FF SiFany | A Beautiful Day

sifany-a beautiful day

Title : A Beautiful Day

Author : @tikaHyunnie407 *me*

Lenght : One Shoot

Cast :

# Tiffany

# Siwon

# Girls Generation

— A Beautiful Day —

Tiffany mengunyah roti panggang yang ada dimulut dengan wajah yang sedikit ditekuk. Cerahnya minggu pagi tak mampu membuat hati gadis bermata indah itu secerah pagi ini. Matanya sibuk memperhatikan setiap gerak beberapa gadis disekelilingnya, tak satupun ada yang menoleh padanya. Mulai dari ‘adik’ terkecil yang dengan serius memperhatikan setiap ucapan seseorang yang dipanggil ‘kakak’.

“Seohyun-ah..” Tiffany memanggil pelan’adik’ yang duduk dimeja makan yang sama dengannya.

“Ssstt.. Onnie nanti saja kita bicaranya!” adik yang bernama Seohyun itu hanya menoleh sesaat lalu kembali pada ‘kakak’ dihadapannya. Walau dengan nada suara lembut tetep saja membuat gadis itu mendengus.

“Kalian itu sedang membicarakan apa? Sampai-sampai seperti tak merasa aku ada disini?” gerutunya. “Yuri-yah..” kini beralih pada seseorang dihadapan Seohyun.

“Mwo?” Yuri menoleh, menghentikan sementara perbincangannya dengan Seohyun.

“Kau sedang mengajarkan apa pada Hyunnie? terlihat serius sekali.”

“Hari ini kencan pertama Seohyun dan Kyuhyun oppa. Dia terlihat begitu gugup jadi aku memberinya sedikit tips. Hahaha..” cerita Yuri yang mampu membuat wajah Seohyun memerah.

“Jinja?” Tanya Tiffany pada Seohyun untuk memastikan. Ia bisa melihat wajah ‘adik’nya tengah bersemu, mungkin karena ini adalah kencan pertama dengan seseorang yang sudah lama disukai. “Chukaeyo~”

“Gomawoyo onnie.” Seohyun tersenyum, dukungan dari semua ‘kakak’ nya mampu menenangkan hatinya yang seperti berdegup tak karuan.

“Ya sudah, kita lanjutkan lagi.” Yuri mengalihkan perhatian Seohyun, lalu mulai asik dengan pembicaraan mereka lagi. Melupakan Tiffany yang sebenarnya ingin ikut dalam pembicaraan mereka.

Tiffany lalu kembali dengan ‘dunianya’ dan roti panggang ditangannya. Mengunyah kembali rotinya dengan pelan seakan sedang mengunyah karet yang butuh waktu sangat lama untuk menelannya. Pagi itu membuat gadis itu benar-benar merasa bosan. Sekilas ia melirik handphone yang sejak awal didekatnya. Berharap handphone itu berdering atau setidaknya ada satu pesan masuk dari seseorang yang ia harapkan. Hanya mendengus pelan setelah tau handphone itu seperti benda mati yang sudah tak bisa menimbulkan suara ataupun getaran lagi.

“Hyoyeon-ah kau menemukan gerakan baru untuk dance kita ya?” Tiffany akhirnya memilih untuk melupakan handphonenya dan menyapa seseorang yang kini tengah asik meliuk-liukkan badan membentuk beberapa tarian. Sejak keluar dari kamar, Hyoyeon terlihat serius mengingat-ingat gerakan dance yang semalam sudah ia praktekkan.

“Ah, anio.” Hyoyeon menghentikan kegiatannya lalu berjalan kearah meja makan untuk mencari orange juice yang sudah terisi penuh didalam sebuah gelas berukuran sedang. “Hari ini aku dan Eunhyuk oppa ingin berlatih bersama. Jadi, aku ingin memperlihatkan gerakan baru yang kutemukan padanya. Agar tak lupa aku mencoba-cobanya lagi.” Jelasnya setelah berhasil meneguk orange juice itu. Wajahnya sama seperti Seohyun, bersemu merah saat bercerita tentang orang yang disukai.

“Oo..” Tiffany hanya membentuk huruf ‘o’ pada mulutnya setelah mendengar penjelasan Hyoyeon.

“Aku ingin bersiap-siap kekantor SM. Eunhyuk oppa akan menjemputku sebentar lagi.” Kata Hyoyeon lalu melangkah meninggalkan ruang makan dan tentunya Tiffany.

Setelah Hyoyeon pergi dan luput dari pandangannya, Tiffany kembali pada roti panggang ditangannya. Sepertinya hanya roti yang menjadi temannya pagi itu, setidaknya hanya roti yang setia menemaninya sejak tadi. Sesaat perhatiannya beralih pada Yuri dan Seohyun yang masih sibuk dengan pembicaraan mereka.

“Fany-ah, apa kau melihat anting kelinciku?” entah darimana seseorang tiba-tiba muncul dan memanggil Tiffany. Ia terlihat seperti sedang mencari sesuatu. Wajahnya terlihat sedikit kacau karena merasa kesal tak berhasil menemukan apa yang dicari.

“Anting kelinci? Yang milikmu dan Leeteuk oppa itu?” Tiffany berusaha mengingat benda yang ditanya oleh Taeyeon, temannya yang juga merupakan leader didalam grup.

“Ne.” Taeyeon mengangguk bersemangat. “Aku membawanya satu dan Leetuk oppa juga membawanya satu.” Ia memperjelas tentang antingnya lagi, berharap dari penjelasannya, Tiffany tau dimana keberadaan antingnya.

“Hmm..” Tiffany terlihat berpikir lagi membuat Taeyeon semakin penasaran.

“Kau melihatnya tidak?” Tanya Taeyeon lagi.

