FF SeoKyu | First Love

1827_seokyu_autumn_first_love

Title : First Love

Author : @tikaHyunnie407

Length : 1 shoot

Cast :

#Seohyun

#Kyuhyun

Cameo :

# Mi-young (Tiffany)

#Sooyoung

#Soo-yeon (Jessica)

– annyeong yeorubun… >o< uwaa… lama banget ga pernah urusin ini blog.. -.- masih adakah readers disini? hehe.. author comeback (?) nih bawa ff seokyu.. 🙂 so, wires merapatlah!! hehe.. ff ini insprirasinya dari lagu Juniel yg illa illa~ kaya judul ffnya, ceritanya ttg cinta pertama gitu deh.. dari pada author banyak bacot mending langsung baca aja deh… cekidot! –

Happy Read ^^

♥♥♥ First Love ♥♥♥

Seohyun dengan balutan dress berwana putih selutut terlihat mengayuh sepedanya melewati padang ilalang yang indah. Senyumnya terukir sesaat menangkap kumpulan ilalang itu berayun mengikuti arah angin. Rambut panjangnya yang terurai pun seakan mengikuti irama itu setiap kali angin bertiup lembut kearah wajahnya. Gadis berparas cantik itu terus mengayuh sepedanya melewati padang ilalang tersebut dan kini rumput hijau terbentang luas disekitarnya. Seohyun menghentikan sepedanya dan memandangi sebuah pohon yang berdiri kokoh diujung sana. Pohon itu hanya berdiri sendiri diantara rerumputan hijau yang seakan menjadi alas bagi pohon maple tersebut. Pemandangan terindah adalah ketika musim gugur seperti saat ini, dimana daun-daun pohon tersebut telah berubah warna. Dan ia menjadi yang terunik diantara rerumputan yang berwarna hijau.

Seohyun akhirnya memarkir sepedanya dipinggir jalan ini dan berjalan kaki menuju pohon tersebut. Sebuah kursi yang terbuat dari batang kayu menjadi pilihannya untuk duduk menikmati sore hari yang indah ini. Kursi itu terletak tepat dibawah pohon maple yang mungkin sudah berumur puluhan tahun. Meski tua pohon itu seakan menyihir siapapun yang berlindung dibawahnya. Seperti Seohyun yang senyumnya tak ingin pergi ketika merasakan sejuknya udara hari ini. Angin kembali berhembus dan dengan lembut menyentuh wajahnya. Memori itu kembali lagi. Ya, ini yang ia cari setiap kali mendatangi tempat ini. Memori tentang cinta pertamanya. Seohyun memejamkan kedua mata dan dengan jelas ia dapat menggambar wajah seseorang yang sudah sejak lama mengisi diary didalam hatinya. Perlahan ia memanggil nama itu didalam hatinya, Cho Kyuhyun. Tempat ini seakan ingin memanggil semua kenangan tentang pria tersebut. Seohyun kembali membuka kedua matanya dan terlihat kedua matanya kembali  berkaca-kaca. “Oppa, eodiga?

Cho Kyuhyun, pria itu adalah cinta pertama Seohyun. Saat itu mungkin ia belum tahu apa-apa, tapi saat ini gadis yang sudah beranjak dewasa itu sepertinya mengerti. Perasaan itu lebih dari perasaan seorang adik pada kakaknya. Perasaan yang membuat dirinya gila karena merindukan seseorang.

-flashback-

Seohyun mengayuh sepedanya menyusuri jalanan yang dikelilingi oleh padang ilalang yang membentang disekitarnya. Senyum seakan enggan beralih dari wajah lugunya. Sesekali ia bersenandung kecil mengikuti suara yang dialunkan melalui earphonenya. Bersepeda sembari menyaksikan pemandangan yang disajikan alam saat sore menjelang memang hal yang sangat menyenangkan.

Tak jauh dari padang ilalang yang baru saja ia lewati, Seohyun menghentikan sepedanya. Ia memarkir sepeda berwarna pink itu lalu berjalan kaki menuju sebuah pohon yang berdiri kokoh ditengah-tengah hamparan padang rumput yang hijau. Sejak kecil sang ayah selalu membawa dirinya kemari sekedar untuk menikmati suasana minggu sore. Sepertinya itu telah menjadi kebiasaan bagi Seohyun, tapi sekarang kapanpun ia mau ia bisa datang kemari. Terutama disaat ia merasa bosan. Seohyun bahkan pernah menghabiskan waktunya seharian untuk membaca ditempat ini. Selain indah tempat ini cukup tenang dan sunyi, cocok untuk dirinya yang lebih suka membaca ketimbang menghabiskan waktu berjalan-jalan seperti anak remaja lainnya.

“Cogiyo..” sebuah suara tiba-tiba mengejutkan Seohyun. Sontak gadis itu menoleh dan menemukan seseorang yang sedikit asing baginya.

“Nuguya?” Tanya Seohyun. Gadis itu terlihat mengerutkan keningnya, tiba-tiba ia merasa pernah melihat laki-laki yang saat ini berdiri dihadapannya.

“Ah, Kyuhyun imnida. Cho Kyuhyun.” Anak laki-laki itu tersenyum lalu mengulurkan tanganya.

Seohyun membalas senyuman itu lalu menjabat tangan Kyuhyun. “Seohyun imnida. Seo Joohyun.”

“Bangapseumnida. Apa kau mengingatku? Aku ini tetangga baru disebelah rumahmu. Aku melihatmu pagi ini bersama ibumu.”

