FF Chapter | My Prince is You #5

seokyu

Title :My Prince is You..

Lenght : 5 of ?

Cast :

# Seohyun

# Kyuhyun

# Yuri

# Minho

# YoonA

# Donghae

# Others

— Before —

Kyuhyun berjalan memasuki lift dengan membawa segelas coklat panas ditangannya. Ia mulai menggerutu karena kebodohannya sendiri. “Aissh.. seharusnya tadi aku meminta layanan kamar saja. Jadi tidak perlu turun sejauh ini. Neon paboya Kyuhyun-ah!!” rutuknya. Apa mungkin karena tadi ia terlalu gugup saat melihat Seohyun? Entahlah, ia sendiri merasa aneh. Gugup? Ia memegangi dadanya yang terasa -berdetak lebih cepat setelah kejadian pagi ini. Pikirannya menerawang jauh, menelusuri setiap detak jantungnya. Sampai-sampai ia tak menyadari lift yang ia naiki sudah melewati dari lantai kamar hotel Seohyun bahkan sudah kembali ke looby hotel *==” dong2 nih oppa* . Ia baru tersadar saat lift kembali terbuka dan dua orang saling bergenggam tangan masuk kedalam lift.

“Do!? Bukankah kau Kyuhyun? Pelayan pribadi Seohyun.” salah satu dari dua orang itu, tepatnya seorang gadis bertanya padanya.

— Part 5 —

“Ye?” sepertinya Kyuhyun belum tersadar sepenuhnya dari lamunan tentang Seohyun.

“Ah, Choneun Yoona imnida. Dan ini adalah kekasihku, Donghae oppa.” Ujar gadis itu bangga saat memperkenalkan seseorang yang sejak tadi berdiri disampingnya.

“Annyeonghaseyo~” Donghae memberi salam setelahnya.

“Aku adalah teman baik Seohyun. Apa dia tidak pernah memberitahumu?” Tanya Yoona.

“Ah, cwesonghamnida. Pikiranku sedikit kacau.” Kyuhyun membungkuk setelah pikirannya kembali normal. “Ne.. aku pernah mendengar nona Seohyun berbicara tentangmu beberapa waktu lalu. Dia…”

“Yaa~~ kau ini seperti orang yang sedang jatuh cinta.” Sela Donghae tiba-tiba. Entah kenapa ia berucap seperti itu. Tapi jika melihat sikap-sikap yang ditunjukkan Kyuhyun tadi, ia jadi teringat dirinya beberapa waktu lalu. Saat ia mulai menyukai gadis disampingnya, pikirannya mulai menjadi aneh. Hanya ingin memikirkan gadis itu selalu.

“Mwo?” Kyuhyun mulai terlihat gelapan. Ia sendiri bingung dengan maksud ucapan Donghae. Apakah ia terlihat seperti apa yang Donghae katakan?

“Oppa, jangan menggodanya seperti itu. Lihat wajahnya sudah mulai memerah.” Yoona mencubit pelan perut namjanya.

“Anio. Aku hanya tiba-tiba teringat saat pertama kali aku menyukaimu.” Kini giliran wajah Yoona yang memerah setelah mendengar jawaban Donghae.

“Jangan mendengarkannya, dia memang orang yang seperti itu.” Yoona berbisik pada Kyuhyun yang membuat Donghae menampakkan wajah sedikit cemburu. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum layaknya orang bodoh, sesungguhnya ia tak mengerti apa yang dua orang itu bicarakan sejak tadi.

“Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan.” Kyuhyun menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya. Memang benar ia tak mengerti pembicaraan sepasang kekasih itu.

“Lupakan saja. Ah ne, bagaimana keaadaan Seohyun sekarang? Aku belum sempat melihatnya, tapi tadi kami sudah berbicara melalui telepon.” Yoona akhirnya memilih untuk mengganti topic pembicaraan.

“Nona sudah lebih baik sekarang. Ah ne, aku harus segera menemui nona. Sepertinya dia sudah menunggu coklat panas ini sejak tadi. Annyeong.” Kyuhyun langsung memohon pamit setelah sadar pintu lift akan kembali terbuka, walau tak sadar sekarang ia ada dilantai berapa.

“Cogiyo~” saat Kyuhyun keluar, Yoona dan Donghae mengekor dibelakangnya. Pikiran sepasang kekasih itu sama, sehingga saat memanggil Kyuhyun pun berbarengan.