Tiffany masih terlihat berpikir, mengingat-ingat sepertinya ia pernah melihat benda yang dimaksud. “Bukankah Leeteuk oppa yang membawanya?”

“Mwo? Bukankah tadi aku sudah bilang Leeteuk oppa juga membawa satu.”

“Anio.. maksudku sepasang anting itu Leeteuk oppa yang membawanya.”

Taeyeon memikirkan kembali ucapan Tiffany, mengingat kembali kapan terakhir kali ia mengenakannya. Tak lama gadis manis itu menepuk keningnya sendiri, teringat sesuatu. “Benar.. Kenapa aku bisa melupakannya ya? Hahaha..”

“Kau ini!?” Tiffany hanya memasang wajah tak percaya pada Taeyeon. Ia hendak berbicara lagi ketika Taeyeon sudah berlari meninggalkannya.

“Akan kutanyakan pada Leeteuk oppa..” ujar Taeyeon terburu-buru lalu meninggalkan Tiffany begitu saja.

“Ada apa dengan Taeyeon-ssi?” seorang gadis yang terlihat masih lengkap dengan piyamanya baru saja keluar kamar dan sempat memperhatikan Taeyeon bertanya pada Tiffany. Jika dilihat dari pakaiannya pasti gadis itu baru kembali dari ‘dunia kapuk’ nya. Dasar ‘sleepy sica’, panggilan yang sering ditujukan untuknya.

“Dia mencari anting couplenya dengan Leeteuk oppa.” Jelas Tiffany. Jessica hanya mengangguk lalu menarik kursi dihadapan gadis itu dan ikut menikmati roti panggang bersama setelah berhasil meneguk segelas susu hangat yang sudah tersedia diatas meja makan. Akhirnya gadis itu memiliki teman untuk berbicara.

“Hari ini kau tidak pergi dengan Siwon oppa?” Tanya Jessica sambil mengunyah pelan roti panggang dimulutnya.

Tiffany mengembungkan pipinya seraya menggelengkan kepala. “Siwon oppa masih melanjutkan shootingnya hari ini di Busan. Lalu kau sendiri?”

Jessica tiba-tiba tersenyum mendengar pertanyaan itu. Entah apa yang ada dipikirannya. Tapi yang pasti wajah seseorang kini tengah berputar-putar di otaknya.

“Bersama Mr. Ok??” Tanya Tiffany lagi yang seakan tau arti dari senyuman Jessica sebelumnya, meski ia sendiri belum mendengar jawaban dari mulut Sica.

“Ne..” Jessica menjawabnya seraya mengangguk.

“Sebenarnya hubungan kalian itu sudah sejauh apa?” Tanya Tiffany penasaran.

“Onnie.. bantu aku!!” Yoona tiba-tiba muncul dan berlari kearah Jessica yang hendak menjawab pertanyaan gadis itu. “Untuk hari ini aku lebih pantas menggunakan pakaian yang seperti apa?” tanyanya. Ditangannya terdapat dua baju yang sudah disiapkan, tapi Yoona bingung baju mana yang lebih pantas untuk dia kenakan.

“Hmm..” Jessica dengan serius memperhatikan kedua baju yang ada ditangan Yoona. Memilah-milah dengan teliti sambil sesekali memperhatikan tubuh Yoona dan membayangkan jika baju pilihannya ada ditubuh gadis itu.

“Yoona-yah, kau ingin pergi kencan dengan Donghae oppa?” Tanya Tiffany walau mungkin pertanyaannya hanya untuk basa-basi.

Yoona mengangguk dengan semangat tanpa mengeluarkan sedikitpun suara. Sudah terlihat jelas dari anggukan itu. “Onnie sendiri tidak pergi dengan Siwon oppa?” tanyanya membuat wajah Tiffany sedikit merenggut.

Tiffany menggeleng dengan wajah cemberut. Mengingat itu membuatnya jadi kesal. Sudah hampir sebulan ia tidak bertemu dengan Siwon, kekasihnya itu. Hanya berkomunikasi melalui handphone dan pesan-pesan singkat yang dikirimkan kekasihnya. Tentu saja membuat gadis itu sedih, ia sangat merindukan kekasihnya tetapi untuk melihatnya saja terasa sangat sulit.

“Hmm.. seharusnya Siwon oppa menyediakan waktu untuk onnie.” Yoona mengeluarkan pendapatnya karena merasa iba pada Tiffany, melupakan sesaat Jessica yang tengah sibuk menentukan pakaian yang pantas untuknya.

“Aku rasa yang ini cocok tapi…” Jessica memotong pembicaraan dua gadis itu, membuat perhatian Yoona teralih lagi pada dirinya. “Kita pilih yang lain saja.” Lanjutnya yang langsung beranjak dari meja itu disusul Yoona. Tiffany yang melihat itu hanya mendengus, tidak ada yang benar-benar memperdulikannya hari ini.

“Aku pergi dahulu ya.. Sungmin oppa sudah menungguku dibawah.” Seseorang berteriak sambil berlari terburu-buru kearah pintu. Sunny, gadis itu terlihat sudah rapi dengan pakaiannya. Tanpa harus bertanya lagi Tiffany tahu kenapa gadis itu sudah rapi sepagi ini. Ia ingat benar saat semalam Sunny bercerita bahwa hari ini Sungmin oppa akan membawanya kesuatu tempat yang hanya mereka berdua tahu. Tiffany sudah menanyakan lebih dari sepuluh kali pada Sunny tapi tetap saja jawaban Sunny hanya, “itu tempat rahasia kami. jadi hanya kami yang boleh tahu.”

