FF SiFany | Be My Love

Title : Be My Love

Author : @tikaHyunnie407 *me*

Lenght : One Shoot

Cast :

# Siwon

# Tiffany

# Girls Generation

# Super Junior

— Be My Love —

Lalalala~ lalalala~

Alunan lagu teralun merdu dipagi hari yang cerah ini. Suasana dorm yang ramai membuat suara itu samar-samar terdengar. Seperti biasa pada tempat tinggal gadis-gadis pagi hari akan menjadi saat yang paling sibuk. Setelah bangun banyak hal yang harus mereka lakukan untuk menjaga kesehatan, kecantikan diri atau apapun yang menyangkut diri mereka, terlebih mereka adalah seorang idola. Hanya ada seorang gadis yang terlihat tenang sejak ia terbangun dari dunia kapuknya, sang maknae yang terlihat sibuk dengan buku yang sudah mengalihkan dunianya sehingga tak memperdulikan suara-suara yang dihasilkan oleh eonni-eonni nya di dalam dorm tersebut.

“Dimana Tiffany? Kenapa aku tidak melihatnya sejak tadi?” Tanya Taeyeon, sang leader sambil berusaha meneguk segelas susu yang sudah tersedia di atas meja makan. Setiap pagi memang ia selalu melakukan kebiasaannya itu, menghitung jumlah member-membernya. Jadi, ia akan tahu saat membernya tak ada didalam dorm atau tak pulang semalaman sehingga ia dan yang lain tak terlalu cemas. Seohyun yang akan selalu bangun lebih awal dan Jessica menjadi yang paling akhir.

Hyoyeon yang sejak awal sibuk didapur dibantu Sunny mendengar pertanyaan Taeyeon itu hanya menjawab singkat. “Molla~”

“Aku rasa dia masih didalam kamar. Bukankah yang bersenandung itu adalah dia?” Sunny mengekori jawaban Hyoyeon tadi. Ya, tadi ia tak sengaja melewati kamar Tiffany dan mendengar gadis itu bersanandung terus. Sepertinya sedang senang.

Taeyeon mengangguk, ia juga mendengar suara itu tapi bagimana ia bisa tidak mengenali suara Tiffany tersebut. “Apa yang dia lakukan ya?” berbarengan dengan pertanyaannya itu, Taeyeon melangkah perlahan meninggalkan dapur menuju kamar Tiffany. Namun, pemandangan yang ia jumpai menghentikan langkahnya. “Yaa!! Sooyoung-ah! Yoona-yah! Berhentilah makan seperti itu. Kalian ini adalah seorang idola.” Sewot Taeyeon yang kesal melihat Sooyoung dan Yoona makan tiada henti dipagi hari. Dasar sikshin! Sementara kedua gadis itu hanya nyengir engga jelas menanggapinya.

“Yuri-yah, bisakah kau mematikan lagu yoga-mu itu? Lihat! Kau hanya membuat Sica tak pernah ingin bangun dari tidurnya.” Saat melewati ruang tengah Taeyeon menggeleng melihat Jessica yang kembali tertidur diatas sofa sedangkan Yuri melakukan kegiatan yoga-nya dilantai beralaskan matras dan ditemani alunan music klasik. Ya, siapapun yang mendengarkan alunan music seperti itu akan merasa mengantuk. Sangat mengantuk! Yuri hanya mencibir kearah Taeyeon karena menganggu konsentrasinya dan kembali memejamkan mata saat gadis itu sudah menghilang dari balik pintu.

Lalalalala~ lalalalala~

Alunan itu kembali Taeyeon dengar, kini itu terdengar sangat jelas. Perlahan ia menutup pintu tersebut dan sepertinya Tiffany tak menyadari kedatangannya. Taeyeon menggeleng mencoba menebak apa yang membuat Tiffany terlihat senang pagi ini.

Gadis itu bersenandung kecil sementara tangannya sibuk memilah pakaian-pakaian untuk dimasukkan kedalam koper besar miliknya. “Bukankah kau pergi nanti malam? Kenapa sepagi ini sudah mulai packing?” Tanya Taeyeon menghentikan senandung gadis itu.

“Eoh? Anio, aku hanya ingin menyiapkannya saja.” Jawab Tiffany santai. Ekspresi wajahnya pagi ini berbeda. Terlihat warna seperti buah tomat segar menyembul diantara pipinya. Seperti orang yang sedang jatuh cinta.

“Ooo..” Taeyeon hanya mengangguk-angguk sambil membentuk huruf ‘o’ pada mulutnya. Sepertinya dugaannya benar. Pasti karena pria itu. Ya, hanya pria itu yang bisa membuat Tiffany menunjukkan ekspresi sebahagia ini dipagi hari.

Tiffany tetap sibuk dengan pakaian-pakaiannya dan seperti tak menghiraukan Taeyeon juga berada didalam ruangan itu. Tahukah? Jantungnya seperti berdegup tiada henti. Semalam ia pun tak bisa tidur dengan tenang hanya untuk memikirkan hari ini dan beberapa hari kedepan.

“Kalian sudah berkencan ya?” celetuk Taeyeon tiba-tiba dan seketika mampu mengalihkan perhatian Tiffany. Tanpa perlu mengutarakan siapa yang dimaksud kedua gadis itu tentu sudah paham dengan arah perbincangan mereka.

