FF Chapter | My Prince is You #6

seokyu minyul-my prince is you 6

Title :My Prince is You..

Lenght : 5 of ?

Cast :

# Seohyun

# Kyuhyun

# Yuri

# Minho

# YoonA

# Donghae

# Others

— Before —

Dengan sedikit ragu Kyuhyun akhirnya menanyakan sesuatu yang sejak tadi ada dalam otaknya. “Obat pencuci perut itu untuk apa?”

Seohyun terdiam sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Kyuhyun itu. Wajahnya terlihat lebih tenang dari sebelumnya saat Kyuhyun menanyakan hal yang sama. “Jangan tanyakan itu lagi. Aku tidak ingin mengingatnya.”

“Baiklah..” tahu jawaban Seohyun seperti itu, ia hanya memilih untuk diam agar suasana tak berubah menjadi kaku lagi.

Seohyun tersenyum simpul sambil sesekali melirik kearah Kyuhyun yang memandang lurus jauh kelaut. “Kau percaya padaku?” Tanya gadis itu tiba-tiba.

“Mwo?”

— Part 6 —

“Kau hanya perlu percaya padaku. Jangan tanya apapun lagi.” Ucapan Seohyun semakin membuat Kyuhyun bingung.

“Aku tidak tahu apa maksudmu. Tapi, baiklah.. Saya Cho Kyuhyun akan selalu percaya pada apapun yang akan dilakukan oleh nona Choi Seohyun.” Kata Kyuhyun tegas yang justru mengundang tawa Seohyun. Bagi gadis itu, Kyuhyun terlihat seperti seorang ayah yang tengah berjanji pada anaknya.

“Kau ini. Aku serius.” Seohyun menepuk pelan pundak Kyuhyun yang membuat namja itu berpura-pura meringis kesakitan.

“Aku juga serius nona.” Yakinkan Kyuhyun.

“Gomawoyo..” ucap Seohyun setelah melihat keseriusan Kyuhyun. “Ah ne, ini jaketmu. Kau pasti kedinginan hanya menggunakan baju kaos seperti itu.” Gadis itu melepaskan jaketnya lalu mengembalikannya pada Kyuhyun.

“Tapi.. kau pasti akan kedinginan.” Tolak Kyuhyun.

“Setidaknya aku sudah menggunakan sweater ini. Sedangkan kau hanya menggunakan pakaian seperti itu.”

“Tidak apa-apa?” sangsi Kyuhyun. Seohyun hanya mengganguk lalu memberikan lagi jaket itu pada pemiliknya.

“Aku lapar. Aku ingin burger yang kau berikan padaku dulu.”

“Mwo? Mana ada burger itu disini.”

“Apa disekitar sini tidak ada penjual burger yang sejenis dengan itu?” Tanya Seohyun, sepertinya ia lebih menyukai rasa burger pemberian Kyuhyun dari pada burger yang selama ini selalu ia beli direstaurant-restaurant mewah.

“Aku dengar disekitar sini ada. Tapi mungkin kita harus berjalan jauh untuk itu.”

“Aku mau. Tidak apa-apa jika kita harus berjalan jauh.” Ujar Seohyun penuh semangat setelah mendengar jawaban Kyuhyun. Perutnya sudah sangat lapar, karena sejak pagi ia tak bisa makan dengan baik.

“Kajja..” Kyuhyun bangun lalu diikuti oleh Seohyun. Mereka berjalan beriringan menjauh dari bibir pantai agar sampai dijalan utama yang hanya ada satu didaerah sekitar pantai.

**my prince is you**

Jalanan gelap hanya dipenuhi beberapa lampu-lampu kecil yang menerangi. Belum lagi rumah-rumah yang jarang dijumpai sepanjang jalan membuat jalanan itu semakin sepi. Memang, ini bukan Seoul yang meski tengah malam akan ada kendaraan atau setidaknya bangunan-bangunan yang memiliki penerangan yang baik.

“Kapan sampainya? Kita sudah berjalan cukup lama.” Eluh Seohyun sambil bergidik ngeri memperhatikan disekitarnya yang hanya terlihat semak-semak dan beberapa rumah yang tidak memiliki penerangan yang cukup. Sehingga jalanan terlihat cukup gelap. Ini kesekian kalinya gadis itu mengeluh.

“Kita harus menemukan halte bus untuk menaiki bus menuju tempat itu.” Beritahu Kyuhyun perlahan. Karena ketinggalan bus dihalte sebelumnya, mereka harus berjalan lagi untuk menemukan halte bus berikutnya. Jalanan yang cukup sepi mengharuskan mereka untuk berjalan kaki karena tak ada lagi kendaraan lain dijalan itu.

“Sampai kapan?” Seohyun menghentikan langkahnya merasa tak sanggup lagi. Dalam hidupnya baru kali ini gadis manja itu berjalan sejauh ini.