“Yuri-yah, kau tahu kemana Sunny dan Sungmin oppa akan pergi? Mereka terlihat mencurigakan. Apa mereka benar-benar berkencan?” Tanya Tiffany pada Yuri yang masih ia rasa ada disampingnya setelah Sunny menghilang dari balik pintu dorm. Gadis yang dikenal memiliki ‘eye smile’ itu menoleh, tapi dua orang yang sebelumnya terlihat serius dengan pembicaraan mereka sudah tak nampak (?) lagi. “Kemana mereka?” gadis itu memajukan bibirnya kesal mengingat ia hanya berbicara sendiri.

Jam dinding didorm terus berputar, dan dalam waktu satu jam dorm sudah terasa sangat sepi. Sementara Tiffany masih tetap pada posisinya duduk dimeja makan, yang sejak tadi hanya memperhatikan para member sibuk dengan kegiatannya masing-masing hingga kini dorm itu sepi dari hiruk-pikuk para member yang sebelumnya terlihat sangat sibuk meski jadwal mereka hari ini sebagai girlband Girls’ Generation kosong. Gadis itu akhirnya memutuskan untuk bangun dan pindah kedalam kamarnya. Tapi ia melupakan sesuatu, Sooyoung! Gadis bertubuh semampai itu belum ia lihat sejak pagi.

“Fany-ah, kau tidak pergi dengan Siwon oppa?” Tanya Sooyoung yang tiba-tiba muncul dan menghentikan langkah Tiffany. Baru saja dipikirkan.

Tiffany menggeleng pelan, lalu wajahnya terlihat lebih cerah setelah melihat Sooyoung masih ada didalam dorm. Setidaknya ia tidak sendiri berada didorm hari ini. Gadis itu tahu Sooyoung tidak akan pergi kemana-mana dengan pakaian seperti itu. “Kau tidak ingin pergi dengan Yunho oppa?” Tanya Tiffany untuk memastikannya.

“Ani, hari ini Yunho oppa ada latihan untuk dance jadi kami tidak bisa pergi kemana-mana.” Jelas Sooyoung seadanya membuat wajah Tiffany lebih bersemangat. “Tapi, mungkin siang ini Yunho oppa yang akan kemari.” Lanjutnya.

“Jinja?” Tanya Tiffany yang bisa terlihat detik itu juga bahunya melorot (?) diikuti senyumnya yang memudar. Gadis itu lalu berjalan menuju kamarnya meninggalkan Sooyoung diruang makan.

Sooyoung yang melihat ekspresi Tiffany berubah dalam sekejap menjadi bertanya-tanya sendiri. “Ada apa dengannya?” gadis itu terus memperhatikan Tiffany yang berjalan lesu sebelum akhirnya handphone nya berbunyi. “Oh, Yunho oppa…”

**a beautiful day**

Didalam kamarnya, Tiffany langsung membenamkan wajahnya meratapi nasibnya. Sepertinya ia hanya ingin melakukan hal itu seharian. Tak lama handphone gadis itu tiba-tiba berdering, dengan rasa malas ia berusaha meraih benda kecil itu.

“Yeobosaeyo..” ucap gadis itu setelah tersambung dengan seseorang.

“Jagiya, gwenchanayo?” suara itu, suara yang sangat dirindukan gadis itu.

“Oh, oppa..” setelah tersadar itu suara Siwon, kekasihnya, ia langsung membenarkan posisi duduknya dan berusaha agar suaranya terdengar baik-baik saja. “Ne.. bagaimana shooting oppa disana?”

“Ya, berjalan seperti halnya. Aku merindukanmu. Aku ingin cepat-cepat kembali ke Seoul dan bertemu denganmu.”

“Nado oppa. Cepat selesaikan shootingnya dan segera kembali.” Pinta Tiffany dengan nada yang ia buat seceria mungkin.”

“Ne.. kenapa sepi sekali? Biasanya saat aku menelpon akan ada suara-suara lain yang terdengar.”

“Ho’oh.. hari ini dorm sepi karena semuanya pergi. Hari ini jadwal kami kosong jadi mereka semua pergi dan membuat acara sendiri-sendiri.”

“Jinja? Kau hanya sendiri?”

“Ani, sebenarnya ada Sooyounggie tapi sebentar lagi Yunho oppa akan datang.”

“Yang lain pergi kemana?”

“Hmm.. mereka pergi dengan pasangan mereka masing-masing. Seohyun dengan Kyuhyun oppa, Yuri pasti dengan Minho lalu Hyoyeon pergi latihan bersama dengan Eunhyuk oppa, Sunny bersama Sungmin oppa entah kemana, Jessica dengan Taecyeon, Yoona dengan Donghae oppa, Taeyeon berkencan dengan Leeteuk oppa..” jelas gadis itu panjang lebar.

“Seohyun dengan Kyuhyun? Apa mereka berkencan?” Tanya Siwon yang sepertinya tidak mengetahui tentang hal itu.

“Aku dengar seperti itu.”

“Akan aku tanyakan pada Kyuhyun nanti.”

“Oppa..” setelah sempat hening Tiffany berbicara kembali.

“Ye?”

“Kapan kita akan seperti Taeyeon dan Leeteuk oppa? Sekarang mereka bisa pergi kemanapun tanpa perlu menghiraukan gossip-gosip lagi.”

Siwon terdiam memikirkan jawaban yang tepat untuk gadis yang hampir 2 tahun menjadi kekasihnya itu. “Jagi…”

Belum sempat Siwon melanjutkan ucapannya Tiffany sudah memotongnya terlebih dahulu. “Mianhae.. anggap saja aku tidak pernah menanyakan hal itu.” Sesalnya. Seharusnya ia tidak boleh egois seperti itu. Ia hendak berbicara lagi tapi sambungan teleponnya dengan Siwon sudah terputus. “Oppa.. oppa..” panggil gadis itu berulang-ulang tapi nihil hanya bunyi ‘tut..tut..tut..’ yang mendengarkannya.