“Ah, anio. Tidak seperti itu.” Tiffany terlihat salah tingkah.

“Lalu?”

“Siwon oppa tidak pernah mengutarakan perasaanya. Selama ini ia selalu baik padaku. Bahkan banyak orang yang mengira kami berkencan tapi aku tidak pernah tahu bagaimana perasaannya.” Sesaat wajah ceria gadis itu menghilang membuat Taeyeon merasa tidak enak karena menanyakan hal tersebut.

“Gwenchana~ aku senang. Beberapa hari ini kami akan menghabiskan waktu bersama, terutama dihari ulang tahunku. Seperti itu sudah membuatku sangat bahagia.” Tiffany kembali tersenyum sehingga membuat eyesmile nampak disepasang mata itu. Ia tahu, Taeyeon merasa tak enak hati.

“Ne. Fighting! Uri Fany pasti akan mendapatkan pria terbaiknya.” Taeyeon mengepalkan tangan kedepan memberi semangat pada teman terbaiknya itu. Jika mengingat semua ucapan Leeteuk, kekasihnya tentang Siwon, ia yakin pria berlesung pipi itu juga menyukai Tiffany. Tapi entah kenapa sampai saat ini Siwon tak pernah mengungkapkannya. Bahkan ia dan Leeteuk sering memancing-mancing(?) Siwon agar jujur mengenai perasaannya. “Ah ne, siang nanti kita makan bersama. Karena nanti saat ulang tahunmu kita tak bisa merayakannya. Jadi siang ini kami ingin memberikan kejutan untukmu” lanjutnya.

“Kau bilang kejutan. Tapi memberitahuku?” bingung Tiffany sementara Taeyeon hanya tertawa seperti orang bodoh.

“Hahahah~ benarkah? Kalau begitu anggap saja aku tidak pernah mengatakannya.” Taeyeon terus tertawa, tak ada yang bisa ia lakukan karena kepolosannya tadi. Sedangkan Tiffany hanya menggeleng dan akhirnya ikut tertawa bersama Taeyeon.

**be my love**

Tidak jauh berbeda dengan dorm para gadis, dorm pria pun terlihat ribut dipagi hari. Entah apa yang sedang mereka lakukan. Melihat pemandangan yang sudah sering ia jumpai, sang leader hanya menggeleng memperhatikan setiap member sibuk dengan kegiatan masing-masing. Leeteuk yang baru saja keluar dari kamarnya memilih bergabung dimeja makan yang sudah terhidang masakan kreasi Ryeowook. Disana terlihat Shindong, Eunhyuk, Donghae dan Kangin menikmati menu makan pagi mereka sambil sesekali bergurau. Sementara Kyuhyun dan Sungmin terlihat sibuk dengan game player masing-masing diruang tengah, sepertinya bermain game lagi.

“Yesung dimana? Aku tidak melihatnya.” Leeteuk menggerakkan kepalanya menyusuri setiap sudut yang ia jumpai. Semua member sudah terlihat olehnya, hanya Yesung yang tak menampakkan kepalanya yang besar itu #plakk. Ya, terkecuali Siwon yang memang tak tinggal didorm bersama.

“Oh, hyung aku tidak melihatnya.” Jawab Donghae dengan makanan yang memenuhi mulutnya.

Eunhyuk yang sedang asik dengan buah pisang sebagai menu sarapan paginya menunjuk-nunjuk kearah kamar mandi sebelum ia mulai mengutarakan maksudnya. “Aku tadi melihatnya masuk kedalam kamar mandi. Mungkin dia masih ada disana.” Leeteuk mengikuti gerak tangan Eunhyuk lalu mengangguk mengerti.

Suasana dorm terlihat sama, sebelum akhirnya ada yang mengetuk pintu dan Ryeowook berlari kearah pintu untuk membukanya. “Oh, Siwon hyung. Kau kabur dari rumah?” suara dari eternal maknae itu menggelegar membuat sedikit kekacauan diruang makan, berbeda dengan ruang tengah yang masih sunyi. Shindong terlihat menghentikan makannya dengan mulut yang masih penuh, begitupun dengan Kangin, Donghae, Eunhyuk dan Leeteuk. Mereka semua berhambur keluar dan menemukan Siwon dengan koper yang berdiri disampingnya.

Siwon sedikit shock melihat sambutan para membernya itu. Ia hanya menunjukkan ekspresi terkejutnya saat mendengar pertanyaan Ryeowook dan disusul member lain yang kini sudah berdiri dibelakang Ryeowook. “Aku tidak kabur.” Jawab Siwon polos yang seketika membuat sepi dihadapannya. Semua member memilih kembali kedalam untuk melanjutkan makannya, meninggalkan Siwon sendiri dengan kopernya. Masing-masing dari mereka terlihat menggerutu kearah Ryeowook saat berjalan kembali kemeja makan.

“Hyung~ aku pikir kalian akan membantuku membawa koper. Tapi kalian malah masuk tanpa berbicara apapun.” Siwon mem-beo sambil bersusah payah menarik kopernya kedalam. Yang lebih membuatnya kesal saat ini para hyung-nya berusaha sibuk dengan makanan mereka dan mengacuhkannya.