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah mereka. “Ye?”

“Bukankah kamar Seohyun ada dilantai 6?” Tanya Yoona perlahan.

Kyuhyun hening sesaat memikirkan pertanyaan Yoona itu. Lantai 6? Matanya mulai menelusuri setiap jengkal bangunan didekatnya, mencari sesuatu yang mampu menjawab pertanyaan yang ada diotaknya. Ia kembali mengarahkan matanya disekitar area lift. 8?? Ya, itulah angka yang terpampang cukup besar disalah satu dinding didekat lift. “Sepertinya aku melewati lantai enam.” Kyuhyun terkekeh dengan wajah bodohnya.

Sementara itu, Yoona dan Donghae saling memandang. Hanya mereka yang tahu arti pandangan itu.

“Yaa!! Aku harap kau berhasil. Agar tak membuatmu bingung seperti ini lagi.” Donghae kembali bersuara menyampaikan pendapatnya. Ucapan itu mampu membuat Kyuhyun mengerutkan alisnya tak mengerti.

“Sudah jangan mendengarkannya.” Pesan Yoona yang merasa sedikit aneh dengan sikap Kyuhyun. “Oppa kau ini!” gadis itu lalu menyipitkan mata kearah namjanya, membuat Donghae memilih untuk diam.

“Ne.. aku mohon pamit.” Ucap Kyuhyun yang ingin segera pergi sebelum ia mendengar perkataan-perkataan aneh lagi. Ia berputar arah mencari jalan menuju tangga darurat, jika menunggu lift pastinya akan menunggu lagi.

**my prince is you**

“Kau ini kemana saja? Hanya membeli minuman saja tapi tak kunjung datang.” Suara Seohyun sedikit berteriak ditelinga Kyuhyun. Tentu saja, gadis itu marah. Hampir satu jam namja itu tak muncul membawa coklat panas pesanannya.

“Cwesonghamnida. Tadi ada sedikit masalah, nona.” Kyuhyun menunduk. Hanya itu alasan yang mampu ia buat.

Seohyun menatap Kyuhyun dari atas sampai bawah, ia bingung melihat sikap namja itu. Setelah sebelumnya cerewet sekarang ia jadi lebih diam. “Kau kenapa? Ada masalah apa?” Tanya gadis itu melunak.

“Ye? Ah, anio. Gwenchanayo.” Singkat Kyuhyun. “Ini coklat panas anda. Cepatlah diminum.”

Kini, gelas yang berisi coklat panas ada digenggaman Seohyun. Gelas itu sudah tidak panas lagi. Gadis itu akhirnya meletakkan gelas itu dimeja yang berada didekatnya.

“Kenapa tidak diminum?” Tanya Kyuhyun yang melihat Seohyun meletakkan gelas itu.

“Sudah tidak panas lagi. Pasti tidak enak jika diminum.”

“Jinja?? Kalau begitu aku akan memesannya lagi.” Kyuhyun hendak pergi sebelum Seohyun berusaha menahannya.

“Tidak perlu, nanti saja aku minta layanan kamar.”

“Baiklah. Kalau tidak ada lagi, aku ingin kembali kekamar.” Pamit Kyuhyun.

“Changkkaman!!”

“Ye?”

“Tolong belikan aku obat cuci perut.” Ujar Seohyun agak ragu. Sementara Kyuhyun terlihat sedikit bingung.

“Anda baik-baik saja, nona?” Tanya Kyuhyun.

“Ak..ak..aku baik saja.” Elak Seohyun sedikit terbata.

“Lalu untuk apa obat itu?”

“Sudah belikan saja!! Kenapa kau ingin tau urusanku?” karena terlalu gugup, Seohyun jadi terdengar seperti berteriak.

“Baiklah..”

“Nanti malam jam 8 kau berikan obat itu padaku. Aku tunggu ditaman dekat pantai.” Beritahu Seohyun sebelum Kyuhyun pergi. Sekali lagi Kyuhyun hanya mengangguk tanpa berbicara banyak.

Setelah Kyuhyun pergi, Seohyun terdiam. “Apa yang aku lakukan?” tanyanya pada dirinya sendiri. Pikiran dan hatinya seperti tak sejalan. Ia bingung kenapa tiba-tiba terlintas pikiran itu.