“Aishh.. jinja paboya! Kenapa menanyakan hal seperti itu.” Rutuk gadis itu pada dirinya sendiri. Pasti saat ini Siwon marah padanya sehingga langsung menutup telepon seperti itu. Gadis itu kembali membenamkan wajah pada bantal tebal disampingnya. Menangis sejadi-jadinya menyesali eluhannya tadi.

**a beautiful day**

Seorang gadis kini tengah menyenderkan kepalanya pada sebuah kaca jendela bus. Matanya sibuk memperhatikan setiap kegiatan yang ia jumpai diluar bus. Jarang-jarang ia bisa melakukan hal seperti itu ditengah-tengah jadwalnya yang padat bersama SNSD. Tiffany, gadis itu memutuskan untuk keluar rumah dan berjalan-jalan sendiri. Baginya itu lebih baik walau tetap saja merasa sepi. Dalam perjalanan sebelumnya, ia sempat bertemu dengan fans-fans nya yang minta photo atau hanya sekedar tanda tangan. Hari ini gadis itu keluar tanpa menggunakan masker atau kacamata untuk menutupi wajahnya sehingga beberapa orang yang melewatinya pasti akan mudah mengenalinya.

“Cwesonghamnida bolehkah aku duduk disini?” sebuah suara tiba-tiba mengalihkan perhatian gadis itu. Seorang pria dengan tubuh tinggi kini berdiri tepat disamping kursi penumpang yang ia tempati. Ia tidak bisa melihat jelas wajah pria itu karena tertutupi oleh Koran yang sedang dibaca. Pria yang aneh.

Tiffany hendak membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan pria itu, tapi pria itu sudah menempati terlebih dahulu kursi disampingnya. Gadis itu sedikit terkejut namun tak bisa berbuat apa-apa. Ia sekilas memperhatikan keadaan dalam bus yang cenderung sepi, karena hanya berisi beberapa orang. ‘pria aneh!’ hardiknya dalam hati. Tapi ia lebih memilih untuk tak memperdulikan lebih pada pria disampingnya itu, gadis itu kembali pada pemandangan yang ia jumpai saat bus berjalan melalui kaca.

“Nona cantik, kenapa kau cemberut? Wajahmu terlihat jelek jika seperti itu.”

Mendengar suara itu, mau tak mau Tiffany menoleh lagi pada pria misterius disebelahnya itu. Ia hanya mengernyitkan alisnya merasa sedikit terganggu.

“Sekarang jangan memasang wajah yang seperti itu. Memang aku terlihat seperti orang jahat?” pria itu kembali bersuara, masih dengan wajahnya yang tertupi oleh Koran yang sedang dibacanya.

Tiffany benar-benar merasa terganggu sekarang. Jujur pria itu membuatnya merasa takut. Ia tidak mengenalnya, belum lagi pria itu berbicara seenaknya sejak tadi. Gadis itu memilih untuk bangun dan mencari tempat duduk lain. Tapi ia merasa tangannya ditahan oleh seseorang, ia semakin terkejut melihat siapa yang menahan tangannya. Pria itu lagi! Reflek Tiffany langsung memukulnya dan membuat pria itu sedikit menjerit.

“Apo.. apo..” jerit pria itu yang mau tak mau menyingkirkan Koran yang dipegang sejak tadi untuk menutupi wajahnya sebelumnya. Tiffany terlihat kaget ‘lagi’ bercampur bingung setelah melihat wajah pria itu.

“Omo… oppa, bagaimana kau bisa ada disini?” Tanya Tiffany yang kembali duduk dan memegangi pria yang dipanggilnya ‘oppa’ itu. Hanya sekedar untuk memastikan pria itu nyata.

“Bagaimana bisa kau memukuli kekasihmu seperti ini? Ternyata pukulanmu itu menyeramkan.” Kata pria itu yang tak lain merupakan kekasihnya, Siwon. Sambil sesekali pria itu memegang bagian tubuhnya yang dipukul Tiffany sebelumnya.

“Kau ini membuatku takut. Apa harus seperti itu?” tak ingin merasa disalahkan gadis itu akhirnya membela dirinya. Tanpa mereka berdua sadari ternyata yang mereka lakukan itu membuat perhatian didalam bus, semuanya tertuju pada mereka. Sebagai seseorang dikenal tentu saja itu menjadi pemandangan yang mampu menimbulkan beberapa presepsi berbeda diantara orang-orang itu.

“Kajja! Kita pergi dari sini.” Setelah menyadarinya, Tiffany langsung menarik tangan Siwon untuk turun dari bus saat bus mereka berhenti pada pemberhentian bus. Gadis itu tak ingin ada berita-berita aneh yang muncul dan nantinya akan menyusahkan Siwon, kekasihnya. Siwon tidak bisa berbicara apa-apa, ia hanya mengikuti Tiffany saja.

Saat diluar bus Tiffany kembali memukuli Siwon karena merasa sedang dipermainkan. “Kau ini menyebalkan! Bukankah seharusnya ada di Busan? Kenapa disini?”

“Apo.. apo.. apa pantas aku datang hanya untuk dipukuli seperti itu.” Siwon memasang wajah memelasnya membuat Tiffany merasa bersalah.

“Lalu kenapa oppa bisa ada disini?”

“Untuk apa lagi? Tentu saja untuk menemui kekasihku yang cantik ini.” Goda Siwon sambil mencubit hidung Tiffany pelan, membuat wajah gadis itu memerah.

“Bagimana oppa bisa tahu aku ada disini?”

“Apa kau lupa? Kau mengirimkan aku sinyal-sinyal cinta. Jadi aku tau kau ada disini.” Ujar Siwon lagi, yang membuat Tiffany tak percaya bahwa kekasihnya itu semakin pintar merayu sekarang.

