pada tubuh namja itu.

“Kenapa oppa ada disini?” tanya Yuri.

“Calon istriku tak kunjung turun jadi aku mencarinya kemari. Apa kau melihatnya?” ujar Minho yang seakan ingin menggoda Yuri. Gadis itu hanya tersipu mendengar ucapan kekasihnya  lalu berbalik menghadap namja itu.

“Aku tadi melihatnya dan ia berpesan agar aku merapikan jasmu.” Yuri mengarahkan tangannya pada jas Minho dan mulai membenahi jas itu. Ia terlihat seperti seorang istri yang sedang membenahi jas suaminya yang ingin pergi bekerja.

“Saranghaeyo~” ujar Minho yang berbisik pelan pada telinga Yuri. Tangannya mulai memeluk pinggang ramping gadis itu agar bisa memeluk tubuh itu.

“Nado saranghaeyo oppa..” Yuri membalasnya dengan berbisik pada telinga Minho. Tangannya kini sudah mengalung pada leher namja tampan itu.

Minho tersenyum lalu berusaha mencari pandangan Yuri. Menatap lekat-lekat mata itu. Mata indah yang ingin selalu ia lihat setiap hari. Yuripun tak menghindarinya, ia juga menatap lekat-lekat mata  Minho hingga tak menyadari jarak wajah diantara mereka sangat dekat. Perlahan ia menutup mata merasakan sentuhan bibir Minho pada bibirnya. Menikmati kehangatan yang ia rasakan pada dirinya kini. Membiarkan Minho sang pujaan hati menguasai bibirnya yang berwarna merah jambu.

Sementara itu, tanpa mereka sadari seorang gadis menitikkan air mata dari balik pintu. Memperhatikan dua orang yang sedang dimabuk cinta melalui celah pintu yang terbuka. Memegangi dadanya yang terasa sakit.

**my prince is you**

Dengan tatapan kosong ia memperhatikan dua orang yang kini sedang berdiri dihadapan ratusan orang. Saling memegang tangan untuk menyematkan cicin tanda telah menyatunya mereka dalam sebuah ikatan sebelum pernikahan. Menarik nafasnya dalam agar bisa mengontrol diri tak menangis. Berpura-pura ikut berbahagia dalam pesta itu. Sekilas ia melihat senyum sang kakak padanya. Tak pernah sebelumnya ia melihat sang kakak sebahagia itu. Membalas senyuman itu dengan sebuah anggukan disertai senyum kecil yang menghiasi bibirnya. Sampai kapan ia harus bersikap seperti ini? Apa selamanya ia hanya akan memendam perasaannya?

“Nona anda baik-baik saja?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Ia yang sejak tadi memperhatikan Seohyun dari kejauhan memutuskan untuk mendekati gadis itu. Ditempat itu hanya dirinya yang mengerti bagaimana perasaan Seohyun malam itu.

“Bawa aku pergi dari tempat ini.” pinta Seohyun singkat. Rasanya ia ingin berlari kencang meninggalkan tempat itu selamanya.

“Itu tidak mungkin. Mereka pasti akan mengetahui jika anda meninggalkan rumah.” Ujar Kyuhyun yang tak dapat memenuhi permintaan Seohyun. Tapi akalnya tak hilang. “Ikut denganku nona.” Pinta Kyuhyun kini menunggu jawaban dari Seohyun.

“Mwo?” heran Seohyun menoleh kearah Kyuhyun. Dilihatnya namja itu sedang menunggu jawabannya. “Eodigga?”

“Sudah ikut saja denganku. Anda bilang ingin meninggalkan tempat ini kan?” tanpa menunggu jawaban Seohyun lagi, Kyuhyun menarik pelan tangan gadis itu dan membawanya kesuatu tempat.