“Bangapseumnida. Tapi sepertinya aku pernah melihatmu disekolah.” Seohyun terlihat kembali berpikir. Sekarang ia ingat, ia pernah melihat anak laki-laki dihadapannya tetapi bukan dirumahnya. “Wah, apa oppa murid baru pindahan dari Seoul itu? Teman-temanku hari ini banyak membicarakanmu. Benar, dia terlihat mirip denganmu.”

“Benarkah mereka membicarakanku? Hehe.. benar, aku murid baru itu. Apa kah kita bersekolah ditempat yang sama?” Tanya Kyuhyun yang belum pernah melihat Seohyun sekalipun disekolah. Tentu saja, hari ini bahkan hari pertamanya bersekolah.

Seohyun menggeleng. “Ani, sekolah kita bersebelahan. Aku murid sekolah menengah pertama. Hehe..”

“Aaaah…” Kyuhyun mengangguk mengerti. Seingatnya juga tadi pagi ia melihat Seohyun mengenakan seragam yang berbeda dengan dirinya. “Tapi bagaimana bisa teman-temanmu membicarakanku?”

Seohyun terkekeh. “Entahlah, mungkin mereka melihat oppa pagi ini. Ah, tapi bagaimana oppa bisa kemari?” Seohyun mengalihkan pembicaraan mereka. Ini memang tempat umum, tapi karena cukup jauh dari keramaian kota tak banyak yang datang kemari. Belum lagi Kyuhyun baru pindah ke kota kecil ini, tentu ia tidak akan tahu tempat seperti ini.

Kyuhyun tersenyum sambil sesekali menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Itu karena aku mengikutimu. Tadi setelah berbelanja di toko dekat tempat sauna, aku melihatmu sepertinya ingin menuju suatu tempat. Karena merasa bosan, jadi aku mengikutimu. Dan sampailah ditempat yang indah ini. Wah, ini pertama kalinya aku melihat tempat yang benar-benar luas seperti ini. Di Seoul jika tidak pergi ketaman kota sulit menemukan tempat seperti ini. Hehe..”

Seohyun ikut tersenyum, mungkin karena bangga terhadap kota-nya. Selama ini ia selalu mendengar bahwa Seoul adalah kota yang indah. Dimana gedung-gedung tinggi menjulang, lampu-lampu dimalam hari yang berkelip serta supermarket-supermarket besar yang menjual segalanya. Tapi masih ada yang mengatakan kota-nya indah, karena masih banyak ruang terbuka seperti taman ini.

**first love**

Seohyun terlihat berkumpul bersama beberapa temannya setalah bel pulang berbunyi. Kumpulan gadis remaja itu tengah asik berbincang. Mulai dari membicarakan kakak kelas yang tampan, pakaian baru dan banyak hal lagi. Perbincangan itu sedikit membuat Seohyun bosan dan akhirnya ia memilih untuk cepat pulang. Entah kenapa ia masih belum tertarik tentang hal-hal tersebut padahal remaja sekarang banyak yang membicarakan hal-hal seperti itu.

“Yeorobun, aku pergi dulu eoh?” ucap Seohyun sedikit berteriak pada teman-temannya itu. Semuanya menoleh, melupakan sesaat perbincangan mereka.

“Wae? Tunggulah sebentar. Aku dengar oppadeul di sekolah menengah utama akan mengadakan pertandingan basket. Kenapa kita tak pergi menontonnya bersama, eoh?” Mi-young, salah satu teman Seohyun berusaha menahannya. Tapi sepertinya Seohyun tetap tak berminat, gadis itu menggeleng membuat semua temannya hanya menghela nafas. Sepertinya kumpulan gadis-gadis itu sudah mengenal baik sikap Seohyun.

“Yaa! Seohyunnie, sebentar saja. Kalau kau tidak menyukainya kau boleh pulang, eoh?” Kali ini Sooyoung bahkan harus bangun dari tempat duduknya untuk menahan Seohyun.

Seohyun menggeleng sekali lagi. “Anio. Kanda! Annyeong!” gadis itu melambai-lambaikan tangannya. Teman-temannya pun menyerah dan membalas lambaian Seohyun berbarengan.

“Annyeong~” sahut mereka berbarengan.

Setelah itu Seohyun berbalik meninggalkan teman-temannya, namun tak lama seseorang memanggil namanya. Jika tak salah suara itu berasal dari luar gerbang sekolahnya. “Seohyun-ah!!”

“Oppa~~” sahut Seohyun setelah ia berhasil menemukan siapa yang memanggil dirinya. Kyuhyun, yang akhir-akhir ini sepertinya menjadi sudah sangat akrab dengan Seohyun. Gadis itu segera berlari kecil menghampiri Kyuhyun yang kini berdiri digerbang sekolahnya. “Waeyo?” Tanya Seohyun langsung saat mereka saling berhadapan.

“Hmm, sore nanti kita pergi ke pohon maple bagaimana? Aku merasa bosan dirumah hanya bermain game. Aku butuh menghirup udara segar. Hehe..”

Tanpa aba-aba, kepala Seohyun langsung mengangguk. Itu karena ia benar-benar menyukai tempat itu. Selain itu juga karena dirinya tak perlu pergi sendiri lagi, karena akhir-akhir ini Kyuhyun selalu menemaninya. “Araseo.”

Kyuhyun mengangguk. “Geu-reom, sampai bertemu nanti. Annyeong!”