“Itu dia..”  Kyuhyun berhenti sejenak, matanya terlihat berbinar-binar setelah menemukan secercah cahaya lampu.

“Mwo?” Seohyun mengikuti arah pandangan Kyuhyun. Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, Kyuhyun segera menarik tangannya dan berlari untuk mengejar bus yang hendak meninggalkan halte tak jauh dari tempat mereka. Gadis itu hanya bisa terdiam sambil terus berlari dan memperhatikan tangannya yang kini digenggam oleh Kyuhyun. Ia juga bisa merasakan hatinya yang berdebar lebih cepat setelah tangan itu menggenggam tangannya. Ia tidak bisa menggambarkan dengan jelas perasaannya saat itu.

“Ajjhusi.. chakkaman!!” Kyuhyun berteriak pada supir bus berharap bus itu berhenti. Tangannya masih terus menggenggam Seohyun bahkan lebih erat dari sebelumnya dan terus berlari. “Chakkaman!!” teriak Kyuhyun lagi meminta supir bus untuk membukakan pintu. Beruntung bus itu masih ditempat pemberhentiannya saat meraka sampai. Tak lama, supir itu pun membukakan pintu untuk mereka.

“Ghamsahamnida.” Ujar Kyuhyun sopan pada supir bus itu dan langsung naik masih dengan tangannya yang bergenggaman dengan Seohyun. Sepertinya namja itu tak sadar genggaman tangannya hampir membuat gadis itu mati berdiri.

“Kita duduk dibelakang saja.” Kata Kyuhyun menunjuk kursi si barisan paling akhir. Bus itu tidak berisi penuh sehingga leluasa untuk mereka memilih duduk dimanapun. Hanya ada 4 hingga 5 orang didalam bus dan mereka memperhatikan Kyuhyun dan Seohyun silih berganti, memunculkan pemikiran berbeda pada masing-masing penumpang itu.

“Duduklah.” Pinta Kyuhyun pada Seohyun yang masih terdiam.

“Ye?” sepertinya Seohyun mulai mendapatkan kembali kesadarannya. Aneh sekali rasanya, kenapa seperti ini? Pikiran itu yang masih berkecambuk di kepalanya.

“Kita duduk. Bus akan berjalan sebentar lagi.” Jelas Kyuhyun memperjelas ucapannya.

Seohyun mengganguk lalu memperhatikan tangannya dan diikuti oleh Kyuhyun. Setelah sama-sama tersadar mereka langsung melepaskan genggaman mereka dan mengalihkan pandangan mereka kesudut yang berbeda. Kyuhyun sempat berdeham karena merasa tenggorokannya tiba-tiba kering. Dan Seohyun hanya tersipu dan berusaha untuk menutupi wajahnya yang seperti panas dan memerah.

“Yaa!! Anak muda, cepatlah duduk..” terdengar suara teriakan jauh dari depan. Supir taksi itu berteriak menyuruh Kyuhyun dan Seohyun untuk segera duduk karena ia siap untuk menjalankan busnya. Sontak suara itu membuat mereka terlonjak kaget dan tambah salah tingkah. Tanpa pikir panjang mereka segera duduk dan tetap pada perhatian masing-masing, tak berani menatap satu sama lain. Sementara beberapa penumpang disana hanya bergumam-gumam kecil melihat tingkah dua anak muda yang mereka anggap pasangan itu.

**my prince is you**

“Huah.. Kenyang sekali. Walau tak seenak yang kau bawakan kemarin tapi burger disini lumayan juga.” Seohyun memegangi perutnya yang kekenyangan. Burger ditempat yang Kyuhyun maksud lumayan enak meski tak seenak yang pernah dibawakan Kyuhyun untuk Seohyun beberapa waktu lalu.

“Tentu saja kenyang. Lihat berapa banyak yang kau habiskan? Bahkan bagianku juga kau habiskan.” Ujar Kyuhyun bermaksud menyindir Seohyun.

Gadis itu menyipitkan matanya kearah Kyuhyun. “Kau marah seperti itu karena yang membayar semuanya dirimu kan?”

“Aku tidak mengatakan seperti itu. Uangku masih cukup hanya untuk membayar semua itu.” Kyuhyun berusaha membela dirinya.

“Tenang saja. Nanti aku ganti semuanya saat kita kembali ke Seoul. Kau boleh makan burger sepuasnya nanti.” Seohyun tertawa setelah ia selesai berbicara. Sementara Kyuhyun berusaha mengacuhkannya.

“Aku tidak yakin aku yang akan makan sepuasnya nanti.” Kata Kyuhyun sembari berjalan meninggalkan Seohyun yang masih berdiri didepan kedai kecil tempat mereka makan sebelumnya itu.

“Yaa!! Eoddiga?” Tanya Seohyun mengekori Kyuhyun.

“Tentu saja kembali ke hotel. Kau tidak ingin kembali?”

“Mwo? Kenapa berjalan kaki?” Seohyun berusaha menahan lengan Kyuhyun.