**my prince is you**

“Hati-hati nona..” ujar Kyuhyun meraih tangan Seohyun yang ada dibawahnya. Menaiki tangga besi perlahan sambil menunggu Seohyun yang juga hendak naik. Dengan perlahan akhirnya mereka sampai ditempat yang dimaksud oleh Kyuhyun. Atap pavilion yang berada dibelakang bangunan utama rumah Seohyun.

“Mwoya? Pemandangan disini sangat indah.” Seohyun mendongakkan kepala melihat luasnya langit yang ditaburi beribu bintang. Itu bisa membuatnya melupakan sesaat apa yang ia rasakan sebelumnya. Rasa sakit hatinya sirna setelah melihat kelap-kelip bintang yang seakan tepat berada diatas ubun-ubunnya. “Bintang-bintang itu.” terus berdecak kagum pada benda kecil yang Tuhan ciptakan itu.

“Kau menyukainya nona?” tanya Kyuhyun. Melihat gadis itu bisa tersenyum lepas membuat perasaannya tenang. Ia tahu apa yang gadis itu rasakan. Ini mengingatkannya pada gadis yang dulu pernah mengisi relung hatinya.

Seohyun mengangguk tanpa melepas pandangannya dari langit yang dihiasi bintang itu. “Neomu yeppeo..”

“Gunakan ini nona. Anda pasti kedinginan.” Kyuhyun melepaskan jasnya dan memberikannya pada Seohyun. “Gaun pesta itu pasti membuat anda kedinginan.” Tambahnya. Ia yang menggunakan jas saja bisa merasakan dinginnya udara malam perlahan menembus kulitnya, apalagi Seohyun yang hanya menggunakan gaun selutut dengan punggung yang sedikit terbuka.

Seohyun memperhatikan jas berwarna hitam itu sesaat lalu memutuskan untuk mengambil dan memakaikan pada tubuhnya. “Gomawoyo~” ujarnya.

Kyuhyun tersenyum sembari mengangguk. “Duduklah nona, itu pasti lebih aman.” Ia menunjuk kebawah, kearah rumput-rumput hijau penghias halaman rumah yang tepat berada dibawah mereka saat ini.

Seohyun menurutinya dan duduk berdampingan dengan Kyuhyun. Sorot matanya kembali menyapu langit malam diatasnya. “Kenapa kau bisa mengetahui tempat ini? Aku saja yang sejak lahir tinggal disini tidak tahu tempat ini.” menoleh kearah Kyuhyun menunggu jawaban.

“Malam itu aku merasa bosan dikamar sendiri. Aku keluar dan menemukan tempat ini. Tangga itu juga sudah ada disini.” jelas Kyuhyun.

Seohyun hanya mengangguk mengerti cerita Kyuhyun. Matanya menyapu apapun yang dilihatnya. “Eh, chakkamaneyo. Bukankah itu kamar Yuri onnie?” gadis itu langsung menoleh dan memberikan Kyuhyun sebuah tatapan yang hanya ia mengerti sendiri. Melihat itu Kyuhyun jadi salah tingkah. “Jangan-jangan kau disini karena….”

Ucapan Seohyun tiba-tiba dipotong Kyuhyun. “Anio nona. Malam itu aku tidak sengaja melihatnya dibalik tirai putih itu sedang menelpon.” Elak namja itu.

“Jadi benar karena Yuri onnie kau betah ditempat ini?” tanya Seohyun.

“Tidak seperti itu juga. Aku benar-benar merasa sedang bosan jika kemari.” Kyuhyun terus membela dirinya karena memang bukan seperti itu alasannya.

“Terserah kau saja.” Seohyun menyerah dan kembali memandangi langit. Tapi tak lama ia kembali melihat kearah Kyuhyun. “Ah ne, bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“Mwo?”

“Antara aku dan Yuri onnie mana yang lebih cantik?” pertanyaan itu tiba-tiba terlontar dari dalam mulutnya. Pertanyaan bodoh! Ia merutuk dirinya sendiri. Bagaimana bisa menanyakan hal seperti itu?