**my prince is you**

Minho memperhatikan lampion-lampion kecil disekitarnya lalu sesekali melirik jam ditangannya. Waktu berputar terasa sangat lama baginya. Mengetuk-ngetuk meja dihadapannya sambil terus tersenyum. Inilah surprise yang ingin ia siapkan untuk Yuri, gadis yang sangat ia cintai didunia ini. Makan malam romantic diatas sebuah tebing tinggi dengan lampion-lampion kecil yang menerangi tempat itu. Suara deburan ombak yang menghantam bagian bawah tebing menambah warna lain dari suasana malam itu. Selain lampion-lampion itu, bintang yang ada dilangit malam itu menjadikan tempat itu lebih romantic.

Tak berapa lama terlihat langkah seorang gadis yang kikuk. Dengan long dress yang dikenakan ia terlihat tak leluasa berjalan melewati bebatuan karang agar sampai ditempat yang dituju. High heels yang ia gunakan pun akhirnya ia jinjing dikedua tangannya. “Jangan-jangan supir itu salah membawaku kemari. Minho kan ingin kami untuk makan malam. Kenapa ketempat seperti ini?” eluh Yuri yang belum sadar keberadaannya dapat terlihat oleh Minho.

Dari tempatnya berdiri, Minho hanya terkekeh melihat tunangannya itu. Perlahan ia bangun dan melangkahkan kakinya untuk menyambut Yuri. “Jagiya~~”

“Oppa!?” sadar Minho ada dihadapannya, gadis itu langsung menyembunyikan high heels yang ia bawa kebelakang punggungnya. Untung saja, long dress yang ia kenakan mampu menutupi bagian kakinya yang bertelanjang tanpa alas. Setidaknya ia merasa lebih baik dihadapan Minho dengan pakaiannya seperti itu.

Minho kembali terkekeh melihat tingkah Yuri itu. Dalam pikirannya ia merasa gadisnya itu adalah gadis yang paling lucu yang pernah ia kenal.

“Kenapa tertawa?” wajah Yuri berubah cemberut melihat Minho yang justru terkekeh bukannya menolongnya ataupun melakukan hal yang biasa yang ia lakukan saat mereka bertemu.

“Bukankah aku sudah mengatakan untuk menggunakan pakaian yang sederhana. Tidak perlu menggunakan heels seperti itu.” Minho berusaha menahan tawanya saat melihat wajah Yuri sudah mulai cemberut.

“Kau kan bilang kita akan makan malam. Bukan ketempat seperti ini. Jadi aku berdandan layaknya jika kita pergi makan malam bersama.” Yuri terlihat mulai kesal. Ia menurunkan heelsnya lalu mulai memakainya lagi. Tidak perduli kakinya yang terasa sakit karena sebelumnya ia menggunakan heels melewati bebatuan itu.

“Kalau sakit tidak perlu menggunakannya lagi. Kau tetap sempurna walaupun tanpa menggunakan heels.” Minho berjongkok lalu melepaskan heels yang membuat kaki gadis yang ia cintai terasa sakit. Melihat itu Yuri hanya bisa terdiam, jujur ia masih merasa kesal. “Naiklah.” Setelah melepaskan heels itu, Minho menawarkan punggungnya pada Yuri.

Sebuah senyum simpul terukir diujung bibir Yuri. Sikap Minho yang seperti ini yang selalu membuatnya tambah mencintai pria yang sudah sejak kecil ia kenal itu. Tanpa pikir panjang, gadis itu menaiki punggug Minho yang bidang.

“Kau ini makin berat. Apa berat badanmu bertambah?” goda Minho agar wajah Yuri tak cemberut lagi.

“Menyebalkan. Kalau tidak ingin menggendongku, turunkan saja aku. Aku bisa berjalan sendiri.” Mendengar Minho mengomentari berat badannya, Yuri menjadi sedikit sensitive.

“Kau ini sedang bulanan (?) ya? Tidak bisa diajak bercanda. Aku akan menurunkanmu, tapi sebentar lagi.”

Yuri hanya mendengus pelan tidak ingin menjawab pertanyaan Minho. Ia hanya tidak ingin terjadi pertengkaran hanya karena masalah kecil seperti ini.