“Ada apa sepagi ini muncul didorm dengan membawa koper seperti itu?” Tanya Leeteuk menoleh kearah Siwon yang sedang menaruh koper dan tas ranselnya diruang tengah. Seingatnya tidak ada schedule untuk Super Junior diluar negeri pagi ini.

Siwon belum sempat menjawab pertanyaan Leeteuk karena sibuk memperhatikan Kyuhyun-Sungmin bermain dan tak menyadari ia ada disana. Tak lama, ia memilih berjalan kearah meja makan dan berkumpul disana. “Malam ini aku ada jadwal ke Thailand. Makanya aku membawa koper itu kemari.”

“Tidak seperti biasanya.” Celetuk Shindong tiba-tiba.

“Mwo? Agar lebih mudah karena sebelum kebandara aku harus kekantor SM terlebih dahulu.” Jawab Siwon sedikit gelapan. Sebenarnya sejak semalam ia sudah menyiapkan koper itu, agar tak ada yang tertinggal. Pria berlesung pipi itu ingin semuanya sempurna untuk beberapa hari di Thailand. Jauh didalam hatinya pria itu tersenyum, sangat bahagia.

“Bersama Tiffany?” Tanya Donghae tiba-tiba yang membuat Siwon sedikit mendelik. Bagaimana pria itu tahu? Apa mereka sering berkomunikasi akhir-akhir ini? Mengerti maksud tatapan Siwon itu Donghae langsung menyambung ucapannya. “Manager memberitahuku semalam.”

Siwon melunak dan mulai menikmati sarapan pagi yang terhidang dimeja makan. Pria itu kembali tersenyum, terlihat jelas sekali ada yang aneh.

“Siwon-ah, kenapa kau tak pernah mengutarakan perasaanmu padanya?” Tanya Leeteuk sedikit serius. Semua yang ada dimeja makan kompak melihat kearah Siwon dengan arti tatapan ‘cepat-jawab!’ Siwon merasa terpojok dan akhirnya hanya berdeham sebelum menjawab pertanyaan itu.

“Hyung kalian tahukan aku ingin semuanya sempurna. Aku bingung harus seperti apa. Aku ingin semuanya berkesan, sehingga ia akan selalu mengingat saat aku mengutarakan perasaanku.” Wajah Siwon sedikit murung saat mengatakan itu. Siwon adalah tipe pria yang ingin semua yang ia lakukan sempurna. Terlebih mengenai orang yang ia cintai. Selama ini mereka sangat dekat dan itu membuatnya nyaman. Saat menatap mata gadis itu hatinya berdegup tak karuan, mata indah itu selalu mampu menghipnotis dirinya untuk selalu tersenyum meski sedang lelah. Entah sejak kapan perasaan seperti itu muncul, tapi hingga detik ini ia tak pernah bebicara serius mengenai perasaannya itu. Ia takut gadis itu hanya menganggapnya sebagai seorang kakak, hanya kakak.

“Kami tahu. Tapi kau tak bisa selamanya seperti ini. Bagaimana kalau nanti ia direbut pria lain. Pasti kau akan menyesal.” Layaknya sebuah nasehat, Siwon mengiyakan ucapan Leeteuk itu. Memang benar, ia menyadari itu. Tak mungkin selamanya ia memendam perasaan itu. Ia cukup mengenal Tiffany, gadis itu. Ya, setidaknya jika Tiffany menolaknya, gadis itu tak akan menjauhinya.

“Figthing uri Siwonnie~ fighting!” semangat yang diberikan sahabat-sahabatnya itu mampu membuat Siwon tersenyum dan meyakinkan dirinya. Ya, lebih baik seandainya ditolak dari pada memendam perasaan itu tanpa tau pasti jawabannya. Siwon mengangguk mantap lalu ikut menyemangati dirinya. “Figthing!!”

“Benarkah Siwon kabur dari rumahnya? Aku tidak sengaja mendengarnya dari dalam.” Suara Yesung yang panic baru saja terdengar diruang makan. Member lain hanya memberinya tatapan aneh, beberapa diantara mereka ada yang melorotkan bahu malas untuk menanggapi pertanyaan Yesung tadi. Siwon hanya menggeleng-geleng melihat member yang menurutnya paling aneh itu.

“Bubar~ Bubar~~” seru Kangin bersamaan dengan dirinya beranjak dari kursi meninggalkan ruang makan dan diikuti member lain.

Yesung bengong melihat satu-persatu member meninggalkannya. “Wayeo?” -.-

**be my love**

Tiffany merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk tersebut. Perjalanan dipesawat tadi tak terasa melelahkan. Tentu saja karena pria itu, Siwon. Rasanya organ terpenting didalam tubuhnya terus memacu kencang, tapi sebisa mungkin ia menutupi itu. Sikap Siwon tak pernah berubah, selalu hangat padanya. Ia tahu Siwon memang pria yang hangat, tapi sah-sah saja kan jika ia merasa sikap hangat pria itu berbeda pada dirinya? Gadis itu tersenyum dan segera bangkit menuju sebuah jendela besar yang mengarah keluar kamar hotelnya. Jutaan lampu warna-warni yang terlihat seperti sebuah cahaya bintang yang memiliki banyak warna segera menyambutnya. Sangat indah, akan lebih indah jika melihat itu bersama-sama dengan Siwon. Ah, pikiran bodoh!