Kyuhyun terlihat berpikir. Pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Meski mengagumi Yuri tak mungkin ia menjawab sesuatu yang ‘mungkin’ bisa membuat senyum Seohyun menghilang.

“Ah arraseo. Tentu saja Yuri onnie. Kau kan menyukai onnieku.” Tak kunjung mendapat jawaban dari Kyuhyun, gadis itu menjawabnya sendiri.

“Nona…” hanya itu yang Kyuhyun ucapkan.

“Dia gadis yang baik dan cantik. Aku saja sering merasa iri dengannya.” Tiba-tiba raut wajah Seohyun berubah. Rasa perih itu muncul lagi. Mencoba tetap tersenyum walau itu terlihat begitu kaku.

Kyuhyun tak bisa berkomentar. Memilih untuk mengunci mulutnya dan mencoba menjadi pendengar yang baik.

“Aku benar-benar bingung harus bersikap seperti apa. Akhir-akhir ini aku sering menghindarinya. Walau onnie tak bertanya kenapa? Aku tau dia merasakan sikap dinginku.”

“Jangan membuat dirimu sendiri atau orang lain terluka nona!”

Seohyun menoleh kearah Kyuhyun yang pandangannya lurus kedepan. Memikirkan dengan seksama ucapan namja itu. Apa bisa ia melakukan itu? ia tersenyum mengejek dirinya sendiri. Diam untuk beberapa saat. Susanapun menjadi hening. Hanya ada bunyi dedaunan yang bergerak terbawa angin dan anjing yang seakan bernyanyi pada malam hari.

**my prince is you**

Seohyun memperhatikan sebuah poster yang terpajang disalah satu papan pengumuman yang ada dikampusnya. Membaca dengan seksama tulisan yang tertera dalam poster itu.

“Etteohke? Kau akan ikut kan?” Yoona yang sejak tadi berdiri disamping Seohyun menyenggol bahu sahabatnya itu. Dengan sabar menunggu jawaban dari Seohyun tentang acara kampusnya yang akan melakukan liburan musim semi selama beberapa hari di Pulau Jeju.

Seohyun mengangkat kedua bahu seakan tak berminat dengan acara itu. “Molla.” Jawabnya singkat.

Mendengar jawaban sahabatnya seperti itu, Yoona hanya mendengus. “Yaa!! Jangan seperti itu. Kenapa jadi tak bersemangat??”

“Kau sendiri ikut?” tanya Seohyun mengalihkan pembicaraan.

Mendengar itu tiba-tiba Yoona menjadi tersipu. “Aku ikut..” wajahnya memerah seperti buah tomat. Seohyun yang tau kenapa Yoona seperti itu hanya tersenyum. Mengerti tentang kebahagian sahabatnya.

“Pasti Hae oppa juga ikut ya?” goda Seohyun yang mendapat anggukan dari Yoona.

“Maka dari itu kau harus ikut juga. Tidak mungkinkan aku sendiri.” Rengek Yoona seperti anak kecil. Mengerling-ngerlingkan mata berharap Seohyun berubah pikiran.

“Kan ada Hae oppa. Jadi, kau tak sendiri.”

Yoona mendengus lagi. “Tapi jika tak ada dirimu sama dengan bohong.” Masih terus berusaha agar sahabatnya itu mengikuti acara kampus pada musim semi nanti.

Seohyun menyerah dan akhirnya mengiyakan ucapan Yoona. Walau sebenarnya acara itu benar-benar tak menarik minatnya. Tidak mungkin menolak permintaan sahabatnya itu.

 **my prince is you**

Yuri duduk diruang tamu sambil sesekali memperhatikan jam tangannya. Ini sudah pukul 8 pagi tapi Minho belum juga muncul. Didekatnya sudah ada satu koper berisi semua pakaiannya. Liburan musim semi tiba dan semua mahasiswa kampusnya bersiap untuk menghabiskan liburan musim semi itu dipulau Jeju. Pulau yang terkenal karena keindahan pantainya.