“Annyeong oppa!” Seohyun melambaikan tangan pada Kyuhyun yang kini berlari kecil kembali masuk kedalam area sekolahnya. Gadis itu hendak melangkahkan kakinya kembali, namun sebuah teriakan yang bagaikan petir di siang bolong (?) kembali menghentikan langkahnya.

“SEOHYUNNIE!!!” teman-temannya yang entah muncul dari mana mulai mengerubunginya. Seohyun masih menutup telinganya karena teriakan histeris teman-temannya tersebut.

“Yaa! Benarkah yang aku lihat tadi? Oppa itu memanggilmu? Bagaimana mungkin?” Sooyoung yang pertama berbicara lalu diikuti oleh yang lainnya.

“Apa kalian saling mengenal? Bagaimana bisa? Bukankah dia murid baru pindahan dari Seoul itu?” kali ini Mi-young menyambar dengan banyak pertanyaan.

“Waahh,, benar dia anak laki-laki itu. He’s looks like prince.” Bahkan Soo-yeon yang jarang berbicara menunjukkan antusiasnya.

Seohyun kembali dibuat menggeleng oleh teman-temannya itu. Baginya bukan suatu hal yang besar berbicara dengan Kyuhyun tapi kenapa teman-temannya itu menjadi heboh seperti tadi “Kyuhyun oppa adalah tetanggaku.”

Bukannya membuat gadi-gadis itu tenang, perkataan Seohyun justru semakin membuat mereka histeris. Seohyun kembali menutup telinganya dan memilih segera kabur meninggalkan teman-temannya. Sebelum ia menemukan dirinya menjadi gila mendengar gadis-gadis itu akan bertanya banyak tentang Kyuhyun.

“YAA! SEOHYUNNIE~~~”

**first love**

“Oppa, apa ibu tidak akan marah kita pulang selarut ini?” Tanya Seohyun yang terlihat masih lugu. Sebelumnya ia pasti sudah berada dirumah bahkan sebelum matahari tenggelam.

Kyuhyun memperhatikan jam tangan ditangan kirinya sementara tangan kanannya masih focus memegang kendali sepedanya. Benda kecil itu masih menunjukkan pukul 06.30 pm. Kyuhyun hanya terkekeh mengetahui bahwa gadis itu benar-benar lugu. Di Seoul, tak pernah ia jumpai gadis seperti ini. “Gwenchana. Ini tidak terlalu larut. Kalau kau dimarahi bibi, aku yang akan memberitahukan bibi nanti.” Ujar Kyuhyun untuk membuat tenang gadis yang saat ini sedang duduk dibalik punggungnya.

Seohyun menggangguk polos. Karena keasyikan membaca tadi ia jadi mengabaikan Kyuhyun  yang memanggilnya beberapa kali. Jadi ini  juga kesalahannya.

Merasakan Seohyun tak banyak berbicara saat ini, Kyuhyun memutuskan untuk memulai pembicaraan kembali. Sambil tetap mengayuh sepedanya, Kyuhyun memanggil pelan gadis itu.“Seohyun-ah~”

“Waeyo oppa?”

“Musim gugur selanjutnya berjanjilah untuk pertama kalinya datang ke pohon maple bersama denganku. Aku penasaran dengan ceritamu. Apa benar tempat ini begitu indah ketika musim gugur?”

Seohyun mengangguk tanpa Kyuhyun ketahui. “Araseo. Tempat ini akan benar-benar indah oppa.” Gadis itu menoleh kembali untuk melihat satu-satunya pohon maple yang berdiri kokoh disana. Senyumnya mengembang membayangkan betapa indahnya ketika musim gugur tiba.

Kyuhyun hanya tersenyum dibuatnya. Sejak pindah kemari, banyak hal-hal baru yang ia jumpai. Belum lagi sejak ia bertemu dengan Seohyun. Ada rasa sayang berlebih untuk gadis yang sedang ia bonceng itu.

**first love**

Seperti biasa, pergi ke sekolah menjadi hal yang sangat menyenangkan untuk Seohyun. Sementara banyak remaja seumuran dirinya selalu mengeluh akan hal itu. Mengerjakan tugas, mendengarkan penjelasan guru atau membaca diperpustakaan . Tak banyak remaja yang menyukai melakukan hal-hal tersebut karena pasti akan terasa membosankan jika dilakukan berulang setiap harinya. Ini sangat berbeda dengan prinsip hidup Seohyun. Seperti pagi ini, gadis itu sudah bersiap memasuki gerbang sekolah dengan semangat belajar yang tak banyak dimiliki remaja lainnya. Ia mulai menuntun sepedanya ketika akan memasuki gerbang sekolah. Namun belum sampai gerbang sekolah ia sudah dihadang oleh beberapa temannya. Gadis-gadis itu menunjukkan ekspresi serius dengan kedua tangan yang terlipat didada. Seohyun hanya mengernyitkan alis melihat tingkah teman-temannya tersebut.

“Wae guraeyo?” Tanya Seohyun, meski merasa sedikit shock ia berusaha tetap untuk tersenyum kepada teman-temanya tersebut.

Sooyoung, Mi-young dan Soo-yeon terlihat kompak, mereka perlahan berjalan lebih dekat pada Seohyun dengan ekspresi wajah yang berbeda. Entahlah ekspresi seperti apa itu.

Seohyun hanya diam dan terlihat jelas ekpresi bingung diwajahnya. Ia mengembungkan pipinya dan mengangkat sedikit bahunya tanda tak mengerti.