“Hmm.. kira-kira apa yang sedang Siwon oppa lakukan yah?” Tanya gadis itu pada bayangan dirinya yang terlihat dari kaca tersebut. Ini sudah larut tapi ia masih tak bisa memejamkan matanya. Pikiran untuk menghubungi Siwon sempat terlintas diotaknya, namun urung ia lakukan mengingat ini sudah sangat larut.

Tak beberapa detik kemudian handphonenya bergetar. Terlihat pemberitahuan sebuah pesan yang dikirimkan Siwon terpampang pada layar smartphonenya tersebut. Sepertinya, Siwon bisa merasakan telephatinya. Hahahha. Dengan senyum merekah gadis itu mulai membuka pesan singkat yang dikirimkan pria itu.

Sudah tidur?^^

Dengan cepat gadis itu menyentuh beberapa huruf pada layar smartphonenya saat ingin membalas pesan tersebut. “Belum. Aku tidak bisa tidur. Bagaimana dengan oppa?^^” tak menunggu waktu lama ia kembali menerima pesan dari Siwon.

“Aku juga tak bisa tidur. Lalu, apa yang sedang kau lakukan?”

Tiffany sempat memikirkan jawaban apa yang akan berikan untuk pertanyaan Siwon itu. Tidak mungkin ia mengatakan bahwa dirinya sedang memikirkan Siwon. “Hanya melihat-lihat keluar jendela. Lampu-lampu itu terlihat sangat indah.”

“Benarkah? Tidurlah~ ini sudah sangat larut.^^”

Senyum itu seakan enggan pergi dari wajah cantiknya. Dengan penuh kebahagian ia membalas pesan tersebut. “Arasseo oppa. Jaljayo^^”

“Good night~ Sweet dream^^”

Tiffany sedikit mendengus setelah membaca pesan terakhir yang dikirimkan Siwon tersebut. Ia berharap Siwon akan terus mengirimkan pesan dan menemaninya yang sulit untuk terlelap. Tapi, sudahlah seperti ini juga membuatnya sangat senang. Gadis itu segera berlari dan bersembunyi dibalik selimut tebal tersebut. “Good night Siwon oppa~” ucap gadis itu sebelum menyembunyikan wajahnya dibalik selimut tersebut.

**be my love**

Siwon perlahan berjalan menuju kaca besar pada kamar hotelnya. Tiffany mengatakan pemandangannya sangat indah sehingga ia tertarik untuk melihatnya. Pria itu tersenyum simpul menikmati suasana malam yang disuguhi oleh negeri gajah putih tersebut. Memang indah, pikirnya. Ia sedikit merenggangkan tubuhnya berusaha melepaskan sedikit rasa lelah yang sempat hinggap. Mungkin karena jadwalnya yang super sibuk akhir-akhir ini. Tapi, tanpa sadar ia selalu tersenyum karena gadis itu. Saat melihat senyuman pada mata gadis itu seakan mengusir semua lelah yang ia rasakan. Mata yang indah, sangat indah.

“Arasseo oppa. Jaljayo^^”

Siwon tersenyum melihat balasan pesan yang ia kirimkan sebelumnya. Jika ingin jujur ia masih berharap Tiffany menemaninya. Namun, ia tak ingin gadis itu menderita karena tak mendapatkan tidurnya yang cukup. Untuk seorang gadis itu pasti hal yang dibenci. “Good night~ Sweet dream^^”

Sesaat setelah pesan itu terkirim, Siwon beranjak menuju tempat tidurnya. Kasur yang empuk itu seakan sudah memanggil-manggil dirinya untuk segera terlelap.

“Sweet dream my Fany Fany Tiffany ^^”

Ini hanya pesan yang mampu ia ucapkan didalam hati.

**be my love**

Cuaca hari ini tak terlalu panas, cukup bersahabat sehingga syuting berjalan dengan lancar. Terdengar hiruk pikuk diantara kru saat pengambilan beberapa gambar untuk keperluan CF yang dibintangi oleh Siwon dan Tiffany. Belum lagi para fans yang berada disekitar Asiatique River, dengan setia menemani idola kesayangan mereka dari kejauhan. Tanpa ada yang menyadari Siwon dan Tiffany saling mencuri pandang saat break syuting. Mereka hanya saling tertawa lepas dan sesekali berbincang dengan para kru.

Tahukah kalian? Entah untuk keberapa kalinya jantung Tiffany berdegup kencang saat berada didekat Siwon. Saat kamera-kamera tersebut mengarah padanya ia harus tetap fokus sementara pemandangan dihadapannya membuatnya selalu ingin goyah. Bagaimana ada pria yang terlihat begitu sempurna? Tatapan mata yang tajam, garis hidung yang sempurna, garis rahang yang terlihat jelas, bibir dan bahkan wangi tubuhnya bisa ia rasakan.

CUT!!

Seruan dari sutradara tersebut membuat Tiffany segera menghela nafasnya. Ia begitu gugup, takut membuat kesalahan dan justru mengacaukan syuting hari ini.  Tiffany menoleh kearah sutradara sesaat, terlihat sutradara menyuruh seorang kru untuk mengatur pencahayaan agar lebih baik. Sepertinya ia tak terlalu buruk hari ini.

“Jangan gugup.” Siwon menyentuh pundak Tiffany berusaha menenangkan gadis itu. Sepertinya ia bisa merasakan gadis itu sangat gugup. Meski terlihat tenang tapi sorot mata yang ia jumpai berbeda.