“Saat kemari kita berjalan kaki. Jadi pulang pun harus berjalan kaki.” Kata Kyuhyun sambil terus berjalan. Tenaga Seohyun tak lebih kuat untuk bisa menahan langkahnya.

“Tapi tadi kita menaiki bus?”

“Kita harus menemukan halte untuk naik bus. Mana ada bus berhenti di tempat seperti ini.” Ujar Kyuhyun masih terlihat sedikit sikap cueknya. Ia berjalan terus tanpa ingin menoleh kearah Seohyun.

Seohyun menghentikan langkahnya saat Kyuhyun terus berjalan. Ia menatap punggung namja itu dengan memanyunkan bibir. Didalam pikirannya, gadis itu tak henti-hentinya mengumpat Kyuhyun ‘dasar pria menyebalkan!’.

“Ppali! Nanti kita ketinggalan bus.” Kata Kyuhyun sedikit berteriak. Masih dengan sikap cueknya yang tak ingin menoleh kearah Seohyun. Mendengar itu Seohyun berlari dengan malas untuk menyusul Kyuhyun.

“Oppa!! Chakkaman..” teriak Seohyun karena tak berhasil menyamai langkahnya dengan Kyuhyun yang masih tetap berjalan. Nafasnya terengah-engah seakan tak mampu untuk berlari lagi.

“Mworago??” Langkah Kyuhyun seketika terhenti. Ia mendengar teriakan Seohyun namun samar-samar. Walau seperti itu ada satu kata yang paling ia ingat dan terdengar asing untuk Seohyun menyebutnya.

“Wae?” karena Kyuhyun berhenti tiba-tiba, Seohyun berusaha mempercepat larinya kearah Kyuhyun yang masih menoleh kearahnya. Terlihat lengkungan yang menghiasi bibir gadis itu.

“Coba katakan sekali lagi!?” pinta Kyuhyun untuk memastikan bahwa pendengarannya tak salah. Seohyun semakin mendekat dan terlihat bingung, memikirkan kembali ucapannya.

“Mwo?”

“Yang sebelumnya kau ucapkan.”

“Tunggu aku!?” Seohyun memiringkan kepalanya, sementara otaknya seakan mencari-mencari sebenarnya apa yang Kyuhyun inginkan.

Kyuhyun menggeleng, ia yakin sebelumnya ada satu kata yang tak disebutkan oleh gadis itu. “Sebelum itu..”

Seohyun masih terlihat berpikir dengan cermat, seperti mesin pencari gadis itu coba menemukan setiap kata-kata yang sempat terlontar dari mulutnya. Dan dalam hitungan sekian detik ia baru menyadari ucapannya. Seohyun seperti tersentak, ia menatap wajah Kyuhyun yang kini sangat dekat dengan wajahnya. Gadis itu mencoba menelan dalam-dalam ludahnya.

“Hmm.. Tidak ada.” Ujarnya berusaha bersikap cuek. Seohyun kini berjalan mendahului Kyuhyun. Tanpa ada yang menyadari wajah gadis itu memerah dengan sendirinya. Sebuah senyum kecil terukir dikedua ujung bibir mungilnya.

Diwaktu yang bersamaan Kyuhyun hanya tertawa kecil sambil terus memperhatikan langkah Seohyun. Entah kenapa ingin sekali rasanya ia mendengar kata ‘oppa’ dari mulut Seohyun lagi. Ia lalu berlari dan tanpa sadar mengacak-acak rambut gadis yang tengah tergerai itu saat langkah mereka hampir sejajar. “Ayo panggil aku oppa lagi gadis kecil..” tantangnya sambil menyeringai (?) lalu berlari meninggalkan Seohyun.

“Yaa!! Mwohaesseo? Jukeosipho!!” Seohyun berlari berusaha mengejar Kyuhyun sambil terus membenahi rambutnya yang sedikit berantakan. Perasaannya malam itu benar-benar campur aduk. Ia sendiri bingung bagaimana harus menjawab jika seseorang bertanya tentang isi hatinya malam itu.

**my prince is you**

Seohyun menyandarkan kepalanya pada salah satu tiang penyangga disalah satu sudut halte bus. Ia memanyunkan bibirnya sambil sesekali memperhatikan Kyuhyun yang sejak tadi berdiri tak tenang memperhatikan sekeliling. Sudah hampir setengah jam mereka terdiam di halte tersebut, namun tak ada satupun bus yang melakukan pemberhentian dihalte itu. Jangankan berhenti, bus yang melewati halte itu pun tak menampakkan batang hidung (?) nya.

“Sampai kapan kita harus menunggu bus?” Eluh Seohyun yang sudah merasa sangat bosan. Bahkan tubuhnya mulai merasa kedinginan karena angin malam yang mulai berhembus kencang.

“Kau kedinginan? Kenakan ini.” Kyuhyun hendak melepaskan jaketnya tapi Seohyun buru-buru menolakknya.

