FF SeoKyu | The Way to Break Up

seokyu-the way to break up

Title : The Way to Break Up

Author : @tikaHyunnie407 *me*

Lenght : One Shoot

Cast :

# Kyuhyun

# Seohyun

Supporting cast :

# Yoona

# Kibum

# Donghae

nb : oh ya, ada baiknya baca sambil denger the way to break up nya kyuhyun ya.. hehhhe.. biar dapet feel nya.. 🙂

— The Way to Break Up —

“Even if it’s painful, I’ll pretend it’s nothing

Even if I’m tearing, there’s a way to keep it in

Even if my heart is scarred, there’s a way to still peacefully smile

That is the way to break up”

“Mworago?” mulut Seohyun terasa kelu saat mengucapkannya. Mendengarkan ucapan seorang namja dihadapannya membuat gadis itu bahkan sulit untuk berbicara. Hatinya tiba-tiba saja seperti tertimpa suatu benda yang membuatnya merasa sesak, sakit seketika. Gadis itu berusaha menahan air matanya, namun tanpa sadar kumpulan air yang tertahan itu menyeruak keluar membasahi pipinya.

Sementara namja dihadapannya masih terlihat tak bergeming. Didalam hatinya ia tak henti-hentinya untuk meyakinkan dirinya bahwa apa yang ia lakukan saat ini adalah yang terbaik, terutama untuk gadis yang sangat ia cintai walau terasa sakit. Hatinya mulai bergetar saat melihat bulir air mata mengalir pada lekuk pipi Seohyun. Namja itu menutup matanya, berharap dapat menghirup sedikit udara untuk kembali menguasai dirinya.

“Oppa..” pelan Seohyun. Berharap namja itu menarik kembali ucapannya. Kyuhyun, adalah namja yang selama ini selalu berada disisinya, namja yang dulu seakan menjadi malaikatnya ketika ia tengah terpuruk. Ia ingat dimana saat pertama kali bertemu dengan namja itu. Sungai Han, sungai yang penuh kenangan baginya. Saat ia menangis bahkan berteriak setiap malam untuk menyalahkan seseorang yang bahkan tak memiliki kemampuan untuk menghidupkan dirinya kembali.

“Apa dia akan terbangun dari tidur abadinya jika kau terus berteriak seperti itu?” Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dan mengejutkan Seohyun. Gadis itu dengan segera menghapus air matanya yang terus mengalir saat ia berteriak sebelumnya. “Nuguseyo?” Tanya Seohyun, tapi seseorang itu justru menunjukkan senyum tipisnya. Bagi Seohyun itu terlihat seperti senyuman mengejek. “Tidak penting siapa aku. Kau tahu? Kau ini ribut sekali. Setiap hari berteriak dan menyalahkannya. Apa dia akan mendengarkannya lalu hidup lagi?” kicaunya yang membuat mata Seohyun sedikit mendelik. “Waeyo? Apa yang aku katakan salah?” Bukannya merasa menyesal dengan ucapannya, Kyuhyun justru berbicara lagi seakan menantang tatapan mata Seohyun tersebut. Meski tak mengatakan sesuatu namja itu tahu, gadis tersebut merasa tak setuju dengan ucapannya. “Pergilah. Bukankah kita tak saling mengenal. Jadi urusi saja hidupmu sendiri.” Seohyun memperkecil nada suaranya. Ia berusaha tak menghiraukan namja yang masih berdiri disampingnya, gadis itu memilih untuk mengedarkan pandangannya kesudut lain di sungai yang terkenal karena kehindahannya tersebut. Meski saat itu yang terlihat hanya beberapa lampu yang menerangi karena hari sudah sangat larut. “Aku tahu. Tapi kau ini ribut sekali. Sudah hampir sebulan aku selalu mendatangi sungai ini tengah malam karena merasa bosan. Tapi selama dua hari ini selalu ada gadis yang berteriak dan menangis. Itu benar-benar mengangguku. Pertama kali aku pikir mungkin itu hantu tapi ternyata…” Namja itu tak melanjutkan ucapannya lagi karena melihat wajah Seohyun yang sebelumnya mendelik kini berubah seperti tengah menahan tangis. “Kau tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya. Saat seseorang yang kau cintai pergi meninggalkanmu begitu saja. Padahal sebelumnya dia berjanji akan menemuimu. Donghae oppa. Seharusnya ia datang dan langsung menemuiku setibanya di Seoul. Tapi…” Seohyun menutup mulutnya, sesungguhnya ia tak ingin mengingat-ingat itu lagi. Gadis itu hanya bingung bagaimana harus mengekspresikan perasaanya hingga saat itu hanya ini yang bisa dilakukannya. Ia sadar apa yang dilakukannya hanya akan menghabiskan energy nya saja, tapi justru itu yang membuatnya merasa lebih tenang nantinya. Pria itu terlihat sedikit melunak, entah kenapa ia seakan bisa merasakan apa yang gadis itu tengah rasakan. Ia akhirnya memilih untuk diam dan mencoba menjadi pendengar yang baik untuk Seohyun meski meraka tak saling mengenal.

“Jangan seperti ini. Lupakan aku dan jangan pernah menemuiku lagi.” Kyuhyun mengalihkan pandangannya kesudut lain di coffee shop tersebut. Berharap dapat menutupi dirinya yang merasa lebih sakit setelah mengucapkan itu. Kalimat ini membuat dirinya tampak benar-benar menjadi orang yang jahat, orang yang telah membuat gadis yang sangat mencintainya menangis. Selama ini bahkan dia berjanji untuk tak membuat gadis itu menangis, tapi saat ini ia sendiri yang mengingkarinya.

“Bagaimana bisa oppa berkata seperti itu? Apa aku membuat suatu kesalahan? Aku berjanji aku akan memperbaikinya.”