“Kita sudah sampai.” Tak butuh waktu lama mereka berdua sampai ditempat yang diinginkan oleh Minho. Yuri dibuat lebih terkejut dengan pemandangan dihadapannya. Sebuah meja dengan dua buah kursi yang mengelilingi dan lampion-lampion kecil yang tertata rapi disekitarnya. Lampion-lampion itu akan terlihat seperti bintang yang tumbuh diatas tebing jika kita melihatnya dari sudut lain jauh dari tebing itu, terlihat sangat indah.

“Oppa..” Yuri jadi merasa bersalah setelah melihat semua yang disiapkan sendiri oleh Minho itu. Matanya berkaca-kaca melihat semua dihadapannya, mulutnya seakan terkunci.

“Makan malam tidak harus direstaurant dan tampat-tempat berkelas kan. Seperti ini justru akan lebih indah.” Minho perlahan menurunkan Yuri didekat kursi yang sudah disiapkan untuk gadis itu. “Silahkan duduk, tuan putriku.” Namja itu kini menarik kursi dan mempersilahkan Yuri untuk duduk.

“Apa aku merusak acara malam ini oppa?” Tanya Yuri ragu yang masih merasa bersalah.

Minho tersenyum tenang menanggapi pertanyaan tunangannya. “Anio. Aku yang salah. Seharusnya aku memberitahumu situasi ditempat ini.”

“Oppa..” Yuri menatap Minho yang masih dengan senyumnya itu. “Gomawoyo. Mianhae..”

“Kenapa meminta maaf?” Tanya Minho yang masih terlihat tenang.

“Choneun…”

“Ah, sudahlah.. kita mulai makan saja. Bagaimana?” potong Minho yang tak ingin membuat Yuri terus merasa bersalah.

“Ne..”

“Tapi ada satu lagi yang ingin aku tunjukkan padamu.” Kata Minho mampu mengalihkan perhatian Yuri dari peralatan makan yang baru saja ada ditangannya.

“Apa?”

“Kita lihat saja besok, setelah acara berkuda.” Ujar Minho membuat Yuri mengerutkan kening.

“Ada apa? Jangan membuatku semakin penasaran.” Desak Yuri karena merasa Minho menyembunyikan sesuatu.

“Hmm..” Minho terlihat seperti berpikir. “Kita lihat saja besok.” Sambungnya, membuat Yuri yang tadinya bersiap untuk mendengarkan dengan seksama mendengus pelan. Sementara Minho hanya tersenyum puas.

Kebersamaan dimalam itu seakan menjadi malam yang paling indah diantara mereka. Yuri berusaha menahan rasa penasarannya akan surprise yang ingin Minho berikan lagi padanya. Sepertinya ia memang harus bersabar demi tunangannya yang selalu memberikan kejutan untuknya itu.

 **my prince is you**

Seohyun mengetuk-ngetuk meja tempatnya bertopang dagu kini. Sesekali mengembungkan pipi menandakan ia sedang bosan. Ketukan jarinya seperti penanda waktu yang terus berputar. Baru beberapa menit gadis itu duduk  disebuah meja yang berhadapan langsung dengan laut, tapi baginya seperti sudah berjam-jam. Meski deburan ombak yang terlukis dipenglihatannya begitu indah, tetap saja tak merubah isi hatinya yang ia sendiri tak mengerti seperti apa saat ini. Hari ini terasa sangat melelahkan, lebih lelah dari hari-hari sebelumnya. Bagaimana harus bersikap dengan Yuri, lalu Minho yang entahlah, ucapan Jessica yang mau tak mau menjadi pikirannya dan Kyuhyun… Kyuhyun??

“Aish.. apa yang aku pikirkan??” gadis itu menggeleng-gelengkan kepala membuang jauh pikirannya setelah nama Kyuhyun terlintas. Terasa aneh tiba-tiba teringat nama itu. Ia terdiam, kembali memikirkan sesuatu. Menyusuri detak jantungnya yang terasa konyol baginya. “Hahaha.. itu tidak mungkin. Ya, tentu saja.”

“Kau kenapa, nona?” Suara Kyuhyun itu mengejutkan Seohyun. Gadis itu terlonjak lagi karena sesuatu tentang Kyuhyun, kali ini orang itu ada dihadapannya.

“Yaa!! Kau mengejutkanku!” teriak Seohyun tanpa sadar. Entah itu karena ia benar-benar terkejut atau karena salah tingkah.

