FF YoonHae | Present

yoonhaeyul

Title : Present

Author : @tikaHyunnie407 *me*

Lenght : One Shoot

Cast :

# Yoona

# Donghae

# Yuri

— Present —

~ Author’s Pov ~

“Kau tau kan bahwa aku sangat mencintainya. Aku ingin bisa selalu disisinya.” Cerita seorang gadis dengan senyum yang mengembang ketika teringat kekasihnya.

Seorang gadis lain yang terlihat lebih muda mendekat kearah gadis itu dan langsung memeluknya. Tubuh yeoja itu begitu lemah dengan wajahnya yang pucat. “Aku tau onnie sangat mencintainya.” Ia meletakkan dagunya pada pundak seseorang yang dipanggilnya onnie itu.

“Aku ingin membahagiakannya sampai akhir. Geundae…” ucapan yeoja itu terputus mengingat kondisinya sekarang. Tak terasa airmata memenuhi pelupuk matanya.

Adiknya berusaha untuk menenangkannya. Pelukannya semakin ia eratkan untuk memberikan kekuatan pada kakaknya itu. “Onnie harus percaya. Onnie gadis yang kuat. Aku yakin dia juga akan menerima onnie apa adanya.”

“Kau belum bertemu dengannya kan?” tanya yeoja itu.

Adiknya melepaskan pelukannya lalu duduk dihadapannya. Ia menggeleng, “Aku penasaran dengan namja itu. Setiap onnie bercerita padaku, onnie selalu membanggakannya.” Gadis itu mencoba menggoda dengan suara yang dibuat seceria mungkin, ia tak ingin terlihat sedih dihadapan sang kakak.

“Dia namja yang baik.”

“Ne, arraseo. Onnie selalu mengatakan itu.”

Gadis itu tersenyum. “Kau harus berjanji satu hal padaku.” Ia menatap mata sang adik.

“Mwo?”

“Kalau aku pergi. Kau harus menjaganya.” Pinta sang kakak.

Adiknya terlihat ragu saat akan menjawabnya. “Yang harus menjaganya itu onnie. Bukan aku. Dan satu lagi, aku tak suka onnie berbicara seperti itu.”

“Yaa!! Kau bilang kau menyayangiku. Melakukan hal itu saja tidak bisa.”

“Onnie kenapa berbicara seperti itu?”

“Lakukan itu untukku ya?”

“Onnie—”

Sang kakak tersenyum. “Jebal..”

“Aku tetap tidak mau.” Kukuh sang adik. “Dia itu hanya mencintai onnie. Eomma selalu bercerita setiap hari namja itu selalu menjaga onnie dengan setianya.”

“Sebentar lagi hari special untuknya. Aku takut aku tak bisa berada disaat itu. Aku ingin memberikan sesuatu untuknya. Tapi—”

Adiknya terlihat lemas jika mendengar ucapan kakaknya itu. Selalu seperti itu, padahal itu membuatnya kadang kesal. “Baiklah. Hanya disaat hari spesialnya. Setelah itu aku tak ingin berurusan lagi dengannya.” Akhirnya ia meng-iya-kan ucapan sang kakak.

“Aku yakin kau juga akan mencintainya kelak.”

Sang adik menghela nafasnya berat. “Terserah onnie saja. Yang pasti aku yakin onnie masih bisa bertahan.”

Yeoja itu tersenyum tipis. Walau sedikit membuatnya cemas. Setidaknya sang adik sudah berjanji satu hal padanya.

**present**

Donghae memainkan tuts-tuts piano dihadapannya. Dari pergerakkan jarinya itu dapat dihasilkan suatu nada yang mampu menghipnotis siapapun yang mendengarkannya.

**

Saat tangannya tengah asik bermain dengan tuts-tuts itu, tanpa ia sadari setitik air mengalir perlahan dipipinya. Hatinya terluka atau lebih tepatnya ia merindukan sosok gadis yang dicintainya. Piano itu begitu memiliki banyak kenangan tentang gadis itu.

~ end Pov ~

 **

~ Donghae’s Pov ~

Apa kau mendengar permainanku ini? Sudah lama sekali bukan sejak kau pergi? Apa kau masih ingat ruang musik ini?

Aku kembali memejamkan mata mengikuti irama permainan pianoku. Aku bisa merasakannya sekarang. Yuri berdiri didekatku. Persis saat dulu dia berdiri disini.