Kyuhyun kembali memejamkan matanya. Didalam hati ia terus memohon agar Seohyun menghentikan semuanya, “Aku mencintai gadis lain.” Ini adalah kebohongan yang Kyuhyun ucapkan untuk kesekian kalinya hari ini.

“Ania. Geotjimall.” Mendengar itu Seohyun seakan mendapatkan keberaniannya untuk berteriak dihadapan Kyuhyun. Gadis itu bangun dari duduknya dan langsung menyambar tasnya. “Aku akan pergi dan setelah ini aku akan menganggap semua yang oppa katakan hari ini tak pernah ada. Mungkin oppa merasa lelah hari ini.” Suara Seohyun kembali melunak, ia menyeka air matanya dan mati-matian berusaha menahan air matanya kembali. Gadis itu membalikkan tubuhnya dan ingin segera pergi dari tempat yang rasanya tak memiliki ruang untuk bernafas tersebut.

“Yoona. Gadis itu…” Kyuhyun seakan tak mampu melanjutkan ucapannya kembali. Berdiri, membuatnya seperti kehilangan keseimbangan.

Seohyun terhenti sesaat. Yoona? Benarkah itu? Yoona adalah sahabat baiknya dan ia sangat mengenalnya. Yoona tak akan pernah melakukan hal tersebut. Gadis itu berusaha mengubur semua pikiran buruknya setelah mendengar nama itu terlontar dari mulut Kyuhyun. Ia melangkahkan kakinya kembali dan berusaha bersikap sewajarnya meski itu tak bisa menutupi bahwa ia sedang tak baik-baik saja.

Kyuhyun ambruk, ia kembali mendudukkan dirinya dan menangis. Mianhaeyo, mungkin seribu kali ia mengucapkan kata itu tak akan pernah mampu untuk bisa memaafkan dirinya.

**the way to break up**

Seohyun terus berjalan tanpa memperhatikan jalanan yang cukup ramai dilalui beberapa orang tersebut. Bahkan beberapa kali ia harus membungkuk karena tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang. Tidak hanya itu, mungkin saat ini ia sendiri tak sadar kemana langkah kaki tersebut telah membawa dirinya. Setelah terus berjalan, gadis itu menemukan sebuah tempat yang terlihat seperti sebuah taman. Ia berhenti ketika menemukan sebuah kursi kayu yang masih kuat meski terlihat sangat tua. Gadis itu kembali menangis. Membiarkan air mata itu tetap membasahi pipinya. Beberapa orang sempat menanyakan apakah dirinya baik-baik saja. Tapi tak ada yang bisa ia lakukan, hanya tetap menangis dan menangis.

Kyuhyun oppa bukanlah seseorang yang seperti itu. Hampir selama 3 tahun ia mengenal namja itu, tak pernah sedikitpun Kyuhyun membuat dirinya menangis. Pasti ada alasan lain, ya ada alasan lain yang tak bisa namja itu ucapkan. Seohyun terus meyakinkan itu pada dirinya, tak peduli apa yang ia dengarkan sebelumnya. Gadis itu memukul-mukul dadanya, berharap rasa sesak itu segera pergi sementara air matanya terus mengalir.

**the way to break up**

“My heart is filled with such darkness

Countless obsessions all shattered again

It’ll be worn off again, it’ll be distant again

We will forget each other

 

“Kau harus segera membuat keputusannya.” Suara yang terdengar berat itu membuat Kyuhyun menghela nafas untuk kesekian kalinya. Apa yang bisa ia katakan lagi? Ia berteriak pun tak akan bisa menolong dirinya lagi.

“Aku tidak ingin menjalankan operasi.” Tegas Kyuhyun dengan tatapan kosong. Perasaannya tak menentu saat kalimat itu terlontar dari mulutnya. Meskipun ia sudah memikirkan hal tersebut dengan matang, tetap saja seperti ada yang mengganjal dihatinya.

“Kau yakin? Kau harus benar-benar memikirkan ini.” Pria paruh baya tersebut membenarkan kaca matanya yang sedikit turun sembari menunggu jawaban Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam, mencoba mencerna baik-baik ucapan itu. “Aku tidak ingin kehilangan semua memory masa laluku jika aku mengambil keputusan untuk menjalankan operasi tersebut, Dok.” Jelas Kyuhyun lagi. Rasanya buliran air mata tersebut sudah berkumpul dipelupuk matanya. Seohyun, gadis itu alasannya. Lebih baik jika dia pergi untuk selamanya dari pada harus kehilangan semua memory nya bersama gadis itu.

Dokter tersebut hanya menggeleng sembari membuang nafasnya berat. Ia tahu memang ini adalah keputusan yang sulit. Ia sendiri tak bisa melakukan operasi tersebut jika tanpa persetujuan sang pasien. Sebulan yang lalu ia sendiri yang menyampaikan pada Kyuhyun tentang operasi tersebut. Dan saat itu pula Kyuhyun menolaknya dengan keras. Tak ada satupun manusia yang menginginkan kehilangan ingatan tentang diri sendiri dan semua orang terkasih, jika itu terjadi sama halnya mereka hidup dengan raga mereka tanpa ada kenangan yang membuat hidup mereka berarti. Begitupun dengan Kyuhyun. Kecelakaan mobil beberapa tahun lalu ketika ia masih menjadi siswa sekolah menengah membuatnya harus mendengar semua hal tersebut. Benturan keras pada kepalanya saat kecelakaan membuatnya mengalami gegar otak, meski saat itu Dokter yang merawatnya mengatakan tak akan ada hal yang perlu dikhawatirkan. Tapi nyatanya setelah beberapa tahun berlalu ia mengetahui bahwa ada sesuatu yang aneh pada kepalanya. Sudah hampir dua bulan ini Kyuhyun selalu merasakan kepalanya sakit dan terkadang itu membuatnya sering kehilangan keseimbangannya. Tentu saja, semua itu berhasil ia sembunyikan dari Seohyun.