“Kau pasti akan lebih kedinginan dengan hanya menggunakan kaos seperti itu.” Seohyun menggeleng lalu membiarkan Kyuyun tetap menggunakan jaket tersebut.

Kyuhyun akhirnya memilih duduk sembari membenahi jaketnya kembali. “Kenapa tidak ada bus yang lewat?’ namja itu memperhatikan jam ditangannya. Waktu menunjukkan pukul 10 malam. Seharusnya ini tak terlalu larut bukan?

“Kau yakin akan ada bus yang lewat malam-malam ditempat seperti ini?” Tanya Seohyun. Matanya menjumpai semua yang ada disekitarnya. Gelap, yang ada hanya cahaya lampu remang-remang yang menghiasi sepanjang jalan. Tak ada satupun rumah atau kedai makanan atau hal lain yang berisi keramaian didalamnya.

“Di Seoul bahkan ada bus yang masih berjalan hingga dini hari.” Jawab Kyuhyun yang coba membandingkan tempat ini dengan Seoul.

“Kenapa menyamakan Seoul dengan tempat seperti ini?” Seohyun menatap Kyuhyun tak percaya. Bagimana namja itu bisa memikirkan hal tersebut?

“Di desaku pun bus akan selalu ada hingga dinihari.” Kata Kyuhyun tak mau kalah. Ia sadar apa yang ia ucapkan hanya lah sia-sia.

“Terserahlah~”

Beberapa saat suasana mulai terasa kaku. Tak satupun diantara mereka yang ingin memulai pembicaraan. Sebenarnya banyak yang ingin mereka bicarakan, setidaknya agar suasana yang sepi tidak bertambah sepi karena tak ada satupun yang berbicara. Tapi, masing-masing bibir itu seakan terkunci. Hanya mata mereka yang sibuk mencari-cari sesuatu yang menarik untuk dilihat agar tak merasa jenuh.

“Yaa! Sampai kapan kita hanya diam seperti ini?” merasa benar-benar bosan, Seohyun akhirnya bisa membuka bibirnya yang terkunci rapat sebelumnya. Pandangannya tak lagi sibuk berputar mencari objek yang bagus untuk dilihat melainkan pada namja yang masih dengan pandangan lurus kedepan disampingnya.

“Mau bagaimana lagi? Hotel cukup jauh dari tempat ini. Satu-satunya kita hanya bisa menunggu bus.” Jawab Kyuhyun santai.

“Lalu sampai kapan?”

“Entahlah..”

“Yaa!! Kenapa kau masih bisa bersikap setenang itu? Kita saat ini tidak bisa kembali kehotel.”

“Aku berteriak pun siapa yang akan mendengarkannya?”

Mendengarkan jawaban Kyuhyun itu, Seohyun hanya bisa mendengus untuk kesekian kalinya. “Handphone? Dimana handphone mu?” Tanya gadis itu seperti mendapat sebuah pencerahan. Kenapa tak terpikirkan sejak tadi? Seharunya ia tak pernah melupakan barang sepenting itu.

“Ye?”

“Handphone. Kita bisa menelepon kehotel dan meminta mereka untuk menjemput kita.”

“Benar.. tapi handphoneku tertinggal saat tadi kau menyuruhku membeli obat pencuci perut itu.” Jawaban Kyuhyun itu pun seketika membuat Seohyun seperti tertimpa sesuatu yang membuat semua pencerahan (?) yang ia dapat menjadi gelap. *bahasa apa ini?*

“Kau ini…” seru Seohyun yang kembali merasa kesal, karena apa yang ia inginkan seakan tak ada ujungnya.

“Bagaimana dengan handphone mu?” kini Kyuhyun balik bertanya.

“Aku juga tidak membawanya.” Jawab Seohyun dengan bibir yang ia majukan.

“Sama saja. Tidak ada cara lain, kita harus tetap menunggu.”

“Apa kita tidak bisa meminta bantuan pada siapapun yang tinggal disini?” Tanya Seohyun masih berharap ada yang bisa membantunya.

“Kita harus kembali ke kedai burger itu. Itupun kalau mereka membuka kedainya 24 jam.”

“Sepertinya lebih baik kita menunggu disini saja.” Seohyun akhirnya menyerah, gadis itu kembali menyandarkan kepalanya pada tiang penyangga bangunan halte disampingnya. Halte ini terlalu tua. Ia takut jika halte ini tiba-tiba runtuh nantinya. Huh, pemikiran macam apa ini?

“Nona..” Kyuhyun merasa tak enak pada Seohyun. Seharusnya tadi ia tak memenuhi permintaan Seohyun untuk pergi mencari burger hingga sejauh ini.

“Jangan melihatku seperti itu. Sebentar lagi pasti ada bus yang datang.” Seohyun kembali menegakkan kepalanya seakan saat ini dialah yang bersikap santai.