“Gombal..” kata Tiffany dengan wajahnya yang semakin memerah. Tapi tak lama ia segera membuang pikiran itu jauh-jauh. Ada hal yang lebih penting saat ini, dirinya dan Siwon. “Oppa.. orang-orang mulai memperhatikan kita. Ayo kita pergi dari sini!” ajak Tiffany sedikit berbisik pada Siwon.

Siwon mengangguk lalu mengikuti Tiffany yang berjalan berusaha menghindari perhatian orang disekeliling sampai akhirnya mereka menemukan sebuah toko pakaian yang ternama. Mereka memutuskan untuk memasuki tempat itu, setidaknya bisa bersembunyi dari perhatian orang-orang yang mereka jumpai sejak tadi.

*

“Oppa.. kita memerlukan ini semua!” Tiffany membawa sepasang kaca mata dan topi, terlihat itu seperti barang-barang pasangan. Siwon memperhatikannya dengan seksama sementara Tiffany berusaha sabar menunggu tanggapan dari kekasihnya itu.

“Maaf.. kau bisa mengambil semua ini kembali. Kami tidak memerlukannya.” Kata Siwon tegas pada pelayan toko yang berdiri disamping Tiffany sejak awal.

“Mwo? Apa maksudmu oppa?” bingung Tiffany sambil memperhatikan barang yang mulanya ada ditangannya kini beralih pada pelayan toko itu.

“Cwesonghamnida jika barang-barang kami tidak memuaskan untuk anda.” Ramah sang pelayan lalu meninggalkan pasangan itu. Tiffany hendak menahan pelayan itu tapi Siwon kembali menolaknya dengan halus.

“Waeyo?” Tanya Tiffany saat hanya ada dirinya dan Siwon.

“Kau tau kan aku ini benar-benar merindukanmu. Aku datang sejauh ini karena ingin satu hari ini kita habiskan bersama. Berkencan seperti layaknya pasangan kekasih lain. Aku ingin lebih leluasa melihatmu, tidak dengan kacamata dan topi yang menutupi wajahmu. Kalau perlu kita beritahukan pada dunia bahwa kau adalah kekasihku dan aku ini milikmu.” Jelas Siwon panjang lebar yang berhasil membuat mata Tiffany berkaca-kaca. Beberapa orang yang ada didalam toko, yang memang sengaja mengintip mereka reflex menepuk tangan mereka masing-masing. Semuanya seakan terhipnotis oleh ucapan Siwon itu.

“Oppa..” mulut Tiffany seakan terkunci setelah ia mendengar sendiri ucapan Siwon itu. Hatinya berdebar-debar dan sebuah senyum bahagia menghiasi bibirnya.

“Hari ini kencan pertama kita diluar, jadi aku ingin memberikan yang terbaik untuk dirimu. Mungkin selama hampir 2 tahun kita bersama aku selalu sibuk sehingga sering melupakanmu. Mianhanda.”

“Oppa..” tanpa pikir panjang gadis itu langsung memeluk Siwon dan berharap ini bisa sering ia lakukan. “Mianhada. Selama ini aku egois karena selalu berpikir bahwa kau sering melupakanku tanpa memikirkan kesibukanmu terlebih dahulu.”

Siwon mengangguk lalu mengeratkan pelukannya pada Tiffany. Kalau boleh ia meminta, biarkan gadis ini selalu ada disisinya sampai nanti. “Sudah.. sekarang kita lanjutkan kencan kita. Banyak hal yang harus kita lakukan.”

Tiffany melepaskan pelukannya lalu mengangguk dan mulai menggenggam tangan Siwon. “I love you..” ucapnya sebelum Siwon membawanya pergi.

“I love you too..” balas Siwon lembut lalu perlahan membawa Tiffany meninggalkan tempat itu. Tapi sebelum mereka pergi, Siwon sempat berhenti didepan orang-orang yang sejak tadi memperhatikan mereka. Orang-orang itu berkumpul seperti tengah menonton sebuah pertunjukan drama. “Annyeonghaeseyo.. Cwesonghamnida, aku harap kalian mau mendukung kami. Aku benar-benar mencintai gadis ini.” Ucap Siwon sambil membungkuk ramah. Melihat itu Tiffany semakin merasa bahwa ia adalah gadis yang sangat beruntung memiliki Siwon, ia lalu ikut membungkuk seperti halnya Siwon.

Beberapa orang itu hanya berteriak histeris merasa iri pada Tiffany, ada juga yang saat itu mengucapkan selamat pada pasangan itu. Namun ada juga yang merasa tidak suka dengan pemandangan yang mereka lihat. Tapi diluar itu lebih banyak orang yang bahagia karena bisa merasakan kebahagian Siwon dan Tiffany. Pasangan yang sempurna.

**a beautiful day**

Siwon terus menggenggam tangan Tiffany seakan tak ingin melepaskan lagi tangan itu. Mereka berdua berjalan menyusuri jalanan kota Seoul dan kini mereka berada di Han river. Sungai yang terkenal karena keindahannya pada malam hari. Selama perjalanan, mereka masih menjadi pusat perhatian. Tak sedikit orang yang memotret keberadaan mereka secara diam-diam bahkan ada yang terang-terangan. Melihat itu Siwon hanya memberi tanggapan dengan senyuman yang membuat ia terlihat lebih tenang, tidak seperti Tiffany yang kadang merasa gugup  dan sedikit tak nyaman dengan kamera-kamera dan pandangan orang-orang terhadap dirinya. Tapi, Siwon berulang kali menenangkannya sehingga gadis itu merasa nyaman selama kekasihnya itu masih ada disisinnya.