**the way to break up**

Kyuhyun terlihat linglung saat berjalan keluar dari lift di apartementnya. Tangannya menggenggam erat amplop berwarna cokelat hasil dari pemeriksaannya hari ini. Entah penyakit apa itu, yang pasti ia sangat membenci itu. Saat ini tak hanya kepalanya yang terasa sakit, tetapi juga hatinya. Jika ia mengingat apa yang dilakukannya kemarin, tak henti-henti  ia mengumpat diri sendiri yang telah mengingkari janjinya untuk tak membuat Seohyun menangis. Detik itu juga serasa semuanya runtuh dan membuat rasa sakit itu menyebar keseluruh otaknya.

Kini ekspresi wajah Kyuhyun terlihat berubah. Kedua alisnya menyatu saat memperhatikan pintu apartementnya yang tak tertutup rapat. Sebelumnya ia ingat betul telah mengunci rapat pintu tersebut. Tangannya perlahan membuka pintu tersebut dan melangkahkan kakinya pelan.

“Oppa sudah pulang… aku sudah menyiapkan makan malam untuk kita hari ini.” seorang gadis berlari kearahnya yang baru saja melangkahkan kaki beberapa langkah. Gadis itu terlihat manis dengan celemek yang terpasang ditubuhnya. Matanya yang sebelumnya sembab kini sudah terlihat seakan tak terjadi apapun. Entah bagaimana gadis itu menutupi perasaanya yang kacau saat ini.

Kyuhyun masih tak berbicara sedikitpun. Ia memilih untuk mengunci mulutnya dan memperhatikan kearah dapur. Ia dapat melihat meja makannya yang sudah dipenuhi beberapa menu untuk makan malam. Sepertinya semua itu Seohyun yang menyiapkannya. Memang hal itu adalah kebiasaan Seohyun jika mereka ingin makan malam bersama.

“Waeyo? Apa oppa sudah makan malam diluar?” Tanya Seohyun yang melihat Kyuhyun hanya diam, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut pria itu semenjak sampai diapartemennya. Wajahnya berubah sendu. Ia takut, entah kenapa rasa takut itu selalu menggelayuti dirinya sejak awal menginjakkan kaki dirumah Kyuhyun. Mati-matian gadis itu menutupi rasa takutnya dan bersikap sewajarnya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Kyuhyun.

“Apa maksud oppa? Apa aku harus memiliki alasan untuk berada dirumah kekasihku?” suara Seohyun terdengar bergetar, mungkin gugup. Ia segera memalingkan wajahnya dan memilih kembali kedapur.

“Tidak. Tidak, saat kita masih bersama.” Ucapan Kyuhyun itu mampu menahan langkah Seohyun. Gadis itu tersentak, ia menggeleng berusaha meyakinkan dirinya agar terbangun dari mimpi buruk tersebut.

“Oppaa..”

“Berhentilah bersikap seperti ini. Kenapa kau membuat dirimu terlihat menyedihkan?” teriak Kyuhyun tanpa sadar. Mungkin rasa sesak yang memenuhi dadanya membuatnya bersikap seperti itu.

Air mata kini mengalir sempurna melewati lekuk pipi Seohyun. Gadis itu berbalik dan memberanikan diri untuk menatap wajah Kyuhyun. “Ne. Aku memang menyedihkan. Itu karena aku terlalu mencintaimu dan berharap apa yang aku dengar kemarin hanyalah guraunmu.” Ujarnya mengimbangi teriakan Kyuhyun.  Saat itu ia merasakan semua yang ia yakini runtuh seketika. Pria itu benar-benar telah berubah.

“Jangan pernah menemuiku lagi. Seiring waktu kita akan saling melupakan. Dan itu adalah yang terbaik untukmu dan juga diriku.” Seakan tak memiliki tenaga lagi, Kyuhyun hanya berbicara pelan.

“Mwo? Semudah itukah untuk dirimu?” Seohyun memberikan Kyuhyun tatapan tak percaya. Saat ini tak ada lagi kata-kata untuk menghormati pria itu.

Kyuhyun terdiam sambil menggigit bibir bawahnya. Ia terus berusaha agar air mata itu tak jatuh saat ini. “Bukankah aku sudah mengatakannya? Aku mencintai gadis lain.”

“Bukan Yoona. Aku tahu kau berbohong tentang itu.”

“Aniya. Itu yang sesungguhnya.”

“Waeyo?”

“….”

Plakk..

Tamparan keras gadis itu layangkan pada pipi kiri Kyuhyun. Apa ini membuatnya senang? Tidak. Tangis gadis itu justru semakin menjadi-jadi. Seakan dirinya sendiri tak mampu menghentikan air mata itu. Ia melepaskan celemeknya lalu berbalik arah menuju sofa untuk mengambil tasnya. Kakinya bergetar hebat sehingga diawal ia hampir terjatuh. Sementara Kyuhyun yang melihat itu hanya mampu memejamkan matanya.  Pipinya merah karena tamparan tersebut. Tapi ia menerimanya, mungkin itu tak akan cukup untuk apa yang telah ia lakukan pada Seohyun.

**the way to break up**

YoonBum

“Mwoya?” Mata Yoona hampir saja keluar saat mendengarkan penjelasan Kyuhyun. Ia mencoba mencerna baik-baik setiap kata yang telah terlontar dari mulut pria dihadapannya.

“Mianhae..”  hanya satu kata tersebut yang dapat Kyuhyun ucapankan.

Sementara Yoona, terlihat semakin bingung. Kini ia mengalihkan pandangannya pada pria yang duduk disebelahnya. Sejak awal pria itu memilih untuk diam. Kibum, sahabat baik Kyuhyun yang baru saja kembali dari Jepang sejak memutuskan menetap di negeri sakura tersebut untuk bisnis setahun lalu. Saat ini tanpa banyak yang mengetahui mereka telah menjalani hubungan jarak jauh. Selain itu dipikiran Yoona juga mulai menemukan hal-hal yang ia pikir cukup masuk akal kenapa beberapa hari ini Seohyun bersikap dingin padanya. Bahkan mereka layaknya tak saling mengenal.