Tiffany tersenyum simpul dan mengangguk kearah Siwon. Didalam hati ia mengumpat dirinya ‘aish, paboya! apa yang ia lakukan sebenarnya sehingga siwon bisa menangkap bahwa ia sedang gugup’.

Siwon ikut tersenyum saat melihat gadis itu tersenyum. Sangat manis, terutama senyum yang ditunjukkan oleh kedua mata Tiffany. Siwon benar-benar menyukai itu.

“Oppa apa aku terlihat aneh?” Tanya Tiffany sedikit berbisik. Siwon menggeleng.

“Yeppeo..” balasnya berbisik ditelinga gadis itu.

Tiffany sedikit tersentak mendengar itu. Gadis itu mendongakkan kepala melihat kearah Siwon. Senyum yang sangat manis segera menyambutnya. Sudah dipastikan wajahnya bersemu karena ucapan Siwon sebelumnya. Mungkin karena salah tingkah ia justru memukul manja lengan Siwon. “Oppa pasti berbohong.”

“Mwo? Itu—-” belum sempat Siwon menyelesaikan ucapan, sang sutradara sudah buru-buru meminta Siwon dan Tiffany bersiap-siap untuk pengambilan gambar selanjutnya. Keduanya seperti mengambil jarak dan mulai mendengarkan arahan sang sutradara. Melupakan perbincangan mereka sebelumnya dan bersikap lebih professional saat kamera-kamera itu menyorot diri mereka.

**be my love**

Siwon terlihat tak tenang. Beberapa kali ia mondar-mandir ditempat pemberhentian bus itu. Lengkap dengan topi, hoodie berwarna biru tua dan kaca mata yang membuat dirinya terlihat berbeda. Tak ada yang mengenalinya meski beberapa orang terlihat berlalu –lalang disekitar halte. Mungkin karena hari yang sudah cukup larut dan gelap. “Aissh.. apa dia akan baik-baik saja?” ia bertanya pada dirinya sendiri sementara matanya tiada henti memperhatikan sekeliling. Berharap gadis itu segera muncul dengan senyumnya yang khas.

Beberapa saat sebelumnya Siwon mengirimkan pesan pada Tiffany agar gadis itu datang dihalte bus dekat dengan hotel tempat mereka menginap. Karena mereka belum merasa mengantuk dan bosan, Siwon mengajak Tiffany untuk berjalan-jalan keluar sebentar.

“Oppa~” Tiffany mengejutkan Siwon dengan menepuk pundak pria itu saat perhatiannya tertuju pada sudut lain. Gadis itu langsung tertawa kecil saat Siwon menoleh. Melihat ekspresi terkejut dari pria itu sungguh menyenangkan.

“Kau mengejutkanku. Apa semua baik-baik saja?” Tanya Siwon yang terlihat sangat cemas.

“Gwenchana~ bukankah aku penyamar yang sangat baik?” Tiffany menunjukkan stylenya dalam menyamar. Sweater tebal rajutan berwarna cream dan penutup kepala yang berwarna hitam membuatnya tetap terlihat fashionable.

Siwon memperhatikan Tiffany mulai dari bawah hingga atas. Ia terlihat seperti berpikir keras layaknya seorang komentator fashion. “Buruk sekali.” Hanya bergurau. Ya, pria itu hanya bergurau tahu reaksi Tiffany akan seperti apa.

“Mwoya?” mata Tiffany terlihat mendelik. Ekspresi wajahnya seperti orang yang tengah marah.

“Hahahaha~ aku bercanda. Kajja!” ujar Siwon sambil tertawa melihat ekspresi seperti itu. Ia langsung meninggalkan Tiffany dan berjalan mendahului gadis itu. Sementara Tiffany tetap pada ekspresi wajah marahnya, namun tak lama segera berhenti dengan sebuah senyuman. Segera ia mengejar Siwon dan berusaha mensejajarkan langkah mereka.

*

Sudah hampir setengah jam mereka berkeliling disekitar hotel tempat mereka menginap. Meski hal sederhana, berjalan berdua seperti ini membuat mereka sangat bahagia. Canda tawa sesekali menghiasi perbincangan mereka. Banyak hal yang mereka bagi saat menghabiskan waktu bersama saat ini. Terlebih mengenai kesibukan mereka masing-masing.

“Pasti menyenangkan mendapatkan begitu banyak kado dan bunga dari fansmu.” Siwon berujar sesaat ia teringat setelah syuting tadi beberapa fans memberikan kejutan pada Tiffany. Meski bukan ulangtahun yang sebenarnya adalah hari ini, tetap saja tak merubah kebahagian dan keceriaan diantara fans-fans itu.

Tiffany tersenyum mengingat kejutan fans yang diberikan untukknya hari ini. “Aku menerima banyak cinta dari mereka. Bagaimana aku harus membalasnya?”

Siwon menghentikan langkahnya membuat Tiffany menoleh kearahnya. “Tunggu aku disini. Jangan pergi kemana-mana. Arraseo?” ia segera berlari setelahnya membuat Tiffany mengerutkan keningnya.