“Kajja!!?” Kyuhyun tiba-tiba bangun dari tempat duduknya lalu menawarkan punggungnya. “Aku rasa tidak akan ada bus lagi saat ini. Lebih baik kita berjalan sedikit mungkin dalam perjalanan kita akan menemukan sesuatu agar bisa kembali ke hotel.” Lanjutnya.

“Mwo?” Seohyun hanya mampu menatap Kyuhyun yang membelakanginya saat ini. “Ani, aku masih sanggup berjalan. Kita sama-sama berjalan saja.” Elak Seohyun.

“Cepatlah naik. Aku tidak mungkin membiarkan nona berjalan kaki. Pasti nona sudah merasa sangat lelah.” Tawar Kyuhyun lagi. Ia sempat teringat saat tadi Seohyun tenggelam. “Aku melakukan ini sebagai bagian dari tugasku. Jadi, nona cepatlah naik kepunggungku. Lama-lama berjongkok seperti ini membuat kakiku kram.” Lanjutnya dengan nada bercanda pada akhir kalimatnya.

“Ne..” hanya itu yang mampu Seohyun ucapkan. Tanpa ingin berbicara lagi ia menerima tawaran Kyuhyun itu. Untung saja saat ini Kyuhyun tak melihat wajahnya yang mulai memerah. Entah untuk keberapa kalinya hari ini namja itu membuatnya berdebar-debar.

**my prince is you**

Perlahan Minho dan Yuri memasuki loby hotel bersamaan. Gadis itu dengan manja bergelayut pada lengan Minho. Dalam otaknya masih terus terbayang saat-saat bersama dengan kekasih tercinta beberapa menit lalu.

“Kau senang hari ini jagi?” Tanya Minho sembari mencubit gemas hidung mancung Yuri.

Yuri hanya menangguk lalu tersenyum. Dari raut wajahnya tergambar jelas bagaimana isi hatinya saat ini. “Tapi aku masih penasaran dengan kejutan yang akan oppa berikan esok.”

Minho tersenyum tipis mendengar ucapan itu. “Kita lihat saja besok.” Ucapan itu membuat Yuri mendengus lagi tetapi tak menghilangkan rasa bahagianya malam ini.

“Onnie, apa Seohyun bersama mu?” Disela-sela perbincangan mereka, Yoona tiba-tiba berlari kearah mereka. Yuri yang melihat ekspresi gadis itu penuh kekhawatiran pun mau tak mau membuatnya ikut khawatir.

“Wae gurae?” nada bicara Yuri terdengar cemas.

“Ini sudah malam. Tadi aku ingin menemuinya, tapi ia tak ada dikamar. Aku mencoba menghubunginya namun handphone nya tertinggal dikamar.” Koar Yoona panjang lebar.

“Benarkah? Apa kau sudah mencarinya kesuatu tempat?” kini Minho yang terlihat cemas.

“Aku dan Donghae oppa sudah mencari mereka dan bertanya pada teman-teman yang lain. Tidak ada yang tahu dimana Seohyun. Aku benar-benar cemas eonni.”

Yuri terdiam sesaat. Ia sendiri bingung tiba-tiba mendengar semua ini. “Dimana Kyuhyun-ssi?”

“Kami juga tidak menemukannya. Dia tidak ada dikamarnya.” Sambung Donghae yang sejak tadi berada disamping Yoona.

“Oppa bagaimana ini?” Yuri beralih pada Minho. Meski ia tahu kekasihnya juga tak tahu dimana Seohyun saat ini.

“Dia pasti bersama Kyuhyun. Jadi kita tunggu saja.” Minho mencoba merangkul Yuri untuk menenangkan hati gadis nya itu. “Sekarang kita coba cari lagi. Aku juga akan meminta bantuan dari keamanan hotel.” Lanjutnya.

**my prince is you**

“Kyuhyun-ssi apa kau masih menyukai eonni ku?” Tanya Seohyun saat ia tengah merasa nyaman bersandar pada punggung Kyuhyun. Karena merasa Kyuhyun cukup pendiam malam ini, akhirnya gadis itu memilih untuk bertanya terlebih dahulu. Entah kenapa pertanyaan itu yang keluar dari mulutnya.

“Kau ini selalu saja salah paham dengan itu ya? Bukankah aku sudah mengatakan berulang-ulang tentang itu.” Jelas Kyuhyun. Pria itu mendengus pelan yang mampu terdengar oleh Seohyun. Gadis itu hanya terdiam sambil memanyunkan bibirnya.

“Memang benar aku menyukai nona Yuri. Tapi itu karena aku mengaguminya. Siapa yang tidak tahu Choi Yuri? Model paling cantik yang ada di Korea ini.” Celetuk Kyuhyun tiba-tiba. Ia hanya ingin menggoda Seohyun.

“Yaa!! Aku ini serius.”

“Aku juga serius. Menyukai belum tentu bisa diarti mencintai. Kau tidak tahu itu?”