“Oppa juga mengetahuinya?” Yoona berbalik pada Kibum.

Pria itu hanya mengangguk tanpa menjawab apapun. Seminggu lalu Kyuhyun memohon padanya, awalnya Kibum menolak. Tentu saja, pria mana yang ingin membiarkan kekasihnya dikaitkan dengan hubungan orang lain? Belum lagi ia mengetahui benar Yoona adalah sahabat baik Seohyun. Tapi, setelah mendengar mengenai keadaan Kyuhyun akhirnya ia melunak dan akhirnya meng-iya-kan ucapan sang sahabat.

“Jadi, hanya aku yang tidak mengetahuinya. Kenapa kalian melakukan ini padaku?” Tanya Yoona berharap kedua pria tersebut memberikan jawaban yang benar-benar masuk akal untuknya.

“Mianhae. Aku tidak bisa memberitahukan alasannya.” Ujar Kyuhyun pelan.

“Yaa!! Aku tidak bisa hanya diam. Aku akan memberitahukan Seohyun.” Yoona bangkit dari kursinya dan ingin segera pergi dari coffee shop tersebut untuk menemui Seohyun.

Kyuhyun dan Kibum yang melihat reaksi tak terduga Yoona itu pun saling menatap bingung. Hingga akhirnya Kyuhyun berusaha mencegah gadis itu. “Yoona-ya…”

“Tenanglah. Aku akan berbicara padanya. Dia pasti akan mengerti.” Tahan Kibum saat Kyuhyun hendak pergi. Kyuhyun hanya menghela nafas berat yang sejak tadi ia tahan. “Aku pergi.” Pamit Kibum, dimatanya terlihat jelas bahwa pria itu mencoba bersikap bijak. Melihat sorot itu membuat hati Kyuhyun sedikit tenang, ia percaya pada sahabat terbaiknya itu.

**the way to break up**

“Such a meaningless day has passed again

Such unique love of ours, won’t it ever exist again?

Even if I wanted to see you again, we can’t see each other anymore

Having to bear with it no matter how painful

That is the way to break up”

Seohyun terlihat sibuk membersihkan meja kerjanya. Ia sengaja datang terlalu pagi ke kantor untuk membersihkan meja tersebut. Hampir seminggu ini pekerjaannya menjadi kacau karena terbawa oleh suasana hatinya. Tapi setelah menyadari apa yang ia lakukan, ia selalu teringat ucapan yang mengatakan bahwa dirinya terlihat sangat menyedihkan. Karena itu ia mulai mencoba untuk menjalani harinya meski itu terasa berat. Ia menyadari betul, melupakan Kyuhyun tak semudah itu. Seribu kali ia meyakinkan diri untuk melupakannya, saat itu pula ia menjadi gadis yang begitu lemah.

**

Langit kota Seoul perlahan berubah kemerah-merahan. Beberapa sudut jalan pun terlihat ramai oleh lalu lalang orang-orang yang berjalan. Lampu-lampu terlihat mulai menyala diantara bangunan-bangunan yang berdiri apik disepanjang jalan. Seorang gadis berjalan dengan membawa sebuah box yang memenuhi tangannya, berusaha menyeruak diantara kerumuan orang yang berjalan tersebut. Box itu berisi perlengkapan-perlengkapan yang hampir 3 tahun ini menghiasi meja kerjanya. Hari ini ia memutuskan menggganti semua perlengkapan tersebut. Ia berpikir akan lebih baik untuk suasana hatinya kelak.

20 menit berjalan akhirnya Seohyun sampai didepan apartementnya. Perlahan ia menaiki tangga pada bangunan yang terlihat tua tersebut. Meski bukan apartement mewah, tapi tempat itu benar-benar nyaman untuknya. Satu-persatu anak tangga ia lalui hingga akhirnya sampai didepan pintu besar yang berada pada lantai 3. Setelah sampai, gadis itu langsung membaringkan dirinya pada sofa besar diruang tamu. Mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat lelah hari ini.

Diluar sana, tanpa gadis itu sadari seseorang tengah berdiri tepat menghadap jendela salah satu apartementnya. Memang bukan tanpa alasan seseorang tersebut berdiri ditempat itu. Nyatanya sejak awal ia yang selalu berjalan dibelakang Seohyun hingga sampai di apartment itu. Kyuhyun, ia menunduk. Menyadari sikap bodohnya jika gadis itu melihatnya nanti. Tapi, ia benar-benar mencemaskan Seohyun saat mendengar cerita Yoona yang mengatakan gadis yang masih ia cintai tersebut terlampau kurus setelah perpisahan mereka.

Hari semakin larut, terlihat tak ada yang berarti dari bangunan yang nampak tua tersebut. Sama halnya seperti Kyuhyun yang masih terjaga ditempat itu. Beberapa kali ia terlihat mondar-mandir sambil melemparkan pandangan kearah jendela yang kini hanya terlihat sebuah cahaya lampu tersebut. Hanya ini yang bisa ia lakukan saat ini. Tak mungkin muncul dihadapan Seohyun jika nantinya itu hanya akan mengacaukan perasaan mereka kembali. Setidaknya, melihat keadaan gadis itu baik-baik saja membuatnya lega. Dan dapat menemani gadis itu hingga pagi menjelang membuatnya senang, meski ia tak dapat menemuinya langsung.

**the way to break up**

“I’ll have to get used to the days without you

And tomorrow I will feel slightly better

It will slowly fade and be forgotten

And if suddenly I think of something

It will only leave beautiful memories”

“Ayo kita makan siang.” Tawar seorang gadis yang memiliki mata indah tersebut. Tiffany, teman sekantor Seohyun.