“Oppa mau kemana?” Tiffany sedikit berteriak karena Siwon langsung pergi seperti itu. Meski Siwon sudah menyuruhnya untuk tetap tinggal, tapi tetap saja ia harus tahu Siwon pergi kemana. Huh, menyebalkan. Tiffany memperhatikan sekelilingnya, tidak sepi tapi tetap saja ia merasa sedikit takut. Ia akhirnya memutuskan untuk duduk dikursi besi yang tersedia disepanjang jalanan untuk pejalan kaki tersebut, berhadapan dengan sebuah coffee shop. Jika ingin, ia bisa saja menunggu Siwon si coffee shop itu. Tapi urung ia lakukan, bagaimana jika nanti ada yang mengenalinya. Gadis itu bertopang dagu dan mulai mengeluarkan handphonenya. Beberapa pesan sudah menunggu di inbox nya. Beberapa teman-temannya mengirimkan pesan untuk sekedar mengucapkan selamat. Sebuah lengkungan pada bibirnya terukir saat ia mulai membaca setiap pesan dan membalas semua pesan tersebut.

*

Siwon sedikit berlari sambil memperhatikan setiap toko yang ia lewati. Sebelumnya Siwon meminta Tiffany untuk menunggu karena tiba-tiba ia teringat sesuatu. Sekali lagi ia melirik jam tangannya, hampir jam 12 malam. Itu artinya beberapa menit lagi menuju ulang tahun Tiffany. Siwon ingin memberikan kejutan untuk gadis itu. Pikiran itu baru saja terlintas di kepalanya saat tadi mereka tengah berbincang-bincang. Tentu sulit untuk mencari sesuatu sementara hari sudah sangat larut. Apa masih ada toko kue yang buka hingga selarut ini?

Siwon terus berlari hingga menemukan sesuatu yang ia inginkan. Namun sepertinya itu mustahil. Beberapa toko kue yang ia lewati tak ada satupun yang masih buka, hanya beberapa toko yang masih buka dikawasan itu. Siwon berhenti untuk menghirup sedikit udara, nafasnya tak beraturan. Ia memperhatikan jam tangannya lagi, 4 menit lagi. Bagaimana ini? Pria itu kembali memperhatikan sekelilingnya berharap setidaknya ada sesuatu yang bisa ia berikan pada Tiffany. Matanya yang tajam tiba-tiba menemukan sesuatu disudut jalan tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Sebuah toko pernak-pernik, dibalik kaca besar itu terlihat boneka cupcake tersusun rapi diatas sebuah tempat bertingkat. Didekatnya beberapa pernak-pernik lucu mampu membuat siapapun yang melihat ingin mampir ditoko yang didominasi berwarna pink itu. Senyum mulai mengembang disalah satu sudut bibir pria itu. Ia mulai mendekat kearah toko itu karena sebuah boneka cupcake dengan topping cream berwarna pink dan potongan buah strawberry terus memanggil dirinya. Tiffany pasti menyukainya.

Tak butuh waktu lama boneka cupcake itu sudah ada ditangan Siwon. Jika dilihat benar-benar mirip aslinya. Ia kembali berlari menuju tempat dimana sebelumnya ia meminta Tiffany untuk menunggu. Gadis itu masih menunggunya, Siwon melihat gadis itu tengah sibuk dengan handphonenya. Perlahan ia mendekati Tiffany setelah berhasil mengatur nafasnya.

“Mianhae, membuatmu menunggu lama.” Ucapan itu sontak membuat Tiffany terkejut dan mencari arah asal suara. Wajahnya langsung sumringah ketika tahu itu adalah Siwon. Segera ia melupakan handphonenya yang menemaninya saat Siwon pergi.

“Oppa kemana saja?” Tiffany memasang wajah cemberut membuat Siwon sedikit merasa bersalah.

“Happy birthday~ Happy birthday to you~~” sebuah lagu Siwon lantunkan saat boneka cupcake kini berada diantara mereka. “Mianhae, hanya sebuah boneka. Tapi aku janji akan memberikan cake yang sebenarnya nanti. Hehhehe~”

Tiffany seakan sulit untuk bicara dibuatnya. Ia terus memperhatikan boneka cake itu dengan mata yang berbinar-binar. Bukankah ini terlihat cute? Meski bukan kue yang sesungguhnya tapi mampu membuat Tiffany meleleh. “Anio. Gomawoyo. Ini sudah cukup membuatku bahagia. Dimana oppa mendapatkannya?” ia menerima boneka itu dengan senang hati. Didalam hatinya ia berjanji akan menjaga boneka itu.

“Sebenarnya aku ingin memberikanmu cake, tapi aku tidak berhasil menemukannya.” Ujar Siwon. Ia memperhatikan wajah Tiffany sekilas, gadis itu tersenyum teramat manis. Membuat aliran darah pria itu seakan terhenti. Tiba-tiba muncul keberanian pada dirinya untuk mengutarakan isi hatinya. Ya, rasanya ini saat yang tepat.

“Oppa gomawoyo~ aku benar-benar menyukainya.” Ujar gadis itu lagi membuat Siwon mengangguk.

“Fany-ah..” panggil Siwon pelan, ia mencari tatapan mata Tiffany. Nadanya terdengar serius membuat gadis itu jadi memandang serius kearah Siwon.

“Ne oppa..”