“Mianhanda. Aku hanya khawatir melihatmu tertawa sendiri seperti tadi.” Jelas namja itu apa adanya.

Sementara Seohyun sibuk dengan dirinya sendiri sehingga tak memperhatikan ucapan Kyuhyun. Mengontrol dirinya agar tak terlihat aneh dihadapan Kyuhyun.

“Nona?”

“Ye??” Seohyun benar-benar terlihat seperti orang linglung kini.

“Gwenchanayo?”

“Ne, gwenchana. Waeyo?” kini gadis itu berbicara seolah-olah tak ada yang salah dengan dirinya. “Ah ne, kenapa kau lama sekali. Sudah hampir sejam aku duduk disini seperti orang bodoh.” Seohyun mengalihkan topic pembicaraan. Didalam pikirannya itu lebih baik.

“Aku bahkan datang setengah jam lebih awal dari yang kau minta.” Kyuhyun melirik sekilas jam tangannya. Ia datang tepat waktu bahkan lebih awal.

“Mworago?” Seohyun tercengang sendiri mendengar jawaban Kyuhyun. Gadis itu menggigit pelan bibir bawahnya, kali ini ia merasa benar-benar telah bersikap seperti orang bodoh. ‘ada apa dengan kau Seohyunnie?’ batinnya.

“Baiklah. Lupakan. Sekarang mana obat yang aku minta?” Tanya Seohyun lagi-lagi untuk mengalihkan pembicaraan.

“Ige.” Kyuhyun menyerahkan obat yang diminta Seohyun. Saat itu pula ia dapat melihat wajah Seohyun lebih jelas dari sebelumnya. Wajah itu membuatnya menjadi aneh seharian ini.

“Kenapa melihatku seperti itu?”

“Ah, ani. Kalau aku boleh tahu untuk apa nona membeli obat itu? Apa nona masih merasa sakit?” Tanya Kyuhyun.

Seohyun tersentak mendengar pertanyaan itu. Ia menelan dalam ludahnya, memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan. “Itu bukan urusanmu.” Hanya itu jawaban yang mampu ia berikan.

“Mianhanda.” Ucap Kyuhyun merasa telah mencampuri urusan gadis itu. “Apa tidak ada lagi yang bisa aku bantu, nona?”

“Hmm.. tidak. Sekarang kau boleh pergi.”

“Ne..” Kyuhyun membungkukkan badannya memohon pamit. Melihat hal itu Seohyun seperti tak rela.

“Cogiyo..” tahan Seohyun sebelum Kyuhyun berlalu.

“Ye?”

“Malam ini kau tidak ada kegiatan lain kan? Bagaimana kalau kita berjalan-jalan dipantai. Aku merasa bosan jika harus berada dikamar sendiri. Yoona pasti saat ini sedang bersama dengan Donghae oppa. Yuri onnie juga pasti dengan Minho oppa. Tidak ada lagi temanku.” Ujar Seohyun panjang lebar agar tak terlihat jelas ia seperti meminta.

Sebuah senyum tiba-tiba muncul dikedua sudut bibir Kyuhyun. Tanpa pikir panjang ia langsung mengiyakan ajakan Seohyun. “Ne.”

Tak berbeda jauh dengan Kyuhyun, Seohyun juga menunjukkan ekspresi yang sama mendengar jawaban itu. Memang jawaban itu yang ingin ia dengar. “Baiklah. Tunggu aku ditempat semalam kita bertemu. Aku ingin kembali kekamar untuk mengambil ponselku.” Gadis itu bangkit dari tempat duduknya sambil mengusapkan tangannya. Mungkin karena tadi ia tenggelam, hembusan angin kian lama terasa dingin menerpa tubuhnya.

“Nona, chakkamaneyo.” Ujar Kyuhyun, mampu membuat Seohyun menahan langkahnya. “Kenakan ini agar tak terasa dingin.” Namja itu melepaskan jaketnya yang cukup tebal. Lalu meminta Seohyun memakainya.

“Gomawoyo.” Kata Seohyun lembut. Setelah mengenakan jaket itu memang hembusan angin tak lagi terasa dingin lagi. Cukup untuk menghangatkan tubuhnya yang sejak tadi kedinginan.