“Ne..” Seohyun beranjak dari kursinya dan berusaha menemukan dompetnya. Senyumnya memudar ketika menemukan sebuah photo terselip diantara kertas yang menumpuk dilacinya. Itu Kyuhyun. Gadis itu ingat photo itu ia ambil diam-diam saat Kyuhyun tengah tertidur, sangat tampan pikirnya terdahulu. Dengan cepat ia berusaha menepis pikirannya tersebut, lalu kembali menyembunyikan photo itu kebalik tumpukan kertas tersebut.

“Bagaimana kalau hari ini kita makan jjangjjamyeon saja?” Tanya Tiffany memecahkan keheningan Seohyun. Gadis itu menoleh lalu hanya mengangguk dan tersenyum.

**

Seohyun dan Tiffany telah menghabiskan makan siang mereka dengan lahap. Mereka menyempatkan diri untuk mengobrol sesaat hingga jam makan siang selesai. Biasanya, mereka pergi makan siang beramai-ramai. Tetapi hari ini mereka hanya berdua, itu karena Tiffany yang memaksa ingin pergi memakan jjangjjamyeon sedangkan yang lain lebih ingin menikmati masakan daging seperti biasanya.

“Aku ingin pergi kebelakang sebentar.” Bisik Tiffany dan langsung bangun meninggalkan Seohyun.

“Ne..” jawab Seohyun seadanya. Ia tersenyum sesaat lalu mulai memperhatikan keadaan dikedai yang cukup besar tersebut. Seperti biasanya, kedai ini akan terlihat sangat ramai di jam makan siang atau pun saat malam menjelang. Kedai ini adalah kedai mie terenak di kawasan dekat kantornya.

Seohyun terdiam sesaat, pikirannya tak bisa menolak bahwa tempat ini memang penuh kenangan untuk dirinya. Dan tentunya Kyuhyun. Gadis itu tersenyum tipis membiarkan kenangan-kenangan tersebut kembali berputar dikepalanya. Itu semua seperti goresan pensil yang meski dihapus akan tetap meninggalkan bekas.

“Yaa! Lihat!? Bagaimana gadis secantik dirimu bisa makan dengan cara seperti itu?” ucap Kyuhyun tak percaya yang membuat Seohyun berdecak. Meski seperti itu tetap terlihat imut untuk dirinya. “Walau seperti itu oppa tetap menyukaiku.” Cuek Seohyun yang sengaja mendekatkan wajahnya kearah Kyuhyun, bermaksud menggoda pria tersebut. “Kau ini..” Kini Kyuhyun berdecak sembari mengambil beberapa tissue dan membersihkan mulut Seohyun yang sedikit terkena noda makanan. Sebenarnya dahulu Seohyun tak begitu menyukai jjangjjamyeon tetapi karena Kyuhyun ia jadi menyukainya. “Oppa..” pelan Seohyun. “Mwo?” Kyuhyun terlihat menampakkan (?) senyum evilnya, pasti Seohyun sudah tersentuh dengan sikapnya sebelumnya, pikirnya. “Oppa mengatakan cara makanku buruk. Tetapi oppa lebih buruk.” Jujur Seohyun yang membuat Kyuhyun seperti baru saja terjatuh dari tangga yang tinggi. “Mm..mmwwo?”. “Lihat ini..” Seohyun berusaha membersihkan sisa makanan yang menempel pada daerah sekitar mulut Kyuhyun. Setelah itu ia tersenyum lebar, seperti magnet Kyuhyun pun menarik bibirnya dan ikut tersenyum.

“Seohyun-ah, gwenchanayo?” Tiffany menepuk pelan bahu Seohyun. Sudah berulang kali gadis itu memanggil Seohyun tapi sepertinya yang dipanggil benar-benar larut dalam pikiran sendiri.

“Eoh?” Seohyun terlihat bingung. Tapi sesaat ia kembali tertawa kecil menyadari tingkahnya yang konyol. Melihat itu Tiffany justru ikut tertawa.

“Gwenchana?” Tanya Tiffany lagi.

“Ne. Kajja kita pergi.” Ajak Seohyun. Mereka pun pergi meninggalkan kedai tersebut dan mulai larut dengan pembicaraan yang sebelumnya sempat terputus. Memang pasti akan selalu ada pembicaraan jika beberapa gadis tengah berkumpul, entah itu gossip atau apapun yang menarik untuk diperbincangkan.

Seiring langkah Seohyun yang semakin menjauhi kedai tersebut. Ia pun ingin berusaha untuk menjauhi semua hal yang berbau Kyuhyun. Meski kadang tak sekalipun ia menolak ketika tiba-tiba kembali teringat semua kenangannya bersama pria itu. Karena hanya itu yang ia miliki dan tak pernah sedetikpun ia ingin kehilangan semua kenangan tersebut. Ya, setidaknya biarkanlah semua kenangan tersebut tetap menjadi miliknya.

**the way to break up**

“Oppa membuatku cemas. Semalam Kibum oppa langsung menghubungiku setelah mendengar kau masuk rumah sakit. Dia itu sangat mencemaskanmu. Huh, padahal saat aku sakit dia tak pernah terlihat sangat cemas.” Kicau Yoona saat baru saja memasuki ruang yang serba putih dan pekat dengan bau obat. Beberapa buah-buahan yang ia bawa langsung diletakkannya disebuah meja yang berdiri tepat disamping tempat tidur yang memiliki warna sepadan dengan cat tembok ruangan tersebut.

“Bagaimana keadaan oppa sekarang?” Tanya Yoona meski perkataannya sebelumnya tidak mendapat tanggapan dari si empunya kamar, Kyuhyun. Pria itu justru hanya tersenyum simpul.

“Sudah lebih baik.” Jawab Kyuhyun seadanya. Semalam tiba-tiba sakit pada kepalanya kembali menyerang. Ia sendiri tidak ingat bagaimana ia bisa berada di rumah sakit ini karena sakit itu hingga membuatnya tak sadarkan diri.