“Coa—–”

Hulalala~ hulalala~

Nada dering dari handphone Tiffany mengacaukan semuanya. Gadis itu sendiri terkejut lalu mencari handphonenya didalam saku celana jeansnya. Taeyeon. Nama itu tertera pada layar handphonenya. “Mianhae. Taeyeonnie menelepon..” kata Tiffany sedikit ragu pada Siwon. Ia takut Siwon marah karena panggilan itu memotong ucapan Siwon.

“Gwenchana~ terimalah.” Siwon mengijinkan Tiffany untuk menerima panggilan dari Taeyeon itu. Tidak ada alasan untuknya marah, karena statusnya masih bukan kekasih Tiffany. Lagipula itu telepon dari temannya, selain sebagai leader, Taeyeon termasuk salah satu member yang sangat dekat dengan Tiffany.

“Ne..” Tiffany bergeser sedikit lalu memulai pembicaraannya dengan Taeyeon ditelepon. Tak beberapa lama ia kembali. “Taeyeon dan member lain menelepon untuk mengucapkan selamat ulangtahun.”

“Itu bagus. Pasti kau merasa sedih mereka tidak ada didekatmu saat ini. Kau merindukan mereka?” Tanya Siwon.

Tiffany mengangguk. Meski sedih tapi kehadiran Siwon mampu menutupi rasa sedih itu. Mungkin ini hari ulangtahun terindah dalam hidupnya. “Aku merindukan mereka.”

“Lalu bagaimana dengan ayahmu? Apa dia sudah meneleponmu?”

“Ayah adalah orang pertama yang mengucapkannya.”

“Benarkah? Jadi aku bukan yang pertama ya? Hahahha.” Siwon tertawa kecil bermaksud menggoda Tiffany. Tapi ini, tak sepenuhnya gurauan. Ia berharap dirinya menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat dihari milik orang yang dicintainya itu. Gadis itu menggeleng.

“Sayangnya oppa bukan yang pertama. Hahahhaha.” Tiffany ikut tertawa menanggapi guraun Siwon itu. “Oh oppa, tadi oppa ingin mengatakan apa?” Tanya Tiffany sesaat teringat perbincangan mereka sebelumnya.

“Oh itu, aku ingin mengatakan kalau sebenarnya—-”

Ddrrrtt. Ddrttt.

Kali ini justru getaran dari handphone miliknya yang memotong ucapannya. Pria itu sedikit berdecak kesal namun tetap tersenyum kearah Tiffany. Gadis itu hanya tersenyum saat melihat ekspresi seperti itu dari wajah Siwon. “Mianhae..” ia menemukan handphonenya dan terlihat nama sang leader tertera dilayar itu.

“Gwenchana..” Tiffany hanya menanggapinya singkat dan membiarkan Siwon menerima panggilan telepon itu.

“Hyung~ kau menggangguku saja! Aku ini sedang bersama Tiffany. Kenapa menelepon disaat yang tidak tepat. Aisshh..” Siwon langsung mencerca Leeteuk saat mereka saling tersambung. Leeteuk bahkan belum sempat berbicara apapun karena Siwon mengambil alih pembicaraan. “Arraseo. Nanti aku akan menghubungimu hyung. Annyeong..” Siwon segera menutup teleponnya saat Leeteuk menyudahi pembicaraan dan meminta maaf karena menganggu waktunya dengan tawa khas sang leader. Sebenarnya ia tak benar-benar marah, hanya saja ia baru memiliki keberanian untuk mengutarakan semuanya. Tapi, sepertinya tak ada yang berjalan sesuai rencananya.

“Leeteuk hyung menelepon.” Ujar Siwon.

“Hahahaha~ mereka benar-benar pasangan sejati. Bahkan memiliki pemikiran untuk menelepon kita hampir diwaktu yang bersamaan.” Kata Tiffany entah pemikiran seperti itu muncul darimana.

“Iya, dasar mereka itu. hahahha.”

Setelah itu suasana terasa canggung. Siwon tak berbicara apapun lagi, sepertinya ia kehabisan kata-kata dan menjadi bingung harus mengatakan apa. Sama halnya dengan Tiffany, ia menunggu Siwon untuk berbicara lagi namun pria itu justru terdiam.

“Ah, ini sudah larut. Sepertinya kita harus kembali kehotel sebelum mereka menemukan kita menghilang.” Tiffany membuka pembicaraan setelah rasa canggung itu mulai terasa. Rasanya ini lebih baik, daripada hanya saling diam seperti itu. Didalam hatinya ia benar-benar penasaran dengan apa yang akan Siwon katakan. Tapi apa yang bisa ia lakukan jika pria itu tak ingin berbicara.

“Ne. kajja.” Siwon menerima ajakan Tiffany untuk kembali. Ia merutuk dirinya selama perjalanan karena kebodohannya. Harusnya ia mengatakannya, hanya kata-kata itu kenapa sulit sekali terucap? Menyebalkan!

**be my love**

Siwon! Tiffany! Siwon! Tiffany!

Suara itu riuh mengisi kesetiap penjuru diruangan yang cukup besar ini. Mengelu-elukan nama itu tiada henti sambil menggerak-gerakkan atribut yang mereka bawa. Ada hanya ukuran karton sedang yang berisi tulisan “ELF LOVE SUPER JUNIOR”, “SONE FOR TIFFANY” simple namun membuat siapapun yang melihatnya akan tersenyum, bahkan ada yang membawa banner besar. Tidak hanya itu ada juga yang menggunakan bando yang berisi tulisan “SIWON”, “TIFFANY”. Meski sudah menunggu sejak pagi, kecerian yang ditunjukkan oleh wajah fans-fans itu tak memudar meski lelah sempat hinggap.