“Molla. Kalau aku menyukai seseorang sudah pasti aku mencintainya.” Kicau Seohyun yakin meski ia sendiri tak sadar itu hanyalah jawaban yang hanya terlontar dari mulutnya. Dalam pikirannya tiba-tiba terbayang Minho yang dulu sangat ia sukai. Entah sejak kapan rasa suka itu tumbuh menjadi rasa cinta. Tapi saat ini semua terasa berbeda. Entahlah. Ucapan Kyuhyun sebelumnya saat ini terasa benar.

“Terserahlah. Itu urusanmu bukan urusanku.” Ujar Kyuhyun memilih untuk mengalah sementara gadis itu hanya merenggut mendengarnya.

“Lalu kau sendiri apa pernah mencintai seseorang?” Tanya Seohyun hati-hati.

“Tentu saja. Dia adalah gadis yang benar-benar aku cintai. Dan sekarang….” Kyuhyun menghentikan ucapannya sesaat. Membiarkan memory yang lama ingin ia kubur sesaat terlintas dalam pikirannya. Gadis itu bukanlah cinta pertamanya, tapi mungkin dulu  ia ingin gadis itu menjadi cinta terakhirnya. Tapi, semuanya berbeda saat gadis itu memilih untuk pergi darinya. “Sudahlah lupakan..” lanjutnya setelah berhasil menepis semua memory lama tersebut, ia merasa tak perlu mengingat-ingat itu lagi.

“Wae? Apa yang terjadi? Apa kalian sekarang masih berkencan?” Tanya Seohyun lagi. Gadis itu memasang baik-baik pendengarannya untuk mendengar jawaban dari pertanyaannya sendiri. Walaupun dialam hatinya ia merasa sedikit ragu untuk mendengar jawaban itu. Takut jawaban yang akan keluar dari mulut Kyuhyun adalah mereka masih berkencan hingga saat ini.

Sementara Kyuhyun terus melangkahkan kakinya, otaknya mulai berpikir untuk mencari jawaban dari pertanyaan Seohyun. Ia tidak ingin mendengar pertanyaan seperti itu karena dirinya tak ingin mengingat kembali gadis yang sudah menjadi masa lalunya tersebut.

“Yaa!! Kau tidak dengar aku bertanya?” Tanya Seohyun lagi. Meski sebenarnya ia tak ingin mendengar jawaban Kyuhyun, tapi disisi lain ia juga tak ingin rasa penasaran itu nantinya terus menggelayuti dirinya.

Kyuhyun masih terdiam. “Choneun…”

“Turunkan aku!?”

“Mwo?” Tanya Kyuhyun yang terkejut mendengar permintaan Seohyun. “Waeyo? Ini masih jauh.” Tanyanya lagi. Ia bingung kenapa gadis itu tiba-tiba berubah kembali.

“Cepat turunkan. Aku bisa jalan sendiri.” Ujar Seohyun mempertegas ucapan sebelumnya karena Kyuhyun masih terus menggendongnya. Saat Kyuhyun menghentikan gerak langkah kakinya, gadis itu segera turun dari punggungnya dengan sedikit melompat untuk kembali menginjakkan kaki ditanah. (?)

“Waeyo?” Tanya Kyuhyun berusaha menahan tangan Seohyun ketika gadis itu berjalan mendahuluinya. Kedua alisnya terlihat menyatu karena ia masih tak dapat menerka apa mau Seohyun.

“Ani. Aku hanya ingin berjalan sendiri.” Jawab Seohyun singkat lalu kembali berjalan mendahului Kyuhyun. Sesaat ia menyesali tingkahnya. Kenapa emosi nya cepat berubah? ‘hah~ kau gila Seohyun-ah!?’ batinnya membuang jauh pikirannya tentang ucapan Kyuhyun yang membuatnya seperti seseorang yang tengah merasa cemburu.

“Aisshh~ kenapa sifatnya cepat sekali berubah-ubah seperti itu?” Kyuhyun mengacak-acak rambutnya frustasi lalu berusaha mengejar Seohyun yang terus berjalan tanpa menoleh kearahnya sedikitpun. “Yaa!! Cakkamaneyo!?”

**my prince is you**

Sekitar 20 menit Seohyun dan Kyuhyun berjalan kaki, akhirnya merekapun sampai di hotel. Kyuhyun yang sejak tadi berjalan mengekori Seohyun akhirnya bisa bernafas lega. Sejak gadis itu lebih memilih untuk berjalan sendiri, ia menjadi lebih khawatir meskipun pada akhirnya mereka sampai hotel dengan selamat.

Brukk..

Tanpa sadar Kyuhyun menabrak Seohyun yang tiba-tiba berhenti ketika ingin memasuki lobi hotel. “Yaa!? Kenapa tiba-tiba berhenti seperti itu?”

Seakan tak menghiraukan ucapan Kyuhyun, Seohyun tetap pada posisinya. ‘Ada apa ini?’ batinnya saat dapat memperhatikan sekempulan orang di lobi hotel. Jika tak salah, ia dapat melihat Yoona dan kakaknya.