“Seohyunnie~” suara Sooyoung terdengar sedikit parau diawal namun merengek pada akhirnya. “Jinjayo? Kau berpacaran dengan Kyuhyun oppa? Huhuhu.. itu membuat aku sedikit cemburu..” Seohyun hanya melongo dibuatnya, ia berpikir ada masalah yang sangat besar sehingga teman-temannya bersikap seperti itu. Tapi hanya hal yang tak masuk akal bagi dirinya. Akhirnya itu membuat Seohyun seakan sulit untuk berbicara dan hanya mendengarkan rengekan atau lebih tepatnya keluh kesah ketiga sahabatnya itu.

“Ho’oh semua orang membicarakan kalian tengah berpacaran. Karena kalian selalu terlihat bersama saat pergi dan pulang sekolah. Huhu.. huhu.. benarkah kalian berpacaran? Bukankah selama ini kau tidak pernah tertarik pada hal-hal seperti itu.” Soo-yeon kini mengambil kesempatan untuk berbicara lalu tak lama disambung oleh perkataan Mi-young.

Miyoung mengangguk terlebih dahulu, menyatakan setuju dengan kedua temannya itu. “Huuhu.. our prince…” singkat seakan ia kehabisan kata-kata sama seperti Seohyun yang masih merasa heran.

“Hey.. hey.. bukan seperti itu. Ada apa dengan kalian semua?” Karena tak ingin kekacauan ini berlanjut. Seohyun segera meluruskan semuanya dan menyampaikan pendapatnya. Dengan singkat namun penuh makna ia mengatakan kalau hal-hal seperti yang dibicarakan teman-temannya tidaklah benar. “Ini tidak seperti itu. Kami selalu bersama karena memang rumah kami berdekatan. Kyuhyun oppa hanya oppa untukku. OPPA!” Seohyun memberikan penekanan pada akhir kalimatnya.

“Oppa~ aniyo?” Soo-yeon bertanya dengan nada ‘oppa’ yang memberikan penekanan berbeda. Soo-yeon mengucapkannya seperti seorang gadis manja yang memanggil kekasihnya. Berbeda dengan Seohyun yang terlihat yakin dan serius.

Seohyun menggeleng yang merasa sedikit aneh dengan nada suara Sooyeon. Ini pertama kalinya ia mendengar hal seperti itu. “Anio! Oppa!!” Tegasnya lagi.

Mungkin karena mendengarkan ucapan Seohyun yang begitu yakin, ketiga gadis itu kembali bersorak gembira. Mereka semua berhambur untuk memeluk Seohyun. “Seohyunnie~ mianhae seharusnya kami tidak mendengarkan ucapan gadis-gadis itu.” Hal itu membuat Seohyun kembali menggeleng, ia menganggap dirinya cukup hebat bisa bertahan bersahabat dengan ketiga gadis itu.

“Araseo, araseo. Kita harus segera masuk kedalam kelas. Kalian membuat waktuku terbuang sia-sia. Ppali.” Ajak Seohyun yang mendapatkan balasan anggukan kepala dari ketiga gadis itu. Sekarang gadis-gadis itu terlihat seperti remaja yang sebenarnya, ketimbang beberapa saat lalu seperti gangster sekolah yang menyeramkan.

**first love**

“Seohyun-ah…” panggil Kyuhyun lembut ketika saat ini mereka tengah duduk berdua dibawah pohon maple yang jadi tempat favorite mereka menghabiskan waktu sore. Entah kenapa hari ini ia sedikit gugup. Biasanya ia akan sibuk dengan gamenya disaat Seohyun sibuk dengan buku bacaannya. Kyuhyun seperti tak berkonsentrasi dengan permainan game elektronik ditangannya. Sesekali ia mencuri pandang pada gadis yang terlihat serius membaca tersebut. Sebagai anak laki-laki yang beranjak remaja, ini perasaan yang sedikit aneh baginya. Ini untuk pertama kalinya ia merasakan jantungnya berdegup sangat cepat setiap kali melihat Seohyun.

“Waeyo oppa?” Seohyun menoleh, melupakan sesaat tentang buku bacaannya.

Kyuhyun dibuat kikuk oleh pertanyaan singkat dari gadis itu. Seharusnya ia menyiapkan bahan pembicaraan terlebih dahulu sebelum mengalihkan perhatian Seohyun. “Bu.. buku apa yang sedang kau baca?” pertanyaan itu meluncur dari mulutnya begitu saja. Tidak pernah ia bayangkan dirinya bertanya tentang sebuah buku yang tak pernah menarik minatnya.

“Ohh..” Seohyun terlihat tersenyum lalu melirik sesaat buku yang sebelumnya tengah ia baca. “Buku yang menceritakan segala keindahan tentang kota Seoul. Oppa, benarkah Seoul itu benar-benar indah?” Tanya gadis itu denga kedua mata yang membulat, terlihat lucu.

Melihat Seohyun tersenyum, seperti sihir Kyuhyun ikut tersenyum. Tak lama ia mengangguk, meng-iya-kan pertanyaan Seohyun. “Hmm.. indah. Dimalam hari kau akan melihat banyak lampu berkelap-kelip disetiap sudut kota.” Jelas Kyuhyun yang mampu membuat senyum Seohyun semakin merekah. Kini Kyuhyun kembali menemukan sisi lain dari keunikan Seohyun. Gadis ini benar-benar seperti mailakat kecil yang murni dan suci. Hanya dengan hal kecil menurut dirinya gadis itu akan tersenyum lebar.