Penantian yang cukup melelahkan itu akhirnya terbayarkan setelah seorang pria muncul diatas mini stage disusul oleh seorang wanita yang terlihat anggun sore ini. Membuat perhatian yang sebelumnya tertuju pada kedua pembawa acara wanita kini beralih pada dua idola tersebut. Siwon, pria itu terlihat sangat tampan dengan kemeja putih dibalut jas hitam dan dasi yang memiliki warna senada dengan jas. Terlihat sempurna layaknya pangeran. Sementara Tiffany terlihat mengenakan gaun malam diatas lutut berwarna biru, rambut yang ia biarkan tergerai dengan sedikit wave dibagian bawahnya. Terlihat mewah meski simple.

“Annyeonghaseyo~” sapa mereka berbarengan ketika melihat para fans dihadapannya. Seperti magnet, senyuman para fans membuat kedua idola yang terlihat  seperti pasangan kekasih itu terus tersenyum. Bagi seorang idol, melihat keceriaan fans adalah hal yang membahagiakan. Rasa lelah yang terasa seakan lenyap seketika.

“Annyeonghaeyo. Super Junior Siwon imnida.”Siwon memperkenalkan dirinya saat salah satu pembawa acara memintanya dan diikuti Tiffany setelahnya. Teriakan fans kembali terdengar saat suara yang terdengar seksi itu seperti menghipnotis gadis-gadis yang mencintainya tersebut.

“Annyeonghaseyo. So Nyuh Shi Dae Tiffany imnida.” Ujar Tiffany dengan gaya cute-nya membuat fans kembali berteriak histeris.

Acarapun berlanjut tentang pengenalan produk yang menjadikan mereka bintang dari produk tersebut. Sesekali Siwon mencuri pandangan pada Tiffany yang tengah menjawab pertanyaan dari pembawa acara. Sama halnya dengan Tiffany, saat Siwon sedang berbicara gadis itu juga menyempatkan diri untuk melihat pujaan hatinya itu.

“Oppa, lihatlah itu.” beberapakali mereka terlibat perbincangan kecil saat menemukan hal-hal lucu dari tempat mereka berdiri saat ini. Itu seperti atribut-atribut yang dibawa oleh fans. Siwon menoleh dan mengikuti arah tangan Tiffany yang menunjuk sesuatu. Mereka lalu tertawa bersama saat melihatnya. Berulang kali mata mereka selalu bertaut. Hanya hal-hal kecil tapi membuat mereka terlihat sangat bahagia. Kebahagian itu benar-benar bisa dirasakan oleh para fans.

Saat Tiffany tengah sibuk dengan melihat-lihat fansnya sambil sesekali melambaikan tangan, Siwon lebih mendekat dan membisikkan sesuatu. “Saranghae. Be my love…”

Tiffany menoleh kearah Siwon dengan ekspresi sedikit terkejut. Namun Siwon justru memberinya senyuman yang selama ini selalu membuat pertahanan hatinya runtuh. Melihat itu Tiffany jadi ikut tersenyum dan tersipu malu. Ia berusaha menutupinya dengan kembali tersenyum kearah fans. Benarkah apa yang ia dengar saat ini? Kata-kata itu sungguh membuat hatinya tenang. Nyaman rasanya mendengar ucapan yang begitu lembut itu.

‘NADO SARANGHAEYO OPPA~’

—— The End ——

finally, ada satu ff yang kelar.. hahahha

abis semua ffku yang blon selesei numpuk ga jelas.. 🙂

ini ff sifany, masih kebawa suasana mereka di Thailand.. hehhe~

kalau udah baca, tinggalin comment yah.. 🙂

masukan, kritikan atau sekedar chitchat lah ama aku.. hehehhe

gomawoyo~~ annyeong~ *bow*

Please don’t RE-UPLOAD or COPY-PASTE FF here without my permission

Advertisements

41 thoughts on “FF SiFany | Be My Love

  1. Whoaaaa chingu moment2 di ff ini hampir sama semua dgn moment sifany pas di thai xD
    ai sifany jjang,daebak chingu xD

    btw,itu opening poster sama closing nya posternya edit dimana sih chingu? XD

  2. Daebak!! Aku suka banget sama mereka berdua soalnya aku sifany shipper :3
    mudah-mudahan mereka beneran deh jadi couple. Aku suka banget sama cerita ini bikin aku inget sama moment mereka di thailand :3 love it
    keep writing yaaa

  3. Haha… keren… aku coba nyari ff sifany pengen baca, walaupun sebenernya aku yoonwonited(penggemar yoonwon), tp gimanapun jg aku reader yg bertangung jwb(halah) dan selalu meninggalkan comment di ff yg kubaca(wkwk) 😀

  4. Kya…..sifany so sweet banget.taeyeon ama leeteuk telepon bersamaan wkt siwon ingin mengutarakan perasaannya pada fany,tapi akhirnya siwon mengatakannya juga pada fany.
    Be My Love.
    Daebak thor.very nice fanfic thor.i like it.
    Keep writing thor.hwaiting.

comment please ^^ be a good reader....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s