Yoona saat ini terlihat lebih pendiam tetapi tatapannya sangat tajam diarahkan tepat pada Kyuhyun. Melihat itu Kyuhyun jadi merasa sedikit takut. Memang kekasih Kibum ini menyeramkan, pikirnya.

“Kenapa melihatku seperti itu?”

“Seharusnya oppa memberitahu Seohyun. Pasti dia akan…” Yoona menghentikan ucapannya lalu menunduk. Apa ia salah bicara?

“Bukankah kita sudah memiliki perjanjian?” Kyuhyun kembali mengingatkan Yoona. Bahwa untuk hal ini Seohyun tak boleh tahu. Ia tak ingin gadis itu semakin terluka karena harus kehilangan seseorang yang sangat dicintai untuk kedua kalinya.

“Aish.. seharusnya aku tak pernah berjanji hal itu pada kalian.” Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya tak setuju dengan keputusan yang telah ia ambil sendiri.

“Bagaimana?”

“Ye?”

“Apa Seohyun masih tak ingin berbicara denganmu?”

Yoona terlihat serius. Ia menggeleng pelan. “Aku tidak tahu apa dia sudah melupakannya atau apa. Tapi, terakhir bertemu ia hanya mengatakan agar aku selalu menjagamu.”

Kyuhyun terdiam mencoba mencerna baik-baik maksud ucapan itu. Mungkinkah Seohyun sudah melupakannya?

“Oppa yakin tidak ingin menjalankan operasi itu?” Tanya Yoona merubah topic pembicaraan.

Kyuhyun menggeleng. Yoona akhirnya tahu semuanya karena Kibum yang telah memberitahukannya. Mungkin jika tidak seperti itu Yoona akan terus memaksa untuk mengatakan yang sebenarnya pada Seohyun.

“Tapi oppa akan terus merasa kesakitan jika seperti ini.”

“Itu lebih baik daripada aku harus kehilangan semua hidupku.”

Ruangan itu kembali terdengar sepi, tak ada pembicaraan apapun. Mereka seakan larut dalam pikiran masing-masing.

**the way to break up**

“When actually it was meant to be forgotten

It is only I who tearfully remember you

And because there are too many traces that we’re happily in love

To me love is something so painful

But even if it hurts I have to bear with it

And just forget about it like that”

Seohyun berjalan perlahan dipinggiran sungai Han. Sendiri. Ya, hanya dirinya yang berjalan dengan wajah yang tertunduk lesu. Beberapa tahun lalu hal sama terjadi. Ia mendatangi sungai ini tak peduli jam menunjukkan pukul berapa. Yang ia tahu hanya ia butuh tempat yang sepi dan leluasa untuk dirinya meluapkan semua rasa sesak yang memenuhi dadanya. Hanya saja yang berbeda adalah saat itu karena Donghae, seseorang yang ia cintai sebelum bertemu dengan Kyuhyun. Perlahan karena Kyuhyun ia bisa mengubur bayangan Donghae dari hidupnya. Dan yang terpenting ia bisa merelakan kepergian Donghae tanpa ada rasa penyesalan.

“CHO KYUHYUN-AH!!? NAPPEUN NAMJA!!!” gadis itu berteriak saat ia lelah berjalan dan memutuskan untuk berhenti. Ternyata apa yang berusaha ia lakukan selama ini membuatnya lelah. Lelah membohongi dirinya bahwa ia tak mencintai pria itu lagi. Lelah karena  selalu meyakinkan dirinya bahwa ia telah melupakannya. Lelah berpura-pura bahwa dirinya baik-baik saja. Lelah harus menahan tangis karena ia begitu merindukannya. Lelah tersenyum hanya untuk menutupi air matanya

Air mata gadis itu jatuh perlahan. “Nappeun namja.” Bisiknya kali ini. Ia menatap kosong pada arus air yang tenang disungai tersebut dengan tangisan yang masih meyelimuti dirinya. Seohyun ingat, Kyuhyun pernah mengatakan tak suka melihat dirinya menangis di Sungai Han malam hari sendiri. Sayang Sungai yang begitu indah selalu dipenuhi air mata. Selain itu yang diinginkan Kyuhyun adalah Seohyun akan selalu datang padanya saat merasa sedih dan ingin menangis, ia ingin mereka saling berbagi kesedihan bersama. Tapi, saat ini apa hal itu masih berlaku?

Yang saat ini bisa gadis itu lakukan hanyalah menangis dan menangis. Karena begitu banyak hal indah bersama Kyuhyun yang selalu mengingatkannya. Ya, baginya cinta begitu menyakitkan. Meski seperti itu ia masih tetap mencintainya.

**the way to break up**

Tanpa terasa Kyuhyun menitikkan air matanya. Malam ini begitu sunyi sehingga ia mudah terbawa oleh perasaannya. Meski hari-hari telah berlalu, air mata itu seakan tak pernah kering. Setiap teringat Seohyun ia akan selalu menjadi pria yang lemah dan juga jahat. Sungai Han tempat yang indah, ia kembali mengingkari ucapannya.

“Sayang sungai yang indah harus dipenuhi air mata.” Itu yang ia katakan pada Seohyun beberapa tahun lalu. Saat itu Seohyun masih sering menangis karena Donghae. Ia tahu benar tentang itu. Tapi ia mencoba untuk terus bertahan. Entah sejak kapan perasaan itu muncul. Yang ia tahu hanya ingin selalu menjaga gadis itu dan akan selalu menghapus setiap air mata yang keluar dari mata indah tersebut. Tapi saat ini ia tak bisa melakukannya lagi. Hanya biarkan dirinya yang menangis mengingat semua kenangan yang masih ia miliki tersebut. Ia ingin Seohyun benar-benar melupakannya, karena ia sadar semakin hari kesehatannya semakin memburuk. Melakukan operasi sama halnya dengan ia mati. Jadi lebih baik ia pergi dan Seohyun melupakan dirinya. Hanya melupakannya meski terasa sakit.