Tak lama seseorang membuka pintu rumahnya dan muncul seorang pria tampan dari balik pintu besar itu. “Jagiya~ mianhae aku terlambat.” sesal Minho yang langsung menghampiri dan memberikan Yuri kecupan hangat dipagi hari.

“Kau itu. Bagaimana kalau kita ketinggalan pesawat?” tanya Yuri yang berpura-pura kesal pada tunangannya itu. Memajukan bibir seperti anak kecil, membuatnya terlihat sangat menggemaskan dimata Minho.

Minho mencubit hidung Yuri pelan. “Kita berlibur berdua ditempat lain bisa kan?” memberikan solusi yang seperti terdengar untuk menggoda Yuri.

“Aish.. kau ini.” gadis cantik itu mencubit pelan pinggang Minho yang berhasil membuat namja itu sedikit meringis kesakitan. Tapi Minho malah tertawa setelahnya.

Disudut lain sepasang mata tanpa sengaja harus melihat kemesraan dua sejoli itu. Membuatnya iri? Tentu. Hanya bisa menarik nafasnya panjang, menghirup udara agar rasa sesak yang ia rasakan sedikit berkurang. Menahan air mata agar tak menangis melihat hal itu. “Kalau saja itu aku….” gumamnya tanpa sadar.

“Nona ada apa? Kenapa berhenti?” bingung Kyuhyun yang sejak tadi ada dibelakang Seohyun. Tangannya membawa koper yang berisi seluruh baju Seohyun. Mencoba mengikuti arah pandangan gadis itu dan akhirnya menemukan sesuatu.

Seohyun tersentak dan langsung menoleh kearah Kyuhyun. “Mwo? Ani.” Seperti salah tingkah, gadis bertubuh semampai itu melanjutkan jalannya menuruni anak tangga yang akan menghantarkannya menuju ruang tamu.

Kyuhyun hanya menunduk tanpa ingin berkomentar. Lalu mengekor dibelakang Seohyun.

“Seohyun-ah..” panggil Minho yang melihat Seohyun baru saja turun dari atas. Tersenyum memberikan keramahan pada calon adik iparnya. Sementara Seohyun hanya tersenyum tanpa ingin berbicara apapun.

Yuri yang berdiri disamping Minho juga ikut tersenyum melihat Seohyun. “Kau mau ikut dengan kami kebandara?” tawarnya. Berharap mendapat jawaban ‘iya’ dari adik bungsunya itu.

Seohyun buru-buru menolak dan memilih pergi dengan Kyuhyun. “Ani.. aku ingin Kyuhyun mengantarku saja. Dia juga akan ikut kepulau Jeju.” Jawabnya tanpa berpikir apapun. Bahkan Kyuhyun sendiri tak tau bahwa dirinya harus ikut dalam liburan musim semi itu.

“Mwo?” pelan Kyuhyun menatap Seohyun. Gadis itu hanya memberikan kode agar ia diam dan menjawab ‘iya’. “Ne nona”.

“Oh.. kalau begitu kami pergi dahulu. Sampai bertemu di Jeju nanti.” Pamit Minho yang bersiap-siap untuk membawa koper Yuri. Lalu melangkahkan kaki keluar dari rumah besar itu diiringi Yuri yang seakan tak ingin melepas genggaman Minho.

Seohyun hanya tersenyum simpul memperhatikan dua orang yang sangat disayanginya itu melangkah pergi dari ruang tamu. Merasakan dadanya sesak kembali melihat kemesraan mereka.

“Nona apa aku benar-benar ikut?” sangsi Kyuhyun yang penasaran dengan ucapan Seohyun beberapa menit lalu.

“Ne..” singkat Seohyun.

“Itu kan acara kampus anda nona. Orang sepertiku mana…” ucapan Kyuhyun terputus karena Seohyun menyelanya.