“Yaa!!” Dia sedikit berteriak padaku. Tapi tidak, itu bukan suaranya. Sekalipun ia berteriak, suaranya takkan segalak itu.

“Yaa!! Kau dengarkan aku tidak??” suara itu lagi. Apa itu benar-benar dia?

Aku menghentikan permainanku lalu membuka mata perlahan. Suara itu sedikit mengangguku.

“Do!?” kagetku saat melihat seseorang yang kini menatapku dengan senyuman yang membuatku sering merasa jengkel. Itu senyuman seperti tak ada rasa bersalah pada dirinya. Gadis ini lagi. Ini untuk ke-3 kalinya ia tiba-tiba muncul diruangan ini lagi.

“Ne, eotteohke?? Kau sudah bertemu dengan kekasihmu itu?” tanyanya seakan mengejekku. Benar-benar menyebalkan.

“Yaa!! Kau itu hantu ya?? Selalu tiba-tiba muncul seperti itu.” gadis yang tak lain bernama Yoona setahuku itu mengerucutkan bibir mendengar ucapanku.

“Kau itu suka sekali main piano ya?” tanyanya lagi yang langsung duduk dengan sedikit menggeser dudukku. Kini dia duduk disebelahku. Ditempat yang dulu Yuri-ku selalu duduk dan bersandar saat aku sedang bermain piano. Selain suka berteriak, dia itu juga suka semaunya.

“Bukan urusanmu.” Jutekku.

“Bagaiman cara memainkannya?” dia memperhatikan piano ini dengan seksama. Sepertinya gadis ini sudah masuk dalam dunianya sendiri. Dia mulai menekan tuts piano sembarangan hanya dengan menggunakan satu jari. Bukan cara yang anggun untuk seorang pianist sepertiku.

“Jangan seperti itu!” galakku memukul punggung tangannya.

Yoona dengan segera menarik tangannya. “Apo. Kau itu kejam sekali padaku.”

“Kalau ingin memainkannya jangan seperti itu.” aku memulai lagi menyentuh tuts-tuts itu dan memainkan sebuah lagu. Mataku terpejam begitu saja, ini lagu yang sangat aku sukai, My Everything.

Hening. Tak ada suara darinya. Aku rasa gadis ini menikmati lagu yang aku mainkan. Benar-benar tak bisa kupercaya, aku pikir dia gadis aneh yang tak mengerti apapun tentang musik ini. Tak beberapa lama aku merasa sesuatu bersandar padaku. Sepertinya sesuatu yang baru saja jatuh kepundakku. Aishh, aku harap gadis ini tak melakukan sesuatu yang membuat darahku naik lagi.

Aku menghentikan permainanku lalu membuka mataku perlahan. Ya Tuhan, sepertinya aku salah menunjukkan keahlianku padanya. “Yaa!! Ireona!! Apa yang kau lakukan, huh??” kesalku menggoyang-goyangkan pundak. Bisa-bisanya saat aku bermain piano dia tertidur. Benar-benar gadis ini.

Dia menggeliat bangun. “Sudah selesei mainnya?” pertanyaan itu semakin membuatku kesal.

“Lebih baik kau pergi dan jangan pernah muncul lagi dihadapanku!” usirku tapi itu tak membuatnya bergeming. Ia tetap duduk disampingku dan mulai lagi memainkan piano sesukanya. Benar-benar sial aku pernah bertemu gadis ini. Walau kadang kedatangannya tak membuatku merasa sepi diruangan ini.

~ end Pov ~

 **

~ Author’s Pov ~

# Flashback #

“Yaa!! Ireona!!” seorang gadis mendekat kearah seorang namja yang tengah tertidur disudut ruangan musik. Gadis itu semakin mendekatkan wajahnya pada wajah si namja.

Namja yang tak lain bernama Donghae itu terlonjak kaget setelah membuka mata karena mendengar suara itu. Tepat dihadapannya seorang gadis tengah memperhatikannya dengan jarak yang sangat dekat, “Nuguya??”

Gadis itu menjauhkan wajahnya. “Kalau ingin tidur jangan disini! Ini kan ruangan untuk bermain musik.

“Kau itu siapa huh?” tanya Donghae sebal karena mendapat ceramah dari orang yang tak ia kenal.