“Jeongmal? Aku jadi ingin benar-benar pergi kesana.” Ujar Seohyun. Dalam kepalanya ia masih mencoba menggambar keindahan Seoul yang dipenuhi lampu-lampu itu. Dulu iya pernah ke Seoul bersama dengan orang tuanya. Namun itu sudah lama berlalu sehingga tak bisa sedikitpun ia mengingat tentang keindahan Seoul.

“Seohyun-ah..” panggil Kyuhyun lagi. Jantungnya kembali berdegup kencang. Jika lama-lama seperti ini bisa saja ia menjadi gila mencoba menahan perasaan yang aneh ini.

Seohyun kembali menoleh dan matanya membulat setelah ia merasakan sesuatu yang lembut menempel pada bibirnya.

Chu~ tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung mengecup bibir Seohyun tepat saat gadis itu menoleh. Singkat, namun mampu membuat perasaanya lega. Detak jantungnya menjadi lebih stabil setelah ia merasa ini merupakan salah satu hal untuk menunjukkan perasaanya pada Seohyun. Sebenarnya ia ingin menunggu hingga musim gugur yang diramalkan akan datang minggu depan, tapi ada alasan lain sehingga ia memutuskan saat ini adalah yang paling tepat.

Berbeda dengan Kyuhyun, Seohyun justru terlihat sangat terkejut. Gadis itu mematung seperti kehilangan sebagian isi otaknya untuk berpikir. Namun tak lama ia berhasil menguasi dirinya meski otaknya belum sepenuhnya bisa berpikir jernih.  “Oppa, apa yang baru saja kau lakukan?” Seohyun menyentuh bibirnya. Gadis itu terlihat sedikit ketakutan dan terkejut dengan sikap Kyuhyun. Segera ia beranjak dan berlari meninggalkan Kyuhyun. Matanya mulai berair. Bagi gadis yang baru beranjak remaja seperti dirinya pasti sedikit sulit menerima hal ini terjadi padanya. Sementara ia tidak pernah membayangkan hal-hal seperti ini terjadi sebelumnya.

Kyuhyun juga tak kalah terkejut dibuatnya. Ia tak memikirkan sebelumnya bagaimana reaksi Seohyun setelah apa yang akan ia lakukan. Gadis itu terlalu lugu bahkan dalam hal seperti ini. Dalam sekejap laki-laki itu meyesali perbuatannya yang terkesan buru-buru. Pasti Seohyun akan berpikiran yang aneh-aneh tentang dirinya. Kyuhyun mengumpat dirinya sendiri karena kebodohannya. “Seohyun-ah.. mianhae… Seohyun-ah…” teriak Kyuhyun ketika Seohyun berlari menjauhinya. Tapi sepertinya gadis itu tak mendengarkan dirinya.

**first love**

Semenjak kejadian dua hari lalu, Seohyun dan Kyuhyun menjadi canggung satu sama lain. Beberapa kali Kyuhyun mencoba menemui Seohyun, tapi gadis itu seperti enggan menemuinya. Ini semakin membuat posisi Kyuhyun sulit, ia jadi tidak bisa menjelaskan tentang perasaan yang sebenarnya karena Seohyun selalu menghindarinya. Kalau diberikan kesempatan, Kyuhyun hanya ingin meminta maaf dan menjelaskan alasan kenapa ia melakukan hal tersebut.

Seperti hari ini, Kyuhyun tak sengaja bertemu dengan Seohyun didekat sekolah mereka. Dan seperti biasanya Kyuhyun yang pertama berusaha untuk menyapa Seohyun. “Seohyun-ah..” Gadis itu memilih diam dan berlalu begitu saja. Sekali lagi, Kyuhyun hanya menghela nafasnya. “Mianhae. Hanya itu yang ingin aku katakan.”

**first love**

Seohyun terlihat menopang dagu disaat jam istirahat. Tidak seperti biasanya dimana ia akan menghabiskan waktu istirahat diperpustakaan. Kali ini gadis itu hanya termenung didalam kelasnya. Otaknya begitu sibuk memikirkan hal baru yang ia alami beberapa waktu lalu. Ia bingung mengenai perasaannya, jauh didalam hatinya ia tidak membencinya tapi juga tidak membenarkan sikap Kyuhyun. Meski banyak yang berpikir Seohyun tak pernah menaruh minat tentang seorang pacar, tapi ia pernah memikirkannya sekali. Hari itu setelah teman-temannya bertanya tentang hubungannya dengan Kyuhyun. Karena merasa usianya masih terlalu dini untuk mengetahui lebih tentang cinta, Seohyun berusaha mengalihkan semua hal itu dengan hal-hal lain yang ia pikir lebih baik bagi seorang pelajar seperti dirinya. Tapi apa yang Kyuhyun lakukan hari itu jauh dari bayangannya. Ciuman pertama, bukankah akan lebih pantas dilakukan ketika ia benar-benar mengerti tentang cinta?

Seohyun kembali mendengus, ia merasa bersalah bersikap acuh pada Kyuhyun selama dua hari ini. Itu karena ia bingung harus bersikap seperti apa jika Kyuhyun mengatakan menyukainya? Dalam pikiran Seohyun jika seorang pria mencium seorang gadis tentu artinya pria itu menyukai sang gadis bukan?

“Seohyun-ah…” seseorang menepuk bahunya pelan yang membuat Seohyun tersadar dari lamunannya. Seohyun menoleh dan menjumpai seorang gadis yang memiliki eye-smile tengah tersenyum padanya. Gadis itu adalah Mi-young sahabatnya sekaligus teman sebangkunya.

“Wae?” Tanya Seohyun dengan suara yang cukup pelan. Seohyun seperti kehabisan pil energy untuk dirinya.