“Tenang saja. Orang-orang kaya itu juga pasti membawa pelayan pribadinya.” Jelas Seohyun.

“Geundae…”

“Aish.. kau tidak mau ikut?” Seohyun membalikkan badan menatap Kyuhyun yang seperti enggan untuk menuruti perintahnya. Kyuhyun terlihat bingung, menggaruk bagian belakangnya yang tak gatal.

“Ya sudah kalau tidak mau ikut.” Gadis itu berbalik lagi hendak meninggalkan Kyuhyun.

“Baiklah, aku ikut.” Tahan Kyuhyun yang akhirnya berubah pikiran. Ini bisa dijadikan untuk dirinya berlibur sejenak. Lagi pula hatinya sedikit terasa berat jika membiarkan Seohyun sendiri, apalagi disana juga akan ada Yuri dan Minho berduaan.

Mendengar itu, raut wajah Seohyun yang sejak tadi tak bersemangat berubah sedikit melunak. “Kajja!” ujarnya lalu melangkahkan kaki tanpa beban. Pikiran tentang Minho dan Yuri menghilang sesaat.

**my prince is you**

Kyuhyun melangkahkan kakinya menyusuri bibir pantai. Butiran pasir terasa kasar menyentuh telapak kakinya yang tak beralas. Sesekali tersenyum sambil merasakan udara malam yang menerpa tubuhnya. Angin tak bertiup kencang sehingga semilir angin itu terasa nyaman menyelimuti tubuhnya. Kedua tangannya bersembunyi dibalik kain tebal kantong jaket yang dikenakan. Musim semi yang indah di pulau yang juga sangat indah.

Setelah beberapa lama berjalan langkahnya terhenti. Mengucek-ngucek mata berharap ada yang salah dengan kedua matanya. “Mwo? Seohyun?” masih sangsi dengan seorang gadis yang duduk dipinggir pantai tak jauh dari hadapannya. Gadis itu memeluk kedua lutut mengusir rasa dingin yang dirasakan. Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk mendekati gadis itu dan memastikannya sendiri. “Nona?”

Gadis itu tersentak dan langsung menoleh kearah Kyuhyun. Menarik nafas lega karena takut yang memanggilnya adalah bukan orang (?). “Do!?”

Begitupun dengan Kyuhyun, ia juga menarik nafasnya lega melihat orang yang dipanggil adalah orang yang dimaksud. “Apa yang nona lakukan malam-malam disini?” tanyanya.

“Aku tidak suka ditempat itu. Menyebalkan. Ingin pergi mencari Yoona tapi dia bersama dengan Donghae. Jadi, aku kemari.” cerita Seohyun. Wajahnya berubah kesal lagi mengingat itu.

“Pasti karena nona Yuri dan tuan Minho?” tebak Kyuhyun yang mampu membuat Seohyun menggerutu kesal.

“Kau ini. Aku tidak ingin membahas mereka.” Seohyun reflek ingin memukul pundak Kyuhyun yang kini sudah duduk disampingnya. Tapi dengan cepat Kyuhyun bisa mengelak. Membuat Seohyun semakin kesal.

“Haha~ maafkan aku nona.” Kyuhyun menyenggol pundak Seohyun tanpa sadar bermaksud agar gadis itu tak menekuk wajahnya lagi.

“Mwo? Kau sudah berani bersikap tak sopan denganku ya?” Gadis itu menunjuk wajah Kyuhyun. Membuat namja itu sadar.

“Ah, cwesonghamnida nona.” Buru-buru Kyuhyun meminta maaf dan merutuk dirinya sendiri. Seohyun malah memalingkan wajah untuk menahan tawanya. Entah kenapa melihat wajah Kyuhyun itu ingin membuatnya tertawa.

“Kalau ingin tertawa tak perlu menahannya nona.”