Bukannya menjawab gadis itu malah melenggang bebas menuju sebuah piano yang ada disudut lain ruangan musik itu. Donghae berdecak kesal melihat tingkah gadis itu.

“Kau yang sering memainkan piano disini ya? Setiap aku melewati ruangan ini, aku selalu mendengar bunyi yang kadang membuatku mengantuk. Fiuhh.. membosankan sekali mendengarkan orang bermain piano.” Kicau gadis itu panjang lebar. Donghae yang mendengarnya menjadi panas sendiri.

“Kau marah? Mianhae.. aku hanya bercanda. Hehhhe..” gadis itu menoleh sambil tersenyum lebar kearah Donghae yang memberinya tatapan seakan ingin memakan orang. Ia tau apa yang ada dalam pikiran Donghae.

Donghae bangun dari tempatnya mendekati si gadis. “Kau itu siapa? sepertinya bukan anak yang bersekolah disini?”

“Memang bukan. Aku tak sengaja melewati ruangan ini. Jadi aku mampir saja oppa.”

Oppa?  Panggilan itu membuat Donghae bingung. “Oppa??”

“Aku liat wajahmu lebih tua dariku. Jadi aku memanggilmu oppa.” Jawab gadis itu santai.

“Dasar gadis aneh.” Cibir Donghae.

“Oppa bisa bermain piano?” gadis itu mengalihkan pembicaraan. “Aku sering melihat oppa memainkan piano ini.”

“Mwo? Melihatku? Kau sering memperhatikanku??”

“Ye? Ah aa..anni..nio.. Akk..kku cuma asal menebak saja. Ne, asal menebak. Hhe.” Jawab gadis itu terlihat sedikit gugup.

Donghae tertawa kecil melihat gadis itu gugup. “Siapa namamu?”

“Yoona imnida. Dan oppa pasti Donghae kan?” Yoona baru saja menyadari kata-katanya. Aish, kenapa begitu bodoh dirinya? Umpatnya dalam hati.

Donghae mengernyitkan alisnya bingung. Bagaimana gadis itu bisa tau namanya? “Kau tau dari mana namaku?”

“Name tag yang oppa gunakan bertuliskan Donghae. Sudah pasti itu nama oppa kan?” tanya Yoona. Untung ia menemukan sebuah alasan yang masuk akal saat tak sengaja melirik kearah seragam yang Donghae kenakan.

Walaupun terlihat sedikit janggal. Tapi Donghae tak mau ambil pusing. Berharap ini pertama dan terakhir kalinya ia bertemu gadis seperti Yoona.

# End of Flashback #

 **present**

Donghae tengah berjalan sepulang dari sekolah ketika tiba-tiba sebuah suara menghampirinya. “Hosh..hosh.. langkahmu itu cepat sekali oppa.” Eluh seseorang yang tak lain adalah Yoona dengan nafas yang tersenggal-senggal.

“Kau lagi? Kau itu benar-benar hantu ya? Selalu muncul tiba-tiba.” Kesal Donghae walau seperti itu ia senang dengan kehadiran gadis itu.

Yoona memanyunkan bibirnya kesal. “Jahat sekali..”

“Dasar gadis aneh..” Donghae melanjutkan langkahnya lagi meninggalkan Yoona.

“Yaa!! Chakkaman!” Yoona mencoba mengejar Donghae dan mensejajarkan langkah mereka. Sementara itu Donghae masih tetap berjalan.

“Yaa!! Aku ini sedang berbicara.” Yoona akhirnya berhasil menahan tangan Donghae.

“Apa?” Donghae mendekatkan wajahnya pada Yoona. Seketika gadis itu langsung mengelak dari sorot mata yang terlihat teduh milik namja dihadapannya.

~ end Pov ~

**

~ Yoona’s Pov ~

“Apa?” tanya namja dihadapanku setelah aku berhasil menahan tangannya. Wajahnya terlalu dekat denganku. Aish, apa harus seperti ini reaksinya? Aku segera memalingkan wajahku, wajahnya itu selalu mengingatkanku akan onnieku.

“Anio..” tiba-tiba aku bingung harus menjawab apa. Aku lupa apa yang ingin aku katakan.