**the way to break up**

~ 2 years later ~

Musim semi telah tiba, dedaunan hijau terlihat memenuhi langit-langit kota Seoul. Bunga-bunga sakura terlihat mulai bersemi. Perlahan bunga-bunga tersebut jatuh layaknya butiran Kristal es yang jatuh di musim salju. Beberapa orang terlihat menikmati liburan mereka ditaman-taman kota sembari merasakan hangatnya musim semi. Mungkin setelah musim ini berlalu mereka tak akan bisa merasakan lagi hangatnya udara tersebut karena telah berganti musim.

Disudut lain seorang gadis terlihat menyandarkan kepalanya pada kaca bus yang ia tumpangi. Pandangannya menyapu semua yang ia lihat melalui jendela bus. Musim semi memang indah untuk berkumpul bersama orang-orang terdekat, itu yang ia tangkap saat melihat seorang gadis tersenyum dibalik punggung kekasihnya. Dua pasang kaki itu selaras mengayun sepeda dengan dua pedal tersebut. Seperti magnet Seohyun ikut tersenyum. Dahulu setiap musim semi tiba ia sering melakukannya bersama dengan Kyuhyun. Mengelilingi kota Seoul yang indah dengan suasana yang hangat. Dan yang paling menyenangkan adalah mengunjungi Festival Bunga Musim Semi bersama.

Seohyun menarik kembali perhatiannya kedalam bus tepat pada sebucket bunga yang ia bawa. Mencium wangi bunga tersebut lalu tersenyum simpul. Ia juga ingin melewati musim semi bersama dengan Kyuhyun. Bunga lili yang terangkai apik itu memang ingin ia berikan pada namja itu. Meski saat ini namja itu tak pernah ada disisinya lagi, tapi ia akan selalu mengenang pria itu dihatinya. Ia menyesal , seharusnya saat itu ia menanyakan keadaan Kyuhyun bukan justru menampar namja itu. Gadis itu baru mengetahuinya seminggu setelah kepergian Kyuhyun. Yoona dan Kibum yang menjelaskannya. Diawal Seohyun terlihat egois dengan tidak ingin mendengar perkataan Yoona. Tapi setelah sahabatnya itu memaksa akhirnya ia sadar. Setelah mengetahui itu justru terasa lebih berat dari sebelumnya. Penyesalan, kesedihan, kehilangan, semua tercampur menjadi satu. Sehingga ia sendiri sulit untuk berjalan dengan keadaan tersebut. Tapi, lagi-lagi seakan Kyuhyun mampu menenangkannya. Hanya mengingat semua ucapan Kyuhyun ia bisa bertahan hingga saat ini. Dan hingga saat ini perasaan itu masih tak berubah.

Tanpa terasa bus mulai meninggalkan ramianya kota Seoul dan berganti dengan suasana perbukitan lebih asri. Ini tak kalah indahnya dari musim semi di Seoul. Justru menurut Seohyun ini adalah tempat terindah untuk merayakan musim semi bersama. Bunga-bunga sakura yang lebih banyak dari Seoul lebih menguatkan hangatnya suasana musim semi. Seohyun akhirnya turun dari bus disalah satu terminal kecil didekat tempat yang ia tuju. Ia senang untuk mengunjungi tempat ini sangatlah mudah.

Setelah turun dari bus Seohyun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Matanya tak pernah lepas dari setiap pemandangan yang ia jumpai. Masih sama seperti tahun lalu. Kyuhyun pasti sangat bahagia berada ditempat setenang ini. Ia juga berharap suatu saat akan tinggal disini untuk menemani namja itu. Tak lama akhirnya ia sampai pada gundukan tanah yang lebih terlihat mirip dengan bukit yang sangat kecil. Ia kembali tersenyum lalu meletakkan bunga lili yang ia bawa. Inilah tempat peristirahatan abadi Kyuhyun selama ini.

“Annyeonghaseyo oppa..” sapa Seohyun pertama kali. Meski ia sadar hanya berbicara pada dirinya sendiri. “Aku datang lagi karena ingin melewati musim semi ini bersama denganmu. Haahhh~ musim semi disini memang sangat indah. Seribu kali lebih indah dari Seoul. Oppa masih ingatkan kita tak pernah sekalipun melewati musim semi. Setiap tahun kita selalu pergi bersama untuk melihat bunga sakura.”

Seohyun kembali terdiam. Ia ingin menata perasaannya meski ia selalu berjanji tak akan pernah menangis lagi dihadapan Kyuhyun. Rasa sedih itu tiba-tiba saja hadir walaupun itu adalah hal yang wajar. Gadis itu kembali menitikkan air matanya. Kerinduan yang mendalam membuatnya tak bisa menahan dirinya sendiri. Belum lagi ada banyak hal yang ingin ia sampaikan pada namja tersebut. Tapi, satu yang tak pernah ia lupakan adalah ucapan terimakasih yang meski diucapkan beribu kali takkan mampu membayar semua kebaikan Kyuhyun selama ini. “Terimakasih. Terimakasih karena oppa tak pernah ingin melupakanku. Bahkan meski itu menyakitkan untuk oppa. Jika boleh memilih aku ingin oppa menjalani operasi itu, karena aku masih ingin melihat oppa tersenyum dan hidup bahagia meski itu berarti hanya aku yang akan selalu melihat untukmu. Jeongmal gomawoyo..”

Walaupun rasanya sakit, bersikaplah seolah tak apa-apa

Waulupun rasanya ingin menangis, ada cara untuk menahannya

Walaupun hati ini terluka, ada cara untuk tetap tersenyum

Begitulah caranya jika ingin berpisah

 

Hatiku dipenuhi kegelapan

Semua keinginan yang ada hancur

Semua perlahan akan hilang, kembali menjauh

Kita akan saling melupakan

 

Hari-hari kembali membosankan

Cinta seperti milik kita ini, akankah ada lagi?