**my prince is you**

Seohyun berjalan memasuki sebuah bagunan yang sepenuhnya terbuat dari kayu-kayu, terlihat seperti sebuah peternakan. Ucapannya pada Kyuhyun tadi berbeda dengan keadaan sekarang. Nyatanya gadis itu bukan berjalan kembali kehotelnya tetapi kesebuah tempat dimana kuda-kuda yang akan mereka naikki keesokkan hari tinggal. Ia berjalan dengan ragu sambil sesekali melihat kuda-kuda yang sudah ia lewati.

“Nona Choi.” Seseorang tiba-tiba menegurnya dari arah berlawanan. Gadis itu meluruskan pandangannya dan menemukan seseorang lengkap dengan pakaian berkuda tengah tersenyum padanya.

“Pak Kim.” Seohyun membalas senyum pria berperawakan tenang itu.  Pria itu adalah orang yang menjaga tempat ini sehari-hari. Pak Kim, begitu pria itu sering disebut, memang cukup dekat dengan keluarga Seohyun.

“Apa kabar nona?” Tanya Pak Kim ramah.

“Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?”

“Seperti yang terlihat. Aku akan selalu baik jika berada didekat mereka.” Jawab Pak Kim dengan gaya khasnya selama ini sambil menunjuk kuda-kuda disekitarnya. Memang pria itu mencintai kuda-kuda yang ia rawat lebih dari apapun. “Lalu bagaimana dengan orang tuamu?”

“Mereka juga baik, hanya saja terlalu sibuk sehingga tak pernah mengunjungi tempat ini lagi.”

Pak Kim tertawa renyah (?) mendengar jawaban Seohyun seperti itu. “Tidak apa-apa. Nanti saat tidak sibuk aku akan memaksa mereka untuk datang.”

Seohyun hanya mengangguk sambil tertawa kecil menanggapinya.

“Ah, kau pasti kemari untuk menemui King kan?” Tanya pak Kim. King adalah kuda kesayangan Seohyun dan Yuri sejak kecil. Kuda berwarna coklat tua itu adalah kado tahun baru pemberian orang tua mereka, bahkan Siwon sering merasa iri karena adiknya mendapatkan kuda itu. Sebenarnya, sejak awal itu adalah milik Seohyun sampai akhirnya kuda yang Yuri miliki meninggal akibat kecelakaan saat mereka kecil. Sejak saat itulah Seohyun mau membagi kudanya bersama dengan Yuri. Dulu mereka sering pergi berkuda bersama dengan King.

“Ne. Aku merindukannya.” Ucap Seohyun sambil terkekeh. Lalu tak lama Pak Kim membawanya kesebuah kandang tak jauh dari tempat mereka berdiri kini.

“Ini dia.” Pak Kim berhenti didepan sebuah kandang kuda berwarna coklat tua. Lalu menunjukkan kuda itu pada Seohyun.

“Omoo.. aku merindukanmu King. Kau terlihat lebih gagah sekarang.” Seohyun berjalan mendekati King yang sepertinya sudah paham akan kehadiran gadis itu. Ia mengelus-ngelus kepala King yang menyembul keluar dari kandangnya, kuda itu pun terlihat nyaman dengan tangan Seohyun pada dirinya. Terlihat sekali mereka menyayangi satu sama lain.

“King tidak pernah seramah ini dengan orang lain.” Sela Pak Kim tiba-tiba. Seohyun tersenyum sambil tetap mengelus-elus kepala King.

“Apa makannya baik selama ini?”

“Tentu saja. Selama aku yang mengurusnya ia akan selalu bertambah sehat.”

“Aku percaya itu. Pantas saja ia terlihat lebih gemuk.”

Pembicaraan mereka seputar kuda terus berlanjut sampai akhirnya seseorang muncul diantara mereka untuk mencari Pak Kim. Sepertinya orang itu merupakan salah satu pekerja dipertanakan kuda ini.

“Maaf nona. Sepertinya aku harus meninggalkamu. Salah satu kuda disini sepertinya mengalami cidera. Jadi aku harus memeriksanya terlebih dahulu.” Jelas Pak Kim yang mendapat anggukan dari Seohyun.

“Ne.. Aku tidak apa-apa jika sendiri.”

“Baiklah. Selamat malam.” Pak Kim memohon diri dan berjalan perlahan menyusuri lorong hingga tak terlihat lagi(?).