“Wae gurae? Daripada melamun lebih baik kita kekantin. Sooyoung dan Soo-yeon sudah menunggu disana.” Ajak Mi-young yang langsung mendapat tanggapan baik dari Seohyun. Akhirnya mereka beranjak dari kursi dan meninggalkan kesal berbarengan.

**first love**

Hari ini berbeda dari biasanya, Seohyun lebih memilih berjalan kaki tanpa sepeda yang biasa menemaninya. Gadis itu terlihat sendiri berjalan diantara kerumunan pejalan kaki disekitarnya. Tangannya ia selipkan didalam kedua saku pada jas sekolahnya. Pikirannya tertuju pada seseorang. Cho Kyuhyun, siapa lagi kalau bukan laki-laki itu. Hari ini ia tidak melihat Kyuhyun meski hanya sepintas. Meskipun mereka masih tak saling berbicara atau lebih tepatnya Seohyun yang masih menghindar, setidaknya Kyuhyun akan mencoba mencari dirinya. Tapi siang ini tidak, tadi pagi pun sama.

Seohyun tiba-tiba menggelengkan kepalanya, mencoba mengenyahkan pikiran-pikiran tersebut. Kenapa akhir-akhir ini ia selalu memikirkan Kyuhyun? Apa benar ia menyukai Kyuhyun? Entahlah. Dirinya sendiri masih tak mengerti tentang isi hatinya. Kini Seohyun mulai menegakkan kepalanya, berusaha memperhatikan sekeliling untuk mengalihkan pikirannya tadi. Hari ini cuaca terasa hangat meski matarahi agak terik diatas sana, namun angin yang berhembus membuatnya menjadi hangat.

‘ah, musim gugur sepertinya akan segara tiba.’ Pikir Seohyun merasakan udara hari ini hangat sehangat udara ketika musim gugur. Senyumnya seketika mengembang melihat pemandangan disekitarnya menghadirkan suasana teduh, suasana yang ia tunggu sejak lama. Namun tak lama gadis itu menghentikan langkahnya. Ia tersentak lalu kembali memperhatikan disekitarnya. Pohon-pohon yang tumbuh dipinggir jalan terlihat berbeda. Daun-daunnya telah berubah warna, beberapa dedaunan itu pun mulai gugur berjatuhan dan memenuhi sebagian jalanan.

Menyadari itu Seohyun segera berbalik dan segera berlari menuju suatu tempat. Entah kenapa janji itu yang terpikir olehnya dan membawa dirinya berlari seperti sekarang. Sepertinya ia ingin mulai merubah pikirannya.

*

Seohyun akhirnya sampai di pohon maple yang menjadi tempat favoritenya sejak kecil tersebut, meski dengan nafas yang terengah-engah. Gadis itu berusaha untuk mengatur pernapasannya dan mulai memperhatikan sekeliling. Namun sepertinya ia tak menemukan apa yang ia cari. Gadis itu menghela nafasnya dan matanya mulai berair.

-end of flashback-

 

Seohyun menghelas nafasnya kembali setiap kali ia memanggil kenangan tentang Kyuhyun. Semenjak hari itu ia tak pernah lagi bertemu dengan Kyuhyun. Hari itu ketika musim gugur datang, Seohyun menepati janjinya untuk pergi ke pohon maple tapi sepertinya tidak dengan Kyuhyun. Ya, karena hari itu ia menunggu cukup lama namun Kyuhyun tak kunjung datang. Sampai akhirnya ketika pulang kerumah ia mengetahui bahwa Kyuhyun sudah kembali ke Seoul. Mendengar hal itu membuatnya cukup terkejut karena Kyuhyun tak pernah bercerita apapun sebelumnya. Selain itu Seohyun juga menyadari kesalahannya karena mengacuhkan Kyuhyun. Gadis itu menangis semalaman, kalau saja ia tahu Kyuhyun akan kembali ke Seoul. Mungkin ia bisa untuk tidak bersikap seperti anak kecil dan mendengarkan penjelasan Kyuhyun terlebih dahulu. Tapi itulah dirinya saat itu, terlalu lugu dan mungkin bisa dibilang bodoh.

Seohyun mendongakkan kepalanya, memperhatikan daun-daun pohon yang terlihat cantik dengan warna yang terang tersebut. Hari-hari berlalu begitu saja hingga tak terasa 5 tahun telah ia lewati. Selama waktu tersebut Seohyun hanya menghabiskan waktunya untuk belajar dan belajar. Gadis itu pernah berusaha untuk melupakan perasaannya pada Kyuhyun tapi justru karena ia selalu merindukan pria itu, perasaanya tumbuh semakin dalam. Seiring dirinya tumbuh menjadi dewasa ia mulai mengerti bahwa Kyuhyun lebih dari seorang kakak baginya.

Hari mulai menjelang sore, matahari mulai menurun dan warna jingga telah siap untuk menghiasi samudera langit tak berawan diatas sana. Langit, rumput serta dedaunan pada pohon maple kini seakan beradu menampilkan keindahan warna yang mereka miliki. Seohyun masih betah duduk dibawah pohon itu, seakan enggan untuk beranjak dan melewatkan pemandangan indah yang disuguhkan. Seandainya ia bisa melihat semua ini bersama dengan Kyuhyun tentu akan lebih indah sesuai dengan janji yang mereka buat.

drrtt.. drrtt..