Bahkan jika rasanya ingin bertemu, kita tak bisa melakukannya

Betapapun sakitnya, harus bisa menahannya

Begitulah caranya untuk berpisah

 

Harus terbiasa hidup tanpamu

Esok akan menjadi lebih baik

Perlahan akan menghilang dan terlupakan

Dan jika tiba-tiba teringat sesuatu

Hanya kenangan manislah yang akan diingat

 

Saat semua ini memang harus dilupakan

Hanya akulah yang menangis mengingatmu

Karena terlalu banyak hal yang mengingatkan pada cinta kita

Bagiku, cinta adalah sesuatu yang menyakitkan

Tapi walaupun sakit, harus bisa menahannya

Dan begitulah, lupakan semua ini

 

 

—— The End ——

akhirnya ff ini bisa dipost sebelum aku uts.. 🙂

gara2 lgi dmen banget dengerin lagi lagunya kyu, jadilah ff ini.. hehhhe

semoga kalian suka.. 🙂 koment ya, biar author senang.. hehhe

annyeong.. 😀

Please don’t RE-UPLOAD or COPY-PASTE FF here without my permission


Advertisements

68 thoughts on “FF SeoKyu | The Way to Break Up

  1. Hwaaa T.T
    sukses bkin merinding(?)
    aku ngikutin lho smbil dngerin lagu kyuppa yg the way to break up hwaaaa *mewek :’ (
    jadi itu kyu akhir’a mninggal cm krna ga mau operasi takut ngelupain seo? sweet bgt ><
    daebakk thor!

  2. wah eonn sad ending,,,
    sedih aku bacanya,,,,
    ff nya keren bgt, feel nya dapet,,,,
    nnti bwt ff seokyu nya yg happy ending aja ya eonn,,,
    aku suka galau sendiri klo baca ff yg sad ending, apalagi yg jd cast nya seokyu,,,,
    cerita ff nya seru, aku sampe ke bawa sama suasana ceritanya,,,
    eonni bener” daebak !!!
    seokyu jjang !!!

  3. eonni, tanggung jawab…
    aq nangis bacanya…
    kirain happy ending dgn seo tau semuanya, nyuruh kyu operasi trus d mulai dari awal…
    hwaaaa T_T tau nya sad ending…
    bikin ff seokyu lg dong… tp yang happy ending…

  4. anyyeong aku reader baru ^^
    woahhhh … sediihhhhhhhhh TT
    nyesek baca FF ini .. ceritanya awalnya hampir sama m pengalaman pribadi .. aku suka alur ceritanya
    bikin FF seokyu lagi dong author

  5. Suer thor, bacanya nyesek banget… Üϑåђ keluar dikit air mataku. Kalo ƍk kutahan tahan åkÛ üϑåђ nangis gaje dari tadi 😀

    Huh, lagunya aja bikin nyesek thor, ditambah lagi ngebaca FF ini. Rasanya pengen nangis deh, mungkin åkÛ terlalu menghayati kali ya? Heheh

    Pokoknya daebak thor, keren d^^b

  6. Ya ampun… Huhh
    *buang nfas*
    bantal q sampe jadi basah karna air mata q yg menetes karna bacanya , sedihnya cerita cinta SeoKyu T^T
    tapi aq suka sad end , bila 2 sejoli dipisahin itu bagus banget, readers yg baca pasti dapet fell.a kya aq hehe, huah sumpah aq nangis baca.a nice FF.. Bikin HAESICA ama YEYUL sad end ya thor, please.. Coz aq HAESICA, YEYUL, SEOKYU shipper :*

  7. Aku ga nyangka ending sad kaya gini hiks…hiks…betapa besar cinta kyupa sama seo sampai dia memilih tidak menjalani operasi daripada harus melupakan kenangannya bersama seohyun

  8. Hiks…hiks….
    Daebak! Daebak… Satu kta itu yg hnya bsa aku ucpkan…
    Prtma kli aku bc ff yg dpet bgt fellnya, bsa buat aku nAngis kya gni!
    Buat lgi ya ff2 yang bs buat readers t’sntuh…
    Eon pa Oppa? Pkonya aku nge-fañs sma author!
    SARANGHAE ❤ 😥 🙂

  9. wuuiiihh..
    daebak, emosinya kerasa banget, sampai bisa bayangin sedihnya Seo saat itu, keren chingu, nanti abis UN lanjutin ya nulis ffnya, aku tunggu loh ^^

  10. Daebakk Thor.. dari dulu, aku kl nyari FF yg oneshoot trs Sad ending,, Fellnya dpt bgt dahhh.. lanjut lagi thorr bikin FFnya, ya kalo bisa sih Sad Ending,, hahay,, Couple Kyu dahh,, :p 😀 gk rugi baca ni FF

  11. Annyeonghaseo chingu,Joneun sriutami imnida.Hiks Hiks… Author Daebak Buanget… Jujur Hujan Air mata D sini…
    Ng’ bisa bayangi Kyuppa Meninggal,,,, Trus Gimna Nasib Seo Eonnie..
    Feelnya Kerreeeennn Nyentuh.. buanget…
    Gomawo…

  12. Hiks Hiks… Author Daebak Buanget… Jujur Hujan Air mata D sini…
    Ng’ bisa bayangi Kyuppa Meninggal,,,, Trus Gimna Nasib Seo Eonnie..
    Feelnya Kerreeeennn Nyentuh.. buanget…
    Gomawo…

  13. wlo tlat bc ttp aja. .gk tlat wat k0ment!.!! hm. .bnar2 mgra ntar bkal sad. .dlht dr awal uda ada kyu dg lgux ini. .q bilang’waduh,sad ending’ .kyu oppa u bnar2 cinta mati ama seohyun. .

comment please ^^ be a good reader....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s