“Apo..” jerit Kyuhyun berpura-pura menahan rasa sakitnya untuk menarik perhatian Seohyun.

Seohyun masih tak bergeming.

“Yaa! Apa kau tidak dengar apa yang oppa katakan? Apo..” kicau Kyuhyun lagi. Masih dengan ekspresi nya yang berpura-pura kesakitan dan manja. Manja?

“Mworago? Oppa??” Mendengar sesuatu yang aneh (?) pada telinganya, gadis itu pun berbalik menghadap Kyuhyun. Matanya tajam menatap pria itu.

“Wae?”

Belum sempat Seohyun berbicara lagi, tiba-tiba seseorang dari arah belakang langsung memeluknya. Membuat gadis itu terkejut. “Yoong..”

“Kau ini kemana saja? Tiba-tiba menghilang. Kami semua mencemaskanmu.” Ujar seseorang itu yang tak lain adalah Yoona. Mendengar itu Seohyun hanya bisa membulatkan matanya sambil melihat kearah Kyuhyun, berharap ia bisa menemukan jawabannya pada pria itu. Tapi Kyuhyun hanya bisa mengangkat bahunya, ia juga bingung.

“Aku tidak menghilang.” Jawab Seohyun polos. “Buktinya sekarang kau bisa melihatku.” Seohyun berbalik menghadap Yoona. Ya, ia bisa melihat ekspresi cemas dari wajah sahabatnya itu.

“Bukan itu maksud kami.” timpal Donghae. Kyuhyun yang mendengar jawaban Seohyun seperti itu hanya bisa terkikik didalam hatinya.

“Nona baik-baik saja. Tadi kami hanya pergi untuk berjalan-jalan sebentar.” Kyuhyun angkat bicara karena ia perlu meluruskan sedikit kekacauan yang mereka timbulkan karena menghilang dari hotel. Mendengar jawaban itu Yoona dan Donghae menjadi lega.

“Kau ini. Benar-benar membuatku cemas.” Yoona mengelus-elus lengan Seohyun pelan. Membuat kedua gadis itu saling melemparkan senyum masing-masing.

“Seohyun-ah, kau membuat eonni cemas.” Kini giliran Yuri yang menghampirinya. Ia memeluk erat sang adik, begitupun sebaliknya dengan Seohyun.

“Aku tidak apa-apa eonni.” Seakan mengerti rasa cemas sang kakak, Seohyun berusaha untuk menenangkannya. Dahulu, ia sangat senang saat Yuri selalu mencemaskan dirinya meskipun hingga saat ini tak ada yang berubah. Hanya saja karena Minho ia menjadi sedikit canggung saat harus berhadapan dengan Yuri. ‘eonni aku merindukanmu..’ bisiknya dalam hati, berharap Yuri mau memaafkan keegoisannya.

“Yaa!? Kalian berpelukan seperti itu seaakan tak pernah bertemu untuk waktu yang lama.” Celetuk Minho yang mampu memecahkan keheningan yang terasa sesaat. Namja itu tanpa sadar tersenyum melihat pemandangan tersebut. Ini seakan mengulang kejadian saat itu, dimana Yuri dan Seohyun akan berpelukan erat setelah mereka terlibat sebuah pertengkaran dimasa kecil.

Seohyun dan Yuri sama-sama melepaskan pelukannya lalu tertawa bersama. “Oppa masih mengingatnya?” Tanya Seohyun tiba-tiba. Ini pertama kalinya ia bisa bertanya lepas tanpa ada rasa beban yang menganggu.

“Mwo?” bingung Minho.

“Dahulu seseorang pernah mengatakan hal yang sama.” Kini Yuri yang mengambil alih pembicaraan disertai anggukan dari Seohyun. Mendengar itu Minho hanya tertawa kecil sembari menggaruk bagian tengkuknya yang tak terasa gatal. Sementara Yoona, Donghae dan Kyuhyun yang tak mengerti hanya bisa saling menatap dan ikut tertawa meski mereka tak tau apa yang sedang mereka tertawakan.

**my prince is you**

Pagi-pagi sekali Seohyun sudah berdiri didepan sebuah pintu, tentunya itu bukan pintu kamar hotelnya. Itu kamar Kyuhyun. Sudah hampir beberapa menit gadis itu berdiri tak tenang dibalik pintu tersebut. Ia ingin mengetuk pintu lalu masuk, tetapi rasanya aneh. Jantungnya tiba-tiba kembali berdegup cepat. “Kenapa aku ini? Hanya mengetuk pintu lalu masuk! Kenapa rasanya sulit??” gadis itu mencoba mengatur nafasnya.