Setelah Pak Kim pergi, Seohyun kembali sibuk dengan kudanya. Tak lama, ia menatap kuda itu dengan rasa bersalah. “Jahat sekali jika aku melakukan ini padamu.” Ia mengambil sebuah bungkusan yang tadi ia letakkan dikantong jaket Kyuhyun. Pikirannya berputar tentang kenangannya selama ini dengan King. Kuda itu dan Yuri adalah hal yang sama-sama penting baginya. Gadis itu menunduk, membuat air mata yang sepertinya tertahan entah sejak kapan jatuh dengan mudah. Pikiran ini membuatnya merasa sulit untuk bernapas. Kenapa harus itu yang terlintas dipikirannya? “Mianhanda.” Lirihnya ditengah isakan itu.

**my prince is you**

“Yaa!!!” Seohyun menghampiri Kyuhyun yang tengah terduduk ditepi pantai memainkan pasir-pasir disekitar. Ia menepuk pundak Kyuhyun hingga membuat namja itu terkejut. Lalu mengambil posisi duduk disamping namja itu.

“Nona, kau mengejutkanku.” Kyuhyun mengelus dadanya perlahan sambil memberi tatapan tajam pada Seohyun. Melihat itu Seohyun hanya mengembungkan pipinya.

“Kau juga sejak tadi selalu membuatku terkejut.” Ujar Seohyun membuat pembelaan diri untuk dirinya sambil membersihkan kedua tangannya dari pasir yang menempel.

“Memang apa yang aku lakukan? Kau saja yang sejak tadi tidak berkonsentrasi. Tertawa sendiri. Untung aku yang melihatnya. Bagaimana kalau orang lain?”

Mendengar perkataan Kyuhyun, Seohyun hanya meniyipitkan mata. Ia terus menatap Kyuhyun dan memikirkan sesuatu.

“Kenapa menatapku seperti itu?” Tanya Kyuhyun yang merasa risih dengan tatapan Seohyun.

“Sejak kapan kau berbicara informal seperti itu padaku?”

“Ye? Ah, cwesonghamnida nona.” Ucap Kyuhyun yang baru menyadari kesalahannya. Ia menunduk, merutuk dirinya sendiri.

“Sudahlah lupakan. Aku rasa itu lebih baik. Tidak perlu berbicara terlalu formal padaku. Aku lebih nyaman jika seperti ini. Lagipula kau lebih tua dariku kan. Rasanya aneh jika mendengar kau berbicara formal sementara aku tidak terlalu formal.”

“Hey, jangan mengatakan aku tua dengan ekspresi seperti itu. Kau dan aku hanya berbeda 3 tahun.” Kesal Kyuhyun yang melihat ekspresi Seohyun sebelumnya. “Tapi walaupun seperti itu. Aku tidak bisa jika harus berbicara informal padamu.” Lanjutnya.

“Hmm.. baiklah kalau begitu kita buat perjanjian.” Saran Seohyun dengan suatu pikiran didalam otaknya. Ia menatap Kyuhyun sambil tersenyum berharap mendapat anggukan dari namja itu.

“Perjanjian?” Kyuhyun justru terlihat bingung.

“Perjanjian jika dihadapan orang lain kau harus bersikap formal. Tetapi jika kita hanya berdua seperti saat ini, kita bersikap layaknya kita berteman. Eotte?”

“Hmmm..” bukannya megutarakan pendapatnya, namja itu justru berpura-pura seakan ia sedang berpikir. Membuat Seohyun jadi tak sabar menunggu jawabannya.

“Lama sekali hanya mengatakan iya.” Seohyun memajukan bibirnya seperti anak kecil. Sekilas Kyuhyun melihat ekspresi wajah Seohyun itu, lucu sekali.

“Ada apa? Sepertinya malam ini kau terlihat sangat bahagia?” Tanya Kyuhyun karena merasa Seohyun berubah dari sebelumnya. Baru kali ini gadis itu terlihat seperti gadis-gadis ceria lainnya. Selama ini ia lebih banyak melihat Seohyun yang pendiam dan selalu menjaga sikap jika dihadapan orang lain, bahkan pada dirinya terkadang gadis itu bersikap dingin.