“Gadis aneh.” Dia mencibirku lagi. Aigo, kenapa dulu onnieku bisa menyukai namja sepertinya. Kalau saja aku tak ingat onnieku, sudah kubunuh dia karena mengataiku terus.

Aku mencoba untuk tersenyum dihadapannya. “Oppa hari ini sibuk tidak?”

“Untuk apa bertanya seperti itu?” ketusnya. Omona, aku harus benar-benar sabar menghadapinya. Ini terakhir kalinya Yoona-ah. Hwaiting!!

“Kita kan sekarang sudah jadi teman?”

“Aku tidak pernah ingin kau menjadi temanku.”

“Jahat sekali.”

“Aku sibuk hari ini.” ketus Donghae

“Hari ini kan ulang tahunmu. Seharusnya kau meluangkan waktu untuk teman-temanmu.” Ulang tahun? Sepertinya aku kelepasan lagi. Onnie, bantu aku.

“Mwo? Kenapa kau tau hari ini ulang tahunku?” herannya. Ia menatapku seakan membutuhkan penjelasan.

“Hahahahah.. aku hanya asal menebak. Tapi kalau itu benar berarti aku berbakat untuk menjadi seorang peramal. Hahahaha..” jawabku buru-buru. Ini adalah jawaban terburuk dalam hidupku.

“Kau itu benar-benar aneh ya?”

“Tapi itu benar kan?”

Dia terlihat mengangguk dengan malas. Segera saja aku menarik tangannya dan membawanya menuju suatu tempat. Tak peduli bagaimana ekspresinya saat ini.

~ end Pov ~

**present**

~ Author’s Pov ~

Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya Donghae dan Yoona berhenti disuatu tempat. Donghae terkejut ketika melihat tampat apa itu. Banyak alat-alat olahraga disana. Mulai dari bola, raket, stick golf, kostum olahraga, dll.

“Toko sport?” Donghae menoleh kearah Yoona yang berdiri dismpingnya.

Yoona mengangguk. “Ne..”

“Untuk apa kita kemari?”

“Sudah! Kita masuk saja. Kajja!!” Yoona hendak masuk tapi Donghae menahannya. “Apa lagi?”

“Apa harus tangan kita bergenggaman seperti ini?” ragu Donghae menunjuk tangan mereka yang masih saling menggenggam. Mereka tak menyadari sejak tadi tangan mereka tak pernah terlepas.

Tiba-tiba wajah Yoona bersemu merah. Buru-buru ia melepaskan tangannya dan masuk kedalam toko meninggalkan Donghae diluar. Sementara itu, Donghae hanya menggaruk kepalanya yang terasa tak gatal dengan senyum yang sedikit timbul disudut bibirnya.

**present**

“Oppa, apakah ini bagus? Ini untukmu.” Tanya Yoona menghampiri Donghae yang tengah asik melihat barang-barang dalam toko sport itu.

“Mwo?” Donghae membalikkan badan menghadap Yoona. Ia terkejut ketika melihat Yoona membawa sebuah bola. Itu adalah bola yang selama ini ingin ia miliki. Tapi karena suatu hal ia tidak bisa memiliki itu.

“Kado ulang tahun untukmu. Saengil chukae yo~” Yoona menyodorkan bola itu pada Donghae.

“Mwo?”

“Kau menyukainya kan, oppa?”

“Kenapa kau memberikan ini untukku?” bingung Donghae. Ia ragu saat harus menerima pemberian Yoona itu. “Hanya Yuri yang tau aku manginginkan ini.” gumamnya pelan. Ia kembali teringat akan Yuri, kekasihnya dahulu.

Yoona tersenyum tipis, samara-samar ia mendengar apa yang diucapkan Donghae. Tapi senyuman itu terlihat begitu miris. “Terima saja. Anggap permohonan maafku karena selama ini sering menganggumu.” Guraunya.

“Gomawo yo~ Kau tau? Sejak dulu aku menginginkan ini.” Donghae memain-mainkan bola yang ada ditangannya. Hatinya sangat senang walau ia tau bola itu takkan bisa ia gunakan sebagaimana mestinya.

**present**

Senyum selalu mengembang dibibir Yoona saat memperhatikan Donghae bermain bola. Disana Donghae terlihat sangat ahli dan keren pastinya. Mata itu tak hentinya mengikuti Donghae yang berlari kesana kemari sambil mengiring bola.