Merasakan handphonenya bergetar, Seohyun segera meraih ponsel yang sejak tadi berada disampingnya tersebut. Terlihat nama sang ibu dilayar ponsel itu. Segera ia menyentuh ponselnya dan akhirnya tersambung dengan ibunya. “Waeyo eomma?”

“Seohyunnie, eodiga?”

“Aku sedang berada di pohon maple Bu.. waeyo?

“Cepatlah pulang.. ada kejutan untukmu..”

“Kejutan? Ada apa Bu? Apa terjadi sesuatu?”

“Anio.. pulanglah, eoh? Kau akan mengetahuinya setelah pulang.”

“Sebentar lagi ya Bu.. aku masih ingin disini.”

“Sekarang! Kalau tidak, mungkin kau akan menyesal.”

Araseo. Aku akan pulang sekarang.” Seohyun akhirnya menyerah dan menuruti perkataan sang ibu.

“Eoh, cepatlah.. annyeong..”

Seohyun menutup teleponnya setelah sang ibu menyelesaikan pembicaraan mereka. Dengan agak malas Seohyun beranjak dan perlahan meninggalkan pohon maple itu. Entah kenapa langkah kakinya terasa begitu berat. Ia masih ingin berada ditempat ini tapi ibunya ingin dirinya segera pulang. Entah kejutan apa sehingga ibunya menelpon seperti terjadi sesuatu yang sangat penting.

Beberapa saat, Seohyun sempat menghentikan langkahnya ketika melihat ada yang berbeda dari sepedanya. Ah, tidak. Yang berbeda bukanlah pada sepedanya namun sesuatu yang berada tepat disebelah sepedanya. “Sebuah sepeda?” Seohyun mengernyitkan alisnya. Sesaat ia mengedarkan pandangannya, tak ada siapa pun. Seohyun butuh sedikit berlari untuk memastikannya.

Langkahnya seakan tertahan ketika melihat sepeda tersebut. Tak salah lagi. Gadis itu terdiam tapi di wajahnya terlihat jelas ada sebuah senyuman. Sekali lagi ia edarkan pandangannya dan tetap tak seorangpun bisa ia jumpai. Tanpa ragu Seohyun segera berlari kembali ke pohon maple tersebut. Ketika berlari ia merasakan ada yang aneh dengan jantungnya. Perasaan yang setiap kali akan muncul ketika ia merindukan Kyuhyun, tapi kali ini sedikit berbeda karena jangtungnya ikut terpacu lebih cepat. “Tuhan, aku mohon jangan biarkan dia melangkah pergi walaupun hanya sedetik.” Pinta Seohyun dalam hatinya.

Sepertinya Tuhan mendengar permintaan Seohyun. Gadis itu langsung menghentikan langkahnya ketika melihat seseorang tengah berdiri beberapa meter darinya. Pria bertubuh semampai yang dibalut jas hitam dan dipadukan dengan jeans itu terlihat trendi. Persis sekali dengan gaya seseorang yang dulu sangat ia kenal. Saat dulu, itulah perbedaan anak-anak laki disini dengan anak yang baru saja datang dari kota besar. Cho Kyuhyun.

Seohyun tersenyum meski dapat ia rasakan matanya mulai memanas. Namun ketika Kyuhyun membalas senyumnya air mata Seohyun mengalir begitu saja. Tak ingin mengulang kebodohannya dulu, ia segera berlari kearah Kyuhyun dan sepertinya pria itu juga tak ingin melakukan kesalahan lagi. Kyuhyun membuka lebar lengannya menyambut gadis yang begitu ia cintai. Perasaan yang tumbuh sejak pertama kali melihat Seohyun masih sama hingga hari ini.

Oppa…” panggil Seohyun sedikit terisak. Ada banyak yang ingin ia katakan. Namun sepertinya bibirnya hanya mampu untuk menyebut itu.

Mianhae. Mianhada.” Sama halnya dengan Kyuhyun. Hanya permintaan maaf yang ingin ia sampaikan ketika bertemu dengan Seohyun.

Seohyun menggeleng sesaat mendengar permintaan maaf terlontar dari bibir Kyuhyun. Gadis itu merenggangkan pelukannya agar dapat melihat wajah tampan Kyuhyun. Ia tiba-tiba tersenyum, ini nyata, ia tak lagi sedang bermimpi. “Anio, aku terlalu kekanak-kanakan ketika itu. Seharusnya aku mendengar penjelasan oppa.. tapi aku justru menghindari oppa.. aku….” Seohyun menggantung ucapannya.

Melihat Seohyun tersenyum, seperti sihir Kyuhyun ikut tersenyum. Seohyun terlihat jauh berbeda, gadis dihadapannya terlihat semakin cantik dengan rambutnya yang tergerai. Ah, tidak Seohyun tak lagi gadis kecil yang dulu ia kenal. Dengan make-up natural yang menghiasi wajah cantiknya, membuatnya terlihat semakin sempurna. Bagi Kyuhyun, meski tanpa make-up Seohyun akan tetap terlihat cantik. Melihat Seohyun sedekat ini tak pernah ia bayangkan sebelumnya. “Mianhae. Aku merindukanmu.”

Seohyun kembali memeluk Kyuhyun. “Aku juga merindukanmu, oppa. Sangat merindukanmu.”

Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Terlihat jelas gurat kebahagian diwajahnya. Fakta Seohyun juga merindukannya menjadi hal yang begitu menentramkan jiwanya.

Oppa, saranghae..” bisik Seohyun.