“Mwo? Apa aku terlihat seperti itu?” Seohyun tersenyum dan mencoba melihat perubahan pada dirinya seperti yang Kyuhyun katakan. Memang, ia merasa ada sesuatu yang baru saja lepas darinya. Seperti sesuatu yang pergi dan membuatnya merasa lebih nyaman dengan kondisi seperti itu.

Kyuhyun mengangguk mengiyakan pertanyaan Seohyun. “Benar. Tapi masih ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu.” Raut wajah namja itu berubah menjadi serius membuat Seohyun mengerutkan keningnya.

“Apa?” Tanya Seohyun perlahan.

Dengan sedikit ragu Kyuhyun akhirnya menanyakan sesuatu yang sejak tadi ada dalam otaknya. “Obat pencuci perut itu untuk apa?”

Seohyun terdiam sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Kyuhyun itu. Wajahnya terlihat lebih tenang dari sebelumnya saat Kyuhyun menanyakan hal yang sama. “Jangan tanyakan itu lagi. Aku tidak ingin mengingatnya.”

“Baiklah..” tahu jawaban Seohyun seperti itu, ia hanya memilih untuk diam agar suasana tak berubah menjadi kaku lagi.

Seohyun tersenyum simpul sambil sesekali melirik kearah Kyuhyun yang memandang lurus jauh kelaut. “Kau percaya padaku?” Tanya gadis itu tiba-tiba.

“Mwo?”

— To be Continued —

castnya banyak yg bingung,, sama seperti author yg bingung sendiri ama ceritanya #plakk… hahahaha

tinggalin comment ya.. biar author tau letak kekurangan dari ff ini.. 🙂

thanks for reading.. 😀

annyeong^^

Advertisements

53 thoughts on “FF Chapter | My Prince is You #5

  1. Akhirnya ada juga
    Bagus chigu
    Yuri-minho!! Seohyun-kyuhyun!!
    Seokyu udh lebih deket 🙂
    Tp seo kyk nyembunyiin sesuatu
    Lanjut yah chingu

  2. Annyeong author
    Aku new reader d sni jd aku bru sempet coment
    Salam kenal. 😀
    Aku dh bca dr part 1 mpe sini
    Ceritanya keren koq
    Cma msh penasaran aj itu obat pencuci perut msa mw d ksh ke kuda mw bwt ap?
    Author d tunggu kelanjutanya ya

  3. Annyeong, saya reader bru..
    Ff nya keren bgus, and seru.. Mian langsung komen di part ini, cs udh ketinggalan agak jauh.
    Seo kemakan omongannya sicca jdi jahat..
    Lanjuttt

  4. annyeong, saya reader baru,,,
    salam kenal, kapan nic’h dilanjut ff’nya,,,
    keren bangeeet..
    udah gak sabar nunggu..
    pngen tau crita slanjutnya..^^
    lanjut yaaa…?//
    gomawo,,..

  5. lanjuttt authorrr,,,bkin endingnya seindah mungkin,,klw perlu minyul seokyu merit bareng haha suka suka suka bgd bgd sm ceritanya,,apalagi liat minyulll xixixixi

  6. annyeong author,, ak reader bru lho! hhe XD
    ak blm baca smua part’a, tp udh lmyan nymbung sih, n’ mian bru komen d part ini : D
    wah..seo msh suka y sm minho?
    kyu sbnernya suka ga si sm seo? mdh2an iya : )
    ayo seokyu brsatu(?) XD #plak
    trs seo ngsih obat pncuci perutnya ke siapa? jgn2 dksih ke kudanya biar bsok yuri ga bs berkuda
    jadiii penasaran, dtnggu update’a ya thor, hwaiting! ^^

  7. annyeong hasseo~ aku pengunjung baru di blog ini.. hyora imnida ^^
    aku sudah baca yang dari part awal… dan dan dan ceritanyaa huaaaaa aku sukaaa~~~~ >,<
    feel nya kerasa banget pas seohyun bareng kyuhyun~ asa sweet banget gitu kekekekeke 😀
    cie cie cieee kyuhyun dan seohyun udah mulai sadar sama2 suka yaaaa ihihihihihihi
    mereka lucu sekali kalo lagi berudua kyaaaa cute ehehehehe
    lanjutannya ditunggu ^^

  8. yei.. seokyunya makin deket aja.
    seneng.. akhirnya seonnie kembali sperti smula..udah mulai ketawa.
    seokyu jjang

comment please ^^ be a good reader....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s