~ end Pov ~

**

~ Yoona’s Pov ~

Aku sudah melakukannya onnie. Kau lihatkan? Aku sudah memberikan bola itu untuknya. Tugasku selesai. Aku rasa aku harus pergi saat ini juga.

Aku bangun dari tempat dudukku dan meninggalkan lapangan ini. Aku sudah mengenal Donghae, walau baru beberapa hari tapi aku sudah cukup mengenalnya. Yuri onnie sangat beruntung pernah mendapatkannya. Donghae oppa selalu memainkan piano itu untukmu onnie. Aku iri pada onnieku.

“Yaa!! Yoona-ah kemari.” suara itu menghentikan langkahku. Dia memanggilku. Kenapa seperti ini? Dadaku mulai bergetar setiap mendengarnya memanggil namaku.

Aku segera membalikkan badanku. “Ye?”

“Kau mau kemana?”

“Ah..ann..nnio..nio..”

“Aku lelah. Kita merebahkan diri diatas rumput itu sebentar ya? Sangat menyenangkan rasanya.” Donghae tiba-tiba menarik tanganku dan membawaku kembali kepinggir taman. Taman ini dikelilingi oleh bukit-bukit kecil. Rumput-rumput yang hijau membuat taman yang bisa dijadikan lapangan ini sangat sejuk.

**

“Aku sangat senang hari ini.” ceritanya. Kini kami merebahkan diri diatas rumput-rumput hijau ini. Aku tak bisa menahan perasaanku. Entah mengapa ini membuatku ragu.

“Oppa, bolehkah aku bertanya satu hal padamu?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“Mwo?”

“Kau terlihat sangat jago bermain bola. Tapi kenapa kau memilih piano?”

“Aku juga ahli dalam bermain piano.”

“Arraseo. Tapi kenapa kau tidak bermain bola?”

“Ayahku tak mengijinkanku untuk terlalu serius dibidang ini(bola). Ia lebih suka aku bermain piano.”

“Oh.. begitu.” tanpa sengaja aku menoleh kearahnya. Beberapa keringat mulai mengucur dari dahinya. Mata itu…

“Yoona-ah, tau kah kau?” pertanyaan itu membuatku dengan segera memalingkan wajah keatas. Dia tiba-tiba menoleh kerahku.

“Mwo?” aku tak berani menatapnya.

“Kau mengingatkanku pada seseorang.” Kalimat itu membuatku terhenyak.

“Nugu?” tanyaku berpura-pura aku tak tau jawabannya.

“Dia adalah Yuri. Kekasihku.” aku ingin menangis mendengar perkataannya.

“Apa aku benar-benar mirip dengannya?” aku masih tak berani untuk menoleh kearahnya. Karena jika aku menoleh, air mata pasti akan lebih mudah jatuh dari mataku.

“Hanya dia yang tau aku menginginkan bola ini.”

“Kau mencintainya?” pertanyaan bodoh! tentu saja iya.

“Eh.. aku lapar. Kita cari makan saja. Kau belum mentraktirku sup rumput laut dihari ulang tahunku.” Aku rasa dia ingin mengelak dari pertanyaanku. Donghae oppa segera bangun dan menarik tanganku meninggalkan lapangan ini.

~ end Pov ~

**present**

~ Author’s Pov ~

 Yoona heran memperhatikan Donghae yang sedang melahap sup rumput laut. Ia sepertinya lupa ingin pergi dari Donghae secepatnya. “Oppa lapar? Sudah berapa sup rumput laut yang oppa habiskan?”

Donghae mengangkat kedua bahunya. “Akhir-akhir ini aku jarang seperti ini. Aku hanya sering menghabiskan waktuku untuk bermain piano.”

“Sudah selesei kan makannya? Sekarang kau yang harus mentraktirku.” Todong Yoona.

“Aku yang ulang tahun kenapa kau yang minta traktir?”

“Hanya ice cream saja. Aku ingin makan ice cream.” Rengek Yoona seperti anak kecil. Donghae tertawa kecil melihat tingkah gadis dihadapannya itu.

Donghae terlihat berpikir. “Baiklah. Kajja!!” ia langsung bangkit dari kursinya dan meraih tangan Yoona. Digenggamnya tangan mungil itu. Yoona hanya terpaku saja saat melihat tanganya digenggam oleh Donghae ketika berjalan. Jantungnya mulai berdegup tak beraturan lagi.