Kyuhyun terdiam. Mencerna kembali kalimat yang baru saja mampir ditelinganya. Mata pria itu membulat lantas gurat senyum terukir jelas diwajahnya. Kembali ia eratkan pelukannya ketika Seohyun menarik diri bersembunyi pada dada bidangnya.

Setelah mengatakan itu, Seohyun langsung menyembunyikan diri pada dada bidang Kyuhyun. Seohyun menggigit pelan bibir bawahnya. Bisa ia rasakan wajahnya benar-benar memerah sekarang. Kalau saja ada buah cherry tomato didekatnya, mungkin warna merah pada buah itu dapat diadu dengan warna yang menyembul pada kedua pipinya.

Nado.. saranghae…” ujar Kyuhyun seakan memberikan jawaban atas pernyataan cinta Seohyun sebelumnya. Mungkin lebih tepatnya itu bukan pernyataan cinta, tapi siapa yang peduli, yang penting bagi Kyuhyun adalah ia menemukan kenyataan bahwa ternyata Seohyun juga memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.

Seohyun mengangguk lantas kembali mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun. Perasaan ini terasa menentramkan jiwanya. Apa ini benar cinta namanya? Sepertinya Seohyun sudah menemukan jawabannya sekarang. “Ah, chakkaman….” Seohyun tiba-tiba menarik dirinya dan kembali menatap Kyuhyun.

Waeyo?Kyuhyun terlihat bingung melihat mimik wajah Seohyun yang tiba-tiba berbeda. Gadis itu menyipitkan mata seperti menuntut sebuah jawaban dari Kyuhyun.

“Janji untuk datang ke pohon ini ketika musim gugur pertama. Oppa tidak menepatinya!” tuding Seohyun sembari memanyunkan bibirnya seperti anak kecil.

Kyuhyun terlihat berpikir. Namun tak lama ia tersenyum simpul. “Anio, aku menepatinya.”

Mwo? Geotjimal?”

Geotjimal aniya.”

Seohyun semakin menyipitkan matanya sementara Kyuhyun mulai tertawa kecil dan kembali memeluk kekasihnya itu. Menyenangkan rasanya, itu lah cinta pertama. Cinta pertama itu indah seperti bunga dimusim semi, ketika bermekeran ia akan memberikan keindahan bagi setiap orang yang merasakannya. Namun akan menjadi lemah seperti anak kecil ketika seseorang membiarkan cinta pertamanya pergi.

 

-flashback-

Kyuhyun berjalan mengekor dibelakang kedua orang tuanya. Langkah kakinya terasa begitu berat seakan tubuhnya tak mampu menopang ransel yang digendongnya. Sesekali Kyuhyun memperhatikan pemandangan disekitar stasiun. Hari ini musim gugur dan hari ini juga adalah hari keberangkatan dirinya kembali ke Seoul. Ia belum sempat mengatakan apa-apa pada Seohyun karena gadis itu selalu menghindarinya akhir-akhir ini. Kyuhyun menyadari kesalahannya karena telah membuat Seohyun merasa tak nyaman disekitarnya. Kyuhyun menyesalinya namun tak ada yang dapat ia lakukan karena Seohyun selalu berusaha menghindarinya. Kyuhyun menghela nafasnya panjang, ia mulai menghitung langkahnya. Mungkin dalam beberapa langkah, setelah ia menaiki kereta, ia tak akan bisa bertemu dengan Seohyun lagi untuk waktu yang lama.

“Appa.. Eomma.. Aku akan segera kembali.” Seru Kyuhyun tiba-tiba. Membuat kedua orang tuanya sedikit terkejut dan menoleh padanya. Kyuhyun hanya tersenyum ketika melihat ekpresi kebingungan dari wajah kedua orang tuanya.

“Aku akan segera kembali.” Kyuhyun kembali memperjelas ucapannya lalu berbalik meninggalkan kedua orang tuanya.

“Kyuhyun-ah, eodiga?” Sang ibu keheranan, beliau hanya mampu menyerukan nama Kyuhyun dan setelah itu menatap sang suami tercinta. Ayah Kyuhyun hanya menggeleng lalu menuntun istrinya untuk memasuki kereta.

“Dia mengatakan akan segera kembali. Kajja!” Ujar sang ayah bijak.

*

Kyuhyun berlari dan dengan nafas yang terengah-engah akhirnya ia sampai dipohon maple tersebut. Sekuat tenaga ia mencoba mengatur nafasnya agar kembali normal. Sial, jarak dari stasiun ke pohon maple ini cukup jauh. Meski Kyuhyun tau ini akan sia-sia karena mungkin Seohyun tak akan datang. Tapi ia benar-benar ingin datang dan menepati janji yang telah ia buat. Benar, yang Seohyun katakan benar. Tempat ini seakan berbeda dengan sebelumnya. Indah, benar-benar indah. Kyuhyun terduduk dan menggumam pada dirinya, “Mianhaeyo. Hanya itu yang ingin aku katakan. Kalau saja aku boleh mengulang kembali hari itu, aku tidak akan melakukannya yang akhirnya membuatmu menjauhiku. Saranghae.”

 

—– The End —–

 

gimana?? gimana??
geje yah?? hahaha

sorry for typo… leave your comment, ne?
be a good readers ^^

bye… ^o^

Please don’t RE-UPLOAD or COPY-PASTE FF here without my permission

Advertisements

6 thoughts on “FF SeoKyu | First Love

  1. kereeennnnn..kyaaaaaa
    mau donk sequelnya smp mereka berkeluarga 😀
    chingu jangan ngilang terus donk lanjutin nulisnya yaaa

comment please ^^ be a good reader....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s