“Seharusnya kita kemari saat malam hari. Pasti akan lebih menyenangkan.” Kata Siwon memulai pembicaraan saat mereka berjalan menyusuri pinggiran sungai Han.

“Seperti ini juga sangat menyenangkan.” Jawab Tiffany yang kini menyandarkan kepalanya dibahu Siwon sambil terus berjalan mengikuti langkah kekasihnya itu.

“Bagimu asal bersama denganku pasti menyenangkan. Iya kan?” Tanya Siwon bermaksud menggoda Tiffany.

Gadis itu hanya menggangguk, tapi sesaat pikirannya kembali beralih pada hal lain. “Oppa, apa yang akan terjadi dengan kita nanti? Di media pasti semuanya sudah tersebar.”

“Tenang saja. Kita lihat hari ini. Jangan memikirkan hari esok. Suatu saat hal itu pasti juga akan tersebar.” Jawab Siwon dengan tenang membuat Tiffany membuang jauh pikirannya itu lagi.

“Ne.. oppa..”

Mereka melanjutkan perjalanan mereka lagi sebelum akhirnya ada seseorang yang menghentikan langkah mereka. Seorang gadis lengkap dengan pakaian sekolahnya berdiri menghadang jalan Siwon dan Tiffany. Gadis itu terlihat sedikit menyeramkan dengan matanya yang menyipit dan kedua tangan yang berkacak pinggang. “Oppa!! Apa yang kau lakukan!! Katakan ini tidak benar dan gadis itu hanya ingin menggodamu saja.” Tegas gadis itu menunjuk pada Tiffany, membuat gadis yang berdiri disamping Siwon itu terkejut. Ini yang dicemaskan oleh Tiffany.

“Yaa! Kau ini tidak sopan menunjuk pada gadis ini seperti itu.” Beritahu Siwon lembut sambil menunjukkan tangannya yang sejak tadi menggenggam tangan Tiffany.

“Oppa?? Dia itu bukan kekasihmu kan??”  tak percaya gadis itu atau lebih tepatnya fans dari Siwon itu.

Siwon masih dengan tenang menanggapi gadis itu. “Orang ini adalah gadis yang sangat aku cintai. Jadi aku mohon, jangan sakiti ataupun membenci dia.” Tiffany yang berada disamping Siwon dan mendengar perkataan itu hanya bisa menggenggam tangan Siwon semakin erat. Ia percaya sepenuhnya pada kekasihnya itu meski ia merasa takut.

“Oppa..” fans itu tak bisa berbicara lagi. Ia terdiam lalu memilih untuk mundur. Mencoba mencerna baik-baik ucapan Siwon. “Tapi, jika gadis ini melukaimu. Awas saja.” Ucapnya lagi sebelum benar-benar pergi dari hadapan Siwon dan Tiffany.

“Tenang saja. Gadis ini sudah sangat tergila-gila padaku, jadi dia tak akan melukaiku.” Jawab Siwon kali ini dengan tawa kecil yang menyertainya (?) sambil berbisik pada fans itu.

“Baiklah.. semoga kalian bahagia oppa.. saranghae~ aku akan menjadi fans yang baik untukmu.” fans itu kembali berbisik pada Siwon dan langsung berlari meninggalkan mereka setelahnya, membuat Tiffany menjadi tak enak hati.

“Apa dia tidak akan apa-apa oppa?” Tanya Tiffany yang akhirnya mulai berbicara setelah sekian menit ia terdiam, hanya memperhatikan interaksi kekasihnya dengan fansnya itu.

“Tenang saja. Semuanya akan baik-baik saja.” Siwon mengerlingkan matanya kembali membuat Tiffany lebih tenang. Tiffany mengangguk mengerti lalu mulai melanjutkan perjalanan mereka lagi.

“Tapi, kenapa tadi oppa mengatakan bahwa aku tergila-gila padamu?”

“Kau mendengarnya? Memang seperti itu kan?”

“Ani..”

“Ayo mengaku.. Hari ini Yoona menelponku dan mengatakan kau hampir gila karena aku.”

“Mwo? Dia itu berbohong..”

“Jinja?”

“Ho’oh..”

“Hmm..”

**a beautiful day**

Setelah seharian bersama, akhirnya Siwon dan Tiffany memutuskan untuk pulang. Siwon terlihat mengantar Tiffany sampai didepan dorm. Wajah mereka persis saat pertama kali mereka tahu perasaan mereka masing-masing. Selalu bersemu dan senyum tak pernah hilang diantara keduanya.

“Gomawoyo..” ucap Tiffany tulus sambil memandang kedua mata Siwon. Sudah lama ia tak memandang mata itu secara dekat.

Siwon mengangguk lalu tersenyum. “Seharusnya emang ini yang aku lakukan setiap hari. Mengantarmu pulang tanpa perlu takut terlihat oleh orang lain.”

Tiffany menggeleng pelan. “Ani, tidak perlu seperti itu. Hanya tetap berada disampingku, walaupun jauh itu akan membuatku sangat bahagia.”

Siwon menarik Tiffany dalam pelukkannya. “Hari ini aku benar-benar bahagia.” Bisiknya.

Dalam rangkulan Siwon, gadis itu hanya mengangguk. Siwon dapat merasakan itu.

“Sudah malam. Masuklah.” Suruh Siwon sambil melepaskan pelukannya.

“Ne, annyeong..” Tiffany melambai-lambaikan tangannya sebelum akhirnya masuk kedalam dorm.