 **present**

Donghae memasuki sebuah kedai ice cream, sementara Yoona menunggunya diluar. Cuaca hari ini tak begitu panas karena matahari sebentar lagi akan tenggelam. Suasana sore dikota Seoul sangat indah. Banyak orang berlalu lalang dengan kendaraan masing-masing dan ada pula yang berjalan kaki.

“Ajhumma aku pesan ice creamnya 2 ya?” pinta Donghae pada wanita paruh baya penjaga kedai.

“Baiklah nak. Kau mau rasa apa?”

“Coklat.”

“Tunggu sebentar.” Pelayan itu mulai masuk kedalam ruangan dan kembali beberapa menit kemudian.

“Gomawo yo~” Donghae menyerahkan beberapa lembar uang Won. Dan kini dua buah ice cream sudah ada ditangannya.

“Gadis itu pasti kekasihmu? Kalian terlihat sangat serasi.” Ucap pelayan itu tiba-tiba sambil menengok kearah luar kedainya. Terlihat seorang gadis sesekali mengintip untuk sekedar melihat namja dihadapannya.

“Ajhumma bisa saja. Anio, dia hanya temanku.” Malu-malu Donghae. “Yasudah. Aku pergi ajhuma.” pamit Donghae sopan. Ia segera meninggalkan kedai itu dan menghampiri Yoona yang menunggunya sejak tadi. Sementara pelayan itu hanya tersenyum mengisyaratkan sesuatu.

 **

“Kita mau kemana sekarang oppa?” tanya Yoona sambil sesekali menjilati ice cream coklat yang ada ditangannya.

“Jalan saja terus. Nanti juga kau tau.” Donghae menunjuk kedepan. Kearah jalan yang akan ia tempuh. Ia ingin menunjukkan sesuatu pada Yoona.

**present**

Yoona terbengong-bengong saat melihat sebuah piano dihadapannya. Piano itu memang biasa saja, tapi yang tak biasa piano itu berada disebuah pantai yang sangat sepi ini. “Ini pianomu oppa?” tanya Yoona.

Donghae tersenyum lalu mengambil posisi dibalik piano itu. “Aku kadang sengaja meminta orang untuk meletakkan piano ini disini jika aku menginginkannya. Dulu aku dan Yuri sering datang kemari hanya untuk bermain piano berdua. Tempat ini begitu indah.” Ia menundukkan kepalanya saat menceritakan itu.

Yoona hanya tersenyum simpul mendengarnya. Rasanya ia ingin menangis jika mendengar Donghae menyebut nama kakaknya. “Apa ada sesuatu yang menganjal dihatimu sekarang oppa?”

“Aku pernah ingin memainkan satu lagu untuknya. Tapi dia terlebih dahulu meninggalkanku.” Air mata Donghae dengan mudah jatuh melewati pipinya. Yuri, adalah gadis yang selama ini benar-benar ia cintai pergi meninggalkannya beberapa minggu lalu. Dan itu membuatnya benar-benar terpukul.

Yoona terdiam, ia tak tau harus menjawab apa. Namun, tak beberapa ia mendegar sebuah alunan musik piano. Donghae memainkan sebuah lagu, ia dengan seksama memperhatikan Donghae.

‘ini untukmu onnie’ lirih Yoona dalam hati.

~ end Pov ~

** 

~ Donghae’s Pov ~

Perasaanku sekarang lebih tenang. Aku ingin sekali memainkan lagu ini untuk Yuri, tapi Yoona yang mendengarkannya. Mereka berdua terlihat sangat mirip dimataku. Dimata Yoona aku bisa melihat Yuri, tapi aku tak ingin menyamakan mereka. Bagaimanapun Yuri dan Yoona adalah sosok yang berbeda.

Prokk..prookk..

Yoona tersenyum sambil menepuk kedua tangannya. Senyuman itu terlihat sedikit kaku pada wajahnya. Dia terlihat seperti habis menangis. Apa gadis ini tadi menangis? “Keren oppa.” Pujinya. “Yuri onnie pasti akan sangat senang mendengar permainanmu dari atas sana.”

Aku hanya tersenyum tipis mendengarnya berucap seperti itu. Harapanku juga seperti itu.