Seohyun langsung menoleh kearah Kyuhyun dan memasang wajah cemberutnya lagi. “Aku tidak tertawa.” Elaknya. “Ah, ne kau bilang kau ini menyukai onnieku?” merubah topic pembicaraan agar tak membuatnya malu dihadapan Kyuhyun.

“Mwo?” Kyuhyun terkejut Seohyun bertanya seperti itu. Wajahnya mulai sedikit berseri. “Bagaimana anda bisa mengatakan hal itu nona?”

“Kalau kau benar-benar menyukainya kenapa tak merebutnya dari Minho oppa?” tanya Seohyun yang sepertinya ia tak menyadari apa yang ia tanyakan. Bagaimana ia bisa berpikir seperti itu?

“Aku menyukainya bukan dalam artian seperti itu nona. Memang benar aku mengaguminya, tapi…”

“Apa aku harus merebutnya?” pandangan Seohyun lurus kedepan. Entah apa yang ada dipikirannya.

“Nona…”

— To Be Continued —

coment yah^^

gomawo..

mian, aku cuma bisa post ff ini seminggu sekali.. *bow*

Advertisements

50 thoughts on “FF Chapter | My Prince is You #3

  1. uwaaaaaaaaaa akhirnya publish jga,,,,

    seruuuuuuuuuuuuuu !!!!

    DAEBAK chingu !!!!

    kapan ne seokyu jatuh cinta satu sama lain,,,,??
    seo udah dunk minho ga usah difikirin lagi, kan ada kyu !!!

    lanjut chingu FIGHTING !!!!!

    SEOKYU JJANG !!!!!!

  2. aduh Seo-a..lupakan saja minho…!!! kan ada Kyu yang selalu setia disampingmu….jadi lupakan saja namja itu….!!!!

    eh..chingu bikin moment romantis seokyu dong…kan mereka lagi berdua dipulau jeju…!!! he.he…jadi awal kisah mb Seo jatuh cinta ma mas Kyu gitu….!!! k..ok…*puppy eyes..^^

  3. Kapan mereka saling suka,,,chingu???

    Kasian banget seo semuanya pada suka sama yuri…….trus seo sapa yang suka dunk???g apa2 yang penting nanti seo jadi sama kyu…..

    Aq tunggu kelanjutannya Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡

  4. wuah akhirnya lanjut jug,,qo Seo msh blm bza lupain Minho ych,
    tp tenank kn ad Kyu, tar Kyu jatuh cinta kn m Seo, ych brhrap SEOKYU bersatu…^_^
    lanjutannya scepatnya

  5. udhlah seo unnie , jgn terus mratapii minyul .
    iklasin mino , kan masii ad kyu yg sllu setia disampingmu #bahasaku .
    chingu makin seru crita.a .
    update soon 🙂

  6. Woy. Ga boleh! Ngapain rebut2 minho. Ada kyu~ tapi aku masih kuatir soalnya kyu itu pelayan..
    Nah. Aku mau bilang ada yoonhae juga kok lupa terus. Hehe.

  7. seohyun eonnie udah sama kyuhyun oppa aja ya usah rebut minho oppa u,u
    seokyunya kapan jatuh cintanya chingu?
    aku baca part 4nya langsung deh ^^

  8. seonnie udah lupain minho oppa.
    biarkan minho oppa bahagia ma yuri eonnie.
    seonnie ma kyuppa aja..
    seonnie jan punya fikiran mu rebut minho.

  9. Author Keren Buanget…
    SeoKyunya Dket Banget..Nyambung Lgi…
    Trus Seonnie Mw Ngerebut minho Gitu??Trus Kyuppa Tu Suka Apa Kagum Sama Yuri eonnie???Daebak…(y)
    Gomawo…

  10. udahlah seo lupain minho kan udah ada pelayan setiamu tuh,,aku amat sangat penasaran ama kyu,dia itu bener2 hanya seorang pelayan atau nyamar jd pelayan?next baca lg 😀

comment please ^^ be a good reader....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s