“Changkkaman..” tahan Siwon sesaat sebelum Tiffany masuk. Gadis itu menoleh dan tepat saat itu juga Siwon lebih mendekat dan memberikan ciuman hangat pada bibir mungil itu. Tiffany hanya memejamkan mata merasakan kehangatan sesaat itu. “Saranghaeyo..” ujar Siwon sesaat setelah menarik bibirnya dan kembali mengecup kening Tiffany. *author cemburu >< T^T *

**a beautiful day**

Tiffany memasuki dorm dengan wajah yang sangat sumringah. Hari ini hari yang paling indah, tak seburuk pikirannya tadi pagi. Tapi, saat masuk didorm ia dikejutkan oleh para member yang semuanya tengah berkumpul diruang tamu dengan wajah yang serius. Ia memperhatikan satu-persatu, mulai dari sang maknae yang duduk disofa hingga terakhir ia melihat Yuri yang duduk dibawah dengan sebuah laptop dihadapannya. Sepertinya kedelapan gadis itu tak menyadari kehadirannya.

“Aku pulang..” pelan Tiffany berusaha agar tak mengejutkan saudara-saudara nya itu.

“Dari mana saja kau? Tidakkah kau sadar dengan kekacauan yang kau buat hari ini?” Taeyeon sedikit membentak sehingga membuat Tiffany takut.

Tiffany hanya diam setelah melihat Taeyeon seperti marah padanya. Ia sudah tahu maksud pertanyaan itu, memang ini adalah konsekuensi yang harus ia terima. Tapi ia bingung kenapa Taeyeon jadi semarah itu.

“Onnie, jangan seperti itu. Fany onnie terlihat sangat terkejut..” Seohyun, si maknae berusaha menenangkan Taeyeon. Gadis itu bangun lalu membawa Taeyeon kekamar agar suasana menjadi tidak terlalu buruk. Tiffany masih tetap dalam posisinya sambil memperhatikan Taeyeon dan Seohyun yang berjalan menuju kamar.

“Hari ini Taeyeon-ssi tidak jadi berkencan dengan Leeteuk oppa karena Soo man sangjamin terus saja menelpon menanyakan tentang kau dan Siwon oppa..” kata sooyoung memecah keheningan  Tiffany.

“Taeyeon-ssi marah bukan karena itu. Tetapi dia khawatir pada dirimu karena dia tak ingin apa yang dulu terjadi padanya saat Leeteuk oppa mengaku berkencan dengannya. Pasti akan menjadi hari-hari yang sulit.” Timpal Hyoyeon yang mengerti perasaan Taeyeon saat itu.

“Mianhae..” Tiffany berjalan mendekati ke-6 member yang masih tersisa diruang tamu dengan wajah yang sangat menyesal.

“Tidak perlu meminta maaf. Aku rasa tidak ada yang salah disini.” Sunny yang duduk disebelah Hyoyeon mengeluarkan pendapatnya. Memang tidak ada yang salah, apa salah jika ingin berkencan dengan kekasih kita? Tidak, hanya saja status mereka sebagai idola yang membuat semuanya menjadi sulit.

“Siwon oppa sangat romantis.. andai saja Donghae oppa seperti itu..” seru Yoona tiba-tiba yang mampu mencairkan suasana, sambil terus memandangi gambar Tiffany dan Siwon yang kini sudah tersebar luas di internet. Member lain hanya menggangguk merasa setuju dengan pendapat Yoona.

“Ada photo terbaru. Lihat.. omo.. mereka berciuman..” Yuri yang sejak tadi sibuk dengan laptop dihadapannya berteriak tak jelas setelah melihat sekumpulan photo yang muncul setelah ia membuka-buka beberapa situs web. Ke-enam member tentu saja langsung mengarahkan perhatian mereka pada layar laptop dan melihat sesuatu.

“Kalian itu sedang melihat apa sih? Serius sekali.” Tanya Tiffany yang tidak sadar bahwa saudara-saudaranya itu sedang membicarakan dirinya. Ia lalu perlahan berhambur diantara member lain.

“Ini seperti di depan dorm..” kata Jessica tiba-tiba.

“Yaa!! Ige mwoya!!???” Tiffany sangat terkejut ketika melihat photo dirinya bersama dengan Siwon terpampang jelas pada salah satu situs web tersebut. Dengan langkah cepat gadis itu langsung menutup laptop karena itu membuat wajahnya memerah, tentu saja merasa malu.

“Ah, jinja.. perkembangan internet saat ini memang sangat cepat. Bukankah kau baru saja pulang dan photo itu…” belum sempat Yuri menyelesaikan ucapannya, Tiffany segera memotongnya.

“Aishh.. tidak perlu membahasnya lagi. Kalian itu!!”

“Yaa!! Lihat wajahnya sudah seperti kepiting yang baru saja direbus.” Goda Sooyoung membuat Tiffany semakin salah tingkah. Sementara Yuri sibuk membuka kembali laptopnya tanpa seorangpun yang menyadarinya.

“Ah, aku tidak bisa membayangkan jika Minho melakukan hal yang sama.” Komentar Yuri saat kembali berhasil melihat photo Siwon dan Tiffany itu. Baginya, terlihat sangat romantic sehingga ia membayangkan dirinya lah yang menjadi Tiffany dan pria itu adalah Minho.

“Yaa!!” Tiffany kembali menutup laptop itu saat mendengar ucapan Yuri. Melihat itu Yuri hanya memanyunkan bibirnya tanpa bisa berbuat apa-apa. “Jangan ada yang membuka laptop lagi! Aku ingin berbicara dengan Taeyeon bahwa semuanya akan baik-baik saja.” Lanjutnya, lalu berjalan meninggalkan para member menuju kamar Taeyeon.

Setelah Tiffany pergi, Yoona kembali mengungkapkan rasa irinya pada gadis itu. Member lainpun mengiyakan ucapan Yoona berharap kekasih mereka sama halnya seperti Siwon yang terbilang cukup berani melakukan kencan bahkan mengumumkan hubungannya tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan management dan member lain.