~ end Pov ~

**present**

 

~ Author’s Pov ~

Matahari sebentar lagi akan tenggelam. Warna orange kemerahan-merahan ditambah warna biru yang sedikit menghiasi membuat langit sore dipantai itu begitu indah.

“Yoona-ah..” panggil Donghae pelan. Ia menoleh kearah gadis yang duduk diatas pasir-pasir putih disebelahnya.

“Mwo?” Yoona pun menoleh kearah Donghae. Saat itu langsung ia jumpai sepasang mata besar dihadapannya.

Donghae tersenyum tulus. “Gomawo untuk hari ini. Kau…”

Yoona tiba-tiba memotong pembicaraan Donghae. “Ne, Cheonmaneyo. Aku juga senang hari ini oppa. Sekali lagi saengil chukae yo~”

“Yoona-ah..” panggil Donghae lagi.

“Apa lagi?”

“Anio. Lupakan saja.”

Yoona mengangkat kedua bahunya lalu kembali meluruskan pandangannya kehamparan air laut yang tenang dihadapannya. Suatu pikiran kembali muncul dibenaknya. “Oppa. Apa kau haus? Aku pergi mencari minum dulu ya?” tanyanya yang tanpa menunggu jawaban dari Donghae langsung meninggalkan namja itu begitu saja.

Sepeninggalan Yoona, Donghae hanya tersenyum sendiri. Gadis itu kadang mampu membuatnya merasa tak sendiri lagi. Selama ini setelah kepergian Yuri, Donghae selalu merasa hidupnya akan dipenuhi dengan kesendirian. Tak ada orang yang mengerti dirinya seperti Yuri mengerti dirinya. Tapi Yoona mampu melakukan itu.

**

Yoona memperhatikan Donghae dari kejauhan. Air matanya mengalir begitu saja saat menatap punggung namja itu. Ia berusaha menghapus air mata yang mengalir dipipinya lalu perlahan meninggalkan pantai itu.

~ end Pov ~

 ** 

~ Yoona’s Pov ~

Tugasku selesei sekarang onnie. Aku harus pergi. Aku tak ingin merampas milikmu. Sampai kapanpun Donghae oppa milikmu dan akan selalu mencintaimu. Itu terlihat jelas dimatanya.

Donghae oppa, gomawo yo~. Kau memberikan sesuatu yang indah dalam hidupku. Cintamu pada Yuri onnie begitu tulus. Dan itu adalah sesuatu yang sangat berharga untukku. Aku rasa aku mulai menyukaimu. Tapi… aku tau, aku takkan pernah bisa menggantikan Yuri onnie dihatimu.

 

—- The End —-

yeaayy~~ I’m back~~ #plakk

Ini ff lama yang aku ubah castnya dan judulnya,, awalnya bingung cast nya mau siapa.. tapi setelah menimbang2 (?) dan akhirnya saya putuskan yoonhae~~ *prokprok* #apadahiniauthor

etteohke? anehkan? *pasti* 🙂

comment please^^ biar author seneng.. 🙂

gomawoyo~ annyeong~~ *tabur bias masing2* xD

Please don’t RE-UPLOAD or COPY-PASTE FF here without my permission

Advertisements

45 thoughts on “FF YoonHae | Present

  1. bgs n keren!!
    tp ending.a tow lohh
    knp ko’ gantung??
    q mow.a haeppa n yoona eonni brsatu
    #q ko’ kxkx maksa bgt ea 😀

  2. uwaaaaa….
    gntung bgd ini crta’a,,
    knp yoonhae g b’stu z c??
    ff’a bgus,
    tp gntuung,
    mau sequel’a cngu

  3. gila thor gantung bgt ending nya padahal ceritanya asli ajib bener (bagus) tp knp ending nya gantubg bgt?? Bikin squel dong!!

  4. lam kenal thor,,,:) iseng2 lg browsing ternyata nemu ff yoonhae,,, jln critanya bgs tp ngegantung, bkn sequelnya dg thor jadiin yoonhae pasangan kekasih, pleaseplease #maksa# ^_^

  5. keren thor ceritanya! ditunggu FF YoonHae yg lain thor, sering2 ja bkin FF YH 😀 cuma ini doang kayaknya YHnya yaaa..
    sequel ya thor, jebal jebal jebal..

comment please ^^ be a good reader....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s