Seohyun ingin mengetuk pintu lagi, tetapi ia menahan gerak tangannya sendiri. “Untuk apa aku mencarinya? Ini pasti akan terlihat aneh. Biasanya dia yang akan mencariku. Hahh~ ada apa dengan aku ini?? Aku rasa kau sudah gila Seohyun-ah!!?” gadis itu memutuskan untuk pergi dan menjauh dari kamar tersebut. Namun baru beberapa jengkal langkahnya terhenti, ia terlihat terkejut setengah hidup/mati (?).

“Nona, apa yang anda lakukan disini?” Tanya Kyuhyun polos. Jujur ia terkejut melihat Seohyun ada didekat kamarnya. Karena setahunya dilantai ini tak ada satupun teman sekolah Seohyun yang menginap.

“Aa..aakk.aakku..” Seohyun terdengar gagap karena pikirannya terbagi untuk memikirkan jawaban yang tepat. Ia tidak ingin Kyuhyun besar kepala jika ia mengatakan untuk mencari pria itu.

“Gwenchanayo?”

“Gwencahana. Kau sendiri? Dari mana?” Tanya Seohyun mengubah topic pembicaraan.

“Aku? Aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar.” Jawab Kyuhyun seadanya.

Seohyun membentuk huruf ‘o’ pada mulutnya tanda ia mengerti ucapan Kyuhyun. “Ya sudah. Aku pergi dulu. Aku rasa Yoona sudah menungguku. Annyeong..” gadis itu bergegas pergi, tetapi sesuatu menahannya kembali. Bukan Kyuhyun, melainkan seseorang yang datang dengan nafas terengah-engah dihadapannya.

— To be Continued —

author baaaaaaccckkk >o< #plakkk

ceritanya makin panjang ya? kaya sinetron aja.. –a penginnya cma bbrapa part.. eh, ini malah ampe 6 part.. u.u

comment yah.. biar author seneng.. hehhhe

agak sedih sih liat yang baca lumayan banyak,, tpi yang comment dikit.. hehehhe

thanks for reading ^^ annyeong.. 🙂

Advertisements

54 thoughts on “FF Chapter | My Prince is You #6

  1. wow seo udah mulai suka sama kyu tuh? kalau kyu gimana? oh iya cewe yang dimaksud kyu itu siapa sih??
    makin seru deh ditunggu lanjutannya

  2. chingu siapa yang nahan seohyun eonnie?
    penasaran nih ssma kelanjutannya, seokyu harus bersatu ya chingu *maksa
    lanjut ya chingu ^^

    • aku juga ga tau chingu.. #plakk *author babo*
      masalahnya mren wktu nulis itu ada yg nahan tgan seohyun itu idenya tiba2 muncul.. -.-
      nee..
      thanks for read ya.. 🙂

  3. huahhh akhirnya ff ini di post juga kelanjutannya,,aq mpe jumpalitan nunggunya thor,,huwahhhh,,,ckckck aish masih kurang panjang i ni thor.. #plakk,,hahah minyul nya banakin lagi donk,,kekekek #angelsmile# next part jangan lama2 lagi ya thor,,awas loh klw lama2 #nah loh,,??? hahahahaah

  4. ada kemajuan dkit ma seokyu nh. kekek
    kyuppa ko jailnya ga keluar ya? hahha
    ‘itu spa yang datangin seonnie?
    lanjut..

  5. siapa tuh yang datang tiba-tiba.???
    Lanjutt Eoonnn, Penasaran.
    Fighting. jng lama-lama ngePost-nya. 😀

  6. chingu, aku udah baca dri part awal sampe part 6. Aku kommentnya d sini aja ya..
    😀
    wahh.. Jessica bikin seohyun melakukan sesuatu hal yang *****….
    Semoga yuri eonnie baik2 aja *sotoyyy..plak
    hahhaa
    semangat ya author.. 😀
    seokyu.. Seokyu lucu d sini.. Kyu juga, yg biasanya jahil,jdi penurut banget d ff.. XD
    semoga mrka bersatu. Semangat ya author…

  7. Wah ceritany seru, jadi inget my fair lady, yang jtuh cinta ama pengawal pribadiny.. Oh yah ttap semangat.. Ditunggu part selanjutnya yah.. Gomawo! 😉

  8. seokyu perkembangannya belum pesat(?) ni…hehehe…di part selanjutnya gimana ya??
    Eh., ada apa tu?? Jadi berkuda ga si?? Penasaran seo jadi ngasih obat itu ke kuda2nya ga si??
    ::ditunggu lanjutannya..

  9. daebak”-” waah seneng’ya sekarang seohyun eonn udah mulai melupakan minho, jadi ga’ikut galaudeh di part ini.

    #di tunggu lajutannya, acha acha whaiting (‘-“)/ and annyeong aku readers baru salam kenal^*^

  10. Seruuu….Thor Lnjut Knpa..Lama Buanget comebacknya.. Nie…Part 7 nya Mana??Bgus nie FF,sayang Klw Stop+Comentnya Bnyak banyk Yg suka…Thor Lnjut y Please…

comment please ^^ be a good reader....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s