**a beautiful day**

Kesokkan harinya, Tiffany terlihat berjalan memasuki sebuah gedung besar yang sudah tak asing lagi baginya itu. Ia terlihat berjalan tergesa-gesa karena Soo man sangjanim ingin bertemu dengannya pagi-pagi sekali. Gadis itu sudah tahu apa alasan sangjanim ingin bertemu dengannya pagi-pagi seperti ini.

“Oppa..” panggil Tiffany pada seseorang yang sudah menunggunya didepan kantor Soo man sangjanim. Seseorang itu tak lain adalah kekasihnya, Siwon.

“Jagi~~” balas Siwon yang langsung memeluk Tiffany saat jarak mereka sangat dekat. Semalaman pria itu sedikit tak tenang karena terus mengkhawatirkan keadaan gadis yang paling ia cintai itu. Bahagia rasanya hari ini melihat gadis itu baik-baik saja.

“Aku gugup. Pasti sangjanim akan menegur kita.” Kata Tiffany saat kini Siwon sudah beralih menggenggam tangannya.

“Tenang saja. Aku ada disini.”

Mendengar itu Tiffany memperlihatkan senyumnya menggantikan rasa gugup yang sempat terbesit sebelumnya. “Ne, Kajja. Kita harus segera masuk.” Ajaknya.

“Chakkamaneyo!!” tahan Siwon tiba-tiba. Membuat wajah Tiffany bingung.

“Hari ini sangjanim memang akan menegur kita kan? Bagaimana kalau kita itu undur itu sehari.” Tanya Siwon yang baru saja mendapat ilham entah dari mana.

“Apa maksudmu oppa?” Tanya Tiffany bingung.

“Kencan kita yang kemarin kan belum selesai. Masih banyak hal yang belum kita lakukan.” Kata Siwon yang membuat Tiffany semakin bingung karena belum  dapat menangkap maksud kekasihnya itu.

“Aku semakin tak mengerti.”

“Bagaimana kalau kita menemui sangjanim keesokkan hari? Hari ini kita habiskan waktu bersama lagi, seperti kemarin?” Tanya Siwon perlahan.

“Oppa..” setelah dapat menangkap maksud Siwon itu, Tiffany menunjukan wajahnya yang tak setuju dengan usulan Siwon.

“Hanya hari ini saja. Atau tidak kita menemui sangjanim sore nanti. Bagaimana?”

“Geundae…” Tiffany terlihat ragu.

“Aku harus segera kembali ke Busan. Tidak ada banyak waktu lagi.” Siwon memasang wajah memelasnya.

“Oppa..”

“Kajja!!?” Siwon menawarkan tangannya, berharap gadisnya itu akan pergi bersama dengan dirinya.

Tiffany terdiam, memikirkan sesuatu. Namun tak lama gadis itu mengangguk. Siwon tersenyum melihat anggukan itu, lantas ia menggenggam tangan Tiffany dan berjalan menjauhi ruang kerja Lee Soo Man sangjanim.

“Apa akan baik-baik saja oppa?”

“Hmm.. selama ada aku..”

“Tapi….”

“Hari ini kita mau pergi kemana?”

“Uhmm.. terserah oppa.. kemanapun aku akan ikut.”

“Bagaimana dengan namsan tower?”

“Tapi ini terlalu pagi..”

“Lalu?”

“Kemana saja asal selalu denganmu.”

“Kau ini. Saranghaeyo~ chu~”

“Nado saranghaeyo oppa~ chu~”

— The End —

kyaaaaa~~ geje.. geje.. 🙂

first ff sifany… sebenernya pengin nyelesein yang our story sifany version,, tpi yang ini kelar duluan.. hehhhee

yang baca coment please,, biar jadi masukan buat author.. 🙂

gomawoyo~~

satu lagi,, sahae bok mani badeuseyo yeorobun >< semoga ditahun ini seokyu, sifany, minyul, yoonhae, taeteuk dan couple lainnya makin langgeng.. hehheh

annyeong ^^

Please don’t RE-UPLOAD 0r CO-PAS FF here without my permission

Advertisements

38 thoughts on “FF SiFany | A Beautiful Day

  1. Eonniee! Aku datang *turun dari abs siwon, eh salah dari langit*
    Kerenn eonn keren!
    Bahasanya itu loh eon(•̯͡.•̯͡)
    Mau lagi jelasin yang kencan keduanya *maruk*
    Trus mereka ga dimarahin leesooman?
    Bikin sequel dong eon
    Oke mian aku maruk sangat-_-
    Fighting eonnie!

  2. Ff nya bagus chingu 🙂 baru baca ff sifany lagi :> dan ada couple2 yg lain (terutama seokyu), tapi sedih bukan haesica :3 tapi ga apa2 cz ff nya romance banget 😀
    ~ SiFany jjang ~ 😀

  3. Annyeong new reader imnida…
    Waaaah q suukkaaaa bangeeet sifany…
    Thor buat sequelnya donk dari perjalanan mereka selanjutnya dan kelajutan mereka menghadapi lee soo man..
    Aduh ni ff gereget banget masalahnya..
    Apalaghe klo ngebayangin reaksi soo man apa yg dilakuin sifany..
    Please donk buat sequelnya..

  4. Thor !!!
    Ceritany daebak !!!
    Terus bkin crita” yg lbh daebak y, tntu jg dgn pairing yg daebak juga, sifany !!!
    Wkwk ..
    :p

  5. So sweet…ah..akhirnya sifany story…ah…keren..daebak..aku sendiri jadi geregetan…!!^^tapi knapa ya..aku tuh plng g’ suka ama seokyu couple..!!#pisscumainginmeluangkan pendapat q!

comment please ^^ be